Di tengah peta North Yorkshire ada sebuah bintik. Thirsk. Kenilworth yang cuman selintasan jalan aja tampak jadi raksasa dibandingkan bintik itu. Padahal barangkali bintik kecil ini turut mengarahkan hidupku.
Thirsk. Nama yang asing. 23 Kirkgate. Dulu tempat ini jadi tempat praktek Donald V Sinclair, veterinary surgeon yang mengesankan hampir semua orang yang mengenalnya. Tapi barangkali yang membuat lebih banyak orang lagi terkesan adalah waktu dia mengangkat asisten (kemudian jadi partner) seorang anak muda bersahaja lulusan Glasgow, yang suka dipanggil Alf. James Alfred Wight.

Sekian puluh tahun kemudian, Alf yang sudah cukup senior punya ide cemerlang. Keajaiban di Thirsk, dari praktek Sinclair dan dirinya, dicatat dalam semacam biografi yang menarik. Semua nama disamarkan habis-habisan. Kota Thirsk jadi Darrowby, Kirkgate jadi Skeldale, Don dan Brian Sinclair jadi Siegfied dan Tristan Farnon.
Sepuluh tahun kemudian, si West yang baru mulai doyan baca buku, ikutan baca buku kakaknya yang berjudul Seandainya Mereka Bisa Bicara. Tapi itu nasib malang buat si buku, soalnya buku itu jadi dibawa ke mana-mana sampai kertasnya berubah warna, dan kertasnya harus ditambal-tambal.
Dan nggak tau kenapa, si West jadi doyan nulis juga. Dan biarpun suka nggak nyambung dengan realitas, tapi yang ditulis selalu tentang optimisme. Tentang hal-hal kecil.
Ketularan si mantan asisten dari kota Thirsk.

Email berusia 30 tahun, katanya. Penemunya juga ragu. Pokoknya, dia bilang, email diuji coba pada musim gugur tahun 1971. Berbeda dengan telegram dan telepon pertama yang dicatat tanggal dan jam dan pesan pertamanya, email pertama ini sama sekali tidak tercatat. Uji coba aja buat beberapa alamat, terus kirim pesan-pesan singkat ke alamat-alamat itu, kata si penemu. Trus dia bilang, mungkin pesan pertama bunyinya QWERTYUIOP. Baru di tahun 1972, tanda @ dipakai di email-email.