Month: April 2001 (Page 6 of 6)

3087765

Seven Habits of Highly Defective People

  1. Mengabaikan tanda ketidaknyamanan orang lain

    Boss: Omong-omong, dari tadi saya terus yang bicara

    Karyawan: {sudah jadi tengkorak}

  2. Melucu untuk mengolok-olok orang di depan umum

    Boss: Anggota tim kita ini mirip dengan bintang film. Tepatnya, Lassie.

  3. Menganggap semua keluhan sebagai kesalahan pengeluh

    Dilbert: Anda tidak pernah memotivasi saya

    Boss: Coba datang ke therapist

  4. Terlambat dan mengajukan usul kontroversial

    Boss (sambil masuk ruang rapat): Saya rasa kita bisa mengambil lisensi ?Barney? untuk maskot kita.

  5. Memberikan nasehat tanpa mengerti masalah

    Boss ke Dilbert: Coba tulis saja beberapa baris kode assembly di sini

  6. Membalik-balik prasangka

    Boss ke Alice: Wow, hasil fotokopi yang bagus. Belum tentu karyawan pria bisa melakukannya lebih baik.

  7. Merasa bahwa tulisan ini bukan tentang Anda

    Boss: Lucu juga rambut orang di kartun itu

Udah lama sebenernya pingin nulis cerita-cerita Dilbert. Cuman keduluan Neng Wio melulu.

Dilbert Treasury

Hah, di mailbox ada “Dilbert Treasury”, hah.

Scott Adams memulai, kira-kira kayak gini. Banyak orang gila di sekitar kita. Mereka tidak merasa gila. Sebaliknya mereka merasa canggih. Itu membuat saya berpikir: jangan-jangan saya juga gila. Jadi saya menyusun daftar keanehan saya. Nomor satu, saya menyusun daftar keanehan saya. Nomor dua, saya menganggap bahwa kata ‘nomor satu’ itu salah, karena jelas bahwa ‘satu’ itu nomor. Nomor tiga (atau tepatnya: tiga), saya terlalu banyak menganalisis. Anda bisa lihat, untuk menyusun daftar kegilaan saja saya sudah bisa menyusun daftar kegilaan sendiri. Terus Scott cerita soal vegetarian dan lain-lain, diakhiri soal bersin akibat sinar matahari. Baru komik pertama Dilbert dimulai.

Tuhanku, aku lelah sekali, dua hari penuh turut berpacu dengan umatmu yang riuh rendah di lorong-lorong bawah tanah kota London. Maafkan aku kalau aku mau mengisi hari ini dengan istirahat panjang sambil menertawai manusia saja.

Liebestod

Tokoh Isolde (Celtic: Iseult, Italia: Isotta) menyanyikan Liebestod di atas kematian Tristan. Bagian ini selalu memaksa kita berhenti dari kegiatan keseharian, dan diam beberapa menit menikmati cara Wagner menggambarkan jenis kedekatan manusiawi yang penuh kegamangan. Pagi ini bentuknya agak beda. Orkestrasi nyaris dihapuskan, dan digantikan dengan permainan piano yang sederhana. Jadi fokusnya lebih pada vokal solo tokoh Isolde. Tapi, really, bagian ini sama indahnya dengan waktu orang memainkan Isolde dengan orkestrasi penuh, tanpa vokal (i.e. versi Liebestod yang aku dengar pertama kali, sekian tahun y.l.).


Oh ya, aku nggak pingin cerita tentang kisah Tristan & Isolde, selain bahwa ini adalah kisah cinta dua manusia, yang tak pernah terselesaikan. Kegamangan dari ujung ke ujung. Nuff.

3014557

Kutipan dari Bondan Winarno:

Ketika membaca koran sambil makan pagi di Bangkok Jumat minggu lalu, saya terkesima melihat foto mobil mewah Ferrari sedang ditonton para peminat pada sebuah pameran di Indonesia. Judul keterangan gambarnya: Life goes on in Indonesia … for the rich.

Saya kehilangan selera makan. Rasanya, semua orang di coffee shop itu sedang melihat ke arah saya. Bubur ayam masih tersisa setengah di mangkuk. Saya lipat surat kabar itu, meninggalkan sekadar uang tips di meja, dan pergi.

Seorang penulis di milis PPI nulis kayak gini: orang kayak Bondan Winarno tidak mensyukuri nikmat yang dianugerahkan pada orang Indonesia, yaitu nikmat kehilangan rasa malu.

3014523

Bahasan di New Scientist Rada nyentrik juga. Cowok single, katanya, jarang dilirik cewek. Tapi begitu punya pasangan, jadi banyak yang mau merebut. Naluri aneh ini bahkan teramati juga pada ikan dan burung. Ini efek ?mate copying?. Efeknya pada cowok konon nggak terlalu besar. Yang ada efek sampingnya: cowok suka niru-niru gaya orang yang diyakini narik banyak cewek. Berjambul waktu jaman Elvis, terus bergondrong ria jaman Jagger, terus sekarang musim nipisin rambut kayak … eh nggak ah, ntar dia ikutan baca.

Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑