Month: October 2001 (Page 7 of 7)

6045174

<Kilas balik tentang komputer sebagai toolbox di telekomunikasi>

Waktu akhirnya perusahaan memberikan pengakuan prestasi, sebenernya itu bukan karena softwarenya, tapi proses kerja yang udah dibentuk, dengan a.l. software itu. Aku juga nggak terlalu menghargai penghargaan perusahaan. Apa yang aku peroleh dari temen-temen selama pengembangan proses kerja itu jauh lebih berharga. Produktivitas bikin sofware terus turun. Aku pikir udah nggak lucu sih. Aku kan bukan orang komputer juga, nggak bakal maju di IT juga. Jadi balik ke teknologi komunikasi lagi. Bikin society baru lagi. Bisa nggak ya?

Udah ah, sekolah diselesaiin dulu.

6044965

<Kilas balik tentang komputer sebagai toolbox di telekomunikasi>

Software trafik, billing, dll itu nggak pernah ?dikomersialin?. Kalau ada yang minta, kasih aja, termasuk source-nya, kalau mau. Tapi nggak semua orang bisa baca source dalam C sambil senyum. Mereka lebih suka ngundang programmer aslinya untuk modifikasi software buat keperluan mereka. Akhirnya dimulailah perjalanan keliling Jawa-Sumatera (kawasan yang ada sentral Lucent-nya) beberapa tahun.

Lama-lama penasaran juga sama isi perutnya Lucent. Jadi akhirnya daftar ikutan training juga. Nah, temen-temen di training-center pada protes: ?expert kok ikutan training?. Duh, cepet amat jadi ?expert?. Orang-orang ngebayanginnya, orang network yang softwarenya dipakai di semua switch Lucent di Indonesia, dan sering ngasih pelatihan, pastilah expert. Hmmm, sebenernya bukan pelatihan sih, tapi cuman menjelaskan konsep traffic engineering sama implementasinya dalam software jadi orang bisa memakai dan memodifikasi software itu.

6031445

<Kilas balik tentang komputer sebagai toolbox di telekomunikasi>

Kayak sarjana Indonesia lainnya, aku masuk lapangan kerja sambil rada gagap. Beda sekali apa yang ada di medan kerja dengan di lab kampus. Dan rekan-rekan yang umumnya jauh lebih tua itu nggak terlalu bisa mengadaptasikan orang baru. Sibuk saling berkompetisi.

Ada dua tipe switching di Bandung waktu itu, Siemens dan Lucent. Siemens udah dikuasai sekali, dan udah jadi lahan kompetisi, tapi Lucent masih cukup baru. Sentral Lucent agak diabaikan, soalnya pelanggannya lebih sedikit. Di network juga Lucent belum disentuh. Jadi aku pindahin tempat kerja aku ke Lucent. Sekedar belajar, bantu-bantu, dan memulai membuat program-program pengolahan data Lucent biar setara dengan Siemens yang sudah 10 tahun lebih dulu. Nggak susah, soalnya modelnya bisa disamakan dengan Siemens. Tapi nggak mudah juga. Pertama, nggak ada algoritma buat kalkulasi formula (yang akhirnya terpecahkan a.l. dengan mimpi segala). Kedua, data yang tersedia nggak kompatibel.

Betah lama-lama. Apalagi kalau bos di network lagi galak, ngabur aja ke sentral Lucent, bikin program, sambil chatting sama orang-orang galak di Lucent (hehe, temen galak lebih menarik daripada bos galak). Hobby bikin program juga dimanfaatkan temen-temen di sentral buat bantu mereka bikin pengolahan otomatis data berjumlah besar, kayak verifikasi billing. Namanya hobby, jalan aja. Akhir cerita, pengendalian network bisa total, soalnya semua macam switch sudah bisa diolah, trus orang sentral Lucent juga nggak pusing sama urusan manual network, trus punya banyak temen yang ramah juga. Nice start.

Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑