Author: Kuncoro Wastuwibowo (Page 75 of 88)

Hari Pi

Para geek memperingati hari ini sebagai hari π. Nggak ada hubungannya dengan penemuan angka π ini, yang udah diutak-atik manusia bahkan sebelum kitab-kitab suci dituliskan. Sampai akhir abad ke-20, orang sudah bisa menuliskan bilangan π sampai jutaan digit, jauh di luar kebutuhan praktis sehari-hari.

Yang tetap menarik buat aku sih formula cantik dari Euler: e = -1 — sebuah bilangan transendental bisa dihitung secara sederhana, menggunakan bilangan transendental lain yang ditemukan untuk urusan lainnya.

Jadi berapa tuh nilai π ?

ln(-1)/√(-1) ?

Oh ya, kenapa hari ini diperingati sebagai hari π ?

Soalnya di beberapa negara, hari ini dinotasikan sebagai 3,14.

Columbia

Masih terus memantau siaran TV langsung dari dari news.bbc.co.uk. Dalam saat segenting ini, Telkomnet Instan lagi sangat lancar dan nggak rewel sama sekali.
Dari gambar visual, tampaknya pesawat pecah (diperhalus BBC sebagai disintegrated) di angkasa. NASA mengumumkan situasi darurat. Tapi tidak mau berspekulasi menyebutkan apa yang terjadi pada pesawat. Waktu ditanya kondisi pesawat, mereka hanya bilang bahwa setelah putus kendali tidak ada yang tahu kondisi pesawat. Waktu ditanya apakah mungkin pesawat itu telah mendarat, mereka mengesampingkan kemungkinan seperti itu. Di kota Palestine (Texas), polisi melaporkan terjadinya ledakan di angkasa.

CNN mula-mula menyebut kemungkinan adanya aksi teror dalam peristiwa ini (khas CNN sekali). Tapi di berita berikutnya, CNN menyebutkan bahwa pihak NASA menyangkal kemungkinan adanya aksi teror pada ketinggian setinggi itu.

Columbia adalah pesawat ulang alik pertama yang digunakan AS. Enterprise, pesawat ulang alik yang dibuat sebelumnya, hanya digunakan untuk tes dan latihan. Setelah Columbia ada Discovery dan Challenger. Challenger meledak waktu diluncurkan, tahun 1986. Rasanya baru kemarin waktu Challenger meledak, juga baru kemarin waktu Columbia diluncurkan pertama kali (waktu aku masih SD — mungkin aku bisa cari catatannya di buku harian waktu itu).

Das Rheingold

«Returning in the afternoon, I stretched myself, dead tired, on a hard couch, awaiting the long-desired hour of sleep. It did not come; but I fell into a kind of somnolent state, in which I suddenly felt as though I were sinking in swiftly flowing water. The rushing sound formed itself in my brain into a musical sound, the chord of E flat major, which continually re-echoed in broken forms; these broken chords seemed to be melodic passages of increasing motion, yet the pure triad of E flat major never changed, but seemed by its continuance to impart infinite significance to the element in which I was sinking. I awoke in sudden terror from my doze, feeling as though the waves were rushing high above my head. I at once recognised that the orchestral overture to the Rheingold, which must long have lain latent within me, though it had been unable to find definite form, had at last been revealed to me. I then quickly realised my own nature; the stream of life was not to flow to me from without, but from within.»
Richard Wagner: My Life, published in London, 1911.

Kriminal Bodoh

Kundera menulis: Jika orang berpikir bahwa rezim komunis di Eropa adalah hasil karya kriminal besar; maka ia sebenarnya mengabaikan fakta bahwa rezim kriminal yang manapun tidak diciptakan oleh para kriminal itu sendiri, melainkan oleh para pengagum dan pendukung yang merasa telah menemukan jalan kebenaran. Penuh semangat, disertai semangat merusak.

Waktu rezim jatuh, para pendukung dipersalahkan: Anda penyebab semua kerusakan pada negeri ini. Tapi para tertuduh itu punya jawaban: «Kami tidak tahu. Kami ditipu. Kami hanya orang yang punya dedikasi.»

Orang-orang PNI, PKI, Golkar, PDI, ABRI, PKB, apa saja: Benarkan mereka tidak tahu atau hanya dibuat percaya?

Menurut Tomas, tokoh dalam cerita Kundera The Unbearable Lightness of Being itu, persoalannya adalah: Apakah penguasa bodoh dan orang-orang bodoh dapat lepas dari tanggung jawab hanya karena mereka bodoh?

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑