Month: October 2000 (Page 1 of 5)

1225807

Barangkali memang ada hal-hal besar yang harus dilakukan untuk mengisi kehidupan. Tapi sebagian besar waktu hanya kita habiskan untuk memecahkan fluktuasi masalah. Sebenernya memang kita tidak boleh memutuskan bahwa suatu hal itu kecil dan boleh diabaikan. Kita tahu, logika semesta tidak sesederhana sistem “pembulatan” (besar/kecil) kita. Tapi kadang aku terlalu lelah … dan memutuskan untuk mengabaikan semua.
God, I’m bloody tired …

1225094

Siegfried, Prelude to Part II. Bukankah deret kegalauan memang disusun sebagai hiasan dari sebuah keberhasilan besar? Atau sebaliknya, justru keberhasilan sebenarnya hanya riak yang berbeda warna dari sistem yang hanya berisi kegalauan?

1215967

Siegfried, Prelude to Part II. Alam semesta yang tersusun seindah ini pun barangkali hanya merupakan hasil dari fluktuasi kuantum. Salah satu dari sekian fluktuasi yang bisa berlangsung cukup lama — cukup untuk melangsungkan evolusi lengkap di dalamnya. Cukup untuk membangkitkan “kehidupan” yang riang di dalamnya. Tapi bagaimanapun, itu cuma riak. Riak yang bisa jadi lebih besar dari yang lain, bisa berwarna lebih menyolok, dan tampil lebih indah.
Tapi kemudian, di atas segalanya, dia cuma riak, cuma fluktuasi, di antara deretan fluktuasi yang lain.
Bukan berarti aku mengabaikan keindahan yang prima ini. Barangkali aku justru sedang memaksa diri mencari keindahan di dalam noise dan bentuk kekacauan lainnya.

Besi Daun Hijau

Meluncur di Jakarta, di bawah awan cirrus. Kapan terakhir kali kita bisa menatap cirrus menaungi kita? Daun-daun jadi tampak hijau cerah penuh kehidupan. Tapi pernahkah kita ingat bahwa untuk menciptakan daun kehijauan itu, setidaknya sebuah bintang harus diledakkan?


Saat hidrogen membentuk bintang, energi yang dihasilkan oleh fisi hidrogen ke helium (yaitu sebesar 0.7% massa) cukup untuk menahan keruntuhan. Namun pada tingkat fisi berikutnya (dari helium ke karbon, sampai akhirnya ke besi), persentase konversi massa ke energi mengecil. Bintang tidak dapat memfisikan besi. Beban massa yang terlalu berat meruntuhkannya menjadi bintang netron.

Tapi kehidupan harus diciptakan. Maka suatu bintang dengan massa yang terlalu besar itu pun diledakkan di dalam keruntuhannya. Tercipta supernova dengan maha cahaya yang indah dan energi tinggi. Energi yang cukup untuk memfisikan atom-atom membentuk atom dengan nomor yang lebih tinggi, mendekati seratus. Di atas reruntuhan supernova, gas-gas membentuk bintang baru, dengan planet-planet, dengan elemen-elemen yang lengkap.

Lalu bangkitlah kehidupan yang indah ini. Dan kecerdasan. Dan juga kelalaian.

1201108

Apakah kesedihan itu semacam egoisme?
Lima minggu y.l., aku masih bisa memeluk dia, dan ikut optimis bahwa segalanya bisa lebih baik. Pagi ini ternyata dia dipilih untuk lebih dahulu mencapai kehidupan yang sempurna. Aku malah tersentak, dan agak sulit mengendalikan emosi. Anehkah, bahwa saat sahabat kita dipanggil ke hadapan Kasih Yang Agung, lalu kita malah tercekat.
Seharusnya aku bilang: Ah, asik kamu ya, ngeduluin kita.
Tapi nggak, aku malah egois.

1181365

Speaking Test with Lorna. The nice thing is the interviewer is Lorna, so the candidate should not be nervous. The disastrous thing is that the candidate is me who is always nervous when forced to talk. Hey Koen, when will you be a normal human that faces human being normally?

1153636

Bolehkah aku membenci manusia?
Ross membagi pertanyaan yang konon sulit. Buat Surya: bagaimana permasalahan hukum di Indonesia. Buat Ari: Apakah hidup itu. Buat Koen: kalau kamu harus membunuh seorang manusia, siapa yang mau kamu bunuh.
Aku pikir, kehidupan dengan segala kompleksitasnya, selalu labih berharga dari apa pun. Kalau aku dipaksa membunuh, biar aku bunuh diri saja lah …
Listening = 6.5, btw …

Penyelidikan AI di Palestina

London – 23 Oct 00 04:25 WIB (Astaga.com). Hasil penyelidikan Amnesti Internasional menyimpulkan bahwa Israel sengaja menggunakan senjata mematikan dalam menghadapi aksi unjuk rasa rakyat sipil Palestina.

Amnesti internasional juga menyatakan sangat memprihatinkan kebijakan pemerintah Israel dalam menghadapi aksi unjuk rasa sejak 29 September itu. Penggunakan senjata mematikan dalam menghadapi pengunjuk rasa disebut terlalu berlebihan dan telah mengakibatkan “pembunuhan-pembunuhan yang tidak didasari hukum.”

Sementara itu Jenderal Wiranto meluncurkan album lagu. Ach, si General Failure … Abort, Retry, Ignore?

« Older posts

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑