Anonymisation Service for IP Multicast is named the best student paper of The 25th Annual Conference on Local Computer Networks, 9-10 November, Embassy Suites, Tampa, FL, USA.
Month: October 2000 (Page 2 of 5)
Tim FCO-4, kecuali Surya Tjandra dan Pak Yuven, mengunjungi Book Fair, Senayan.
Aku ambil sebiji Nietzsche, sebutir Kalam, sesosok Nurcholish, dan sebongkah buku biologi yang berat bener.
Oh ya … tadi pagi dapet hibah buku dari Bu Sirikit dengan tema jurnalistik di tengah kapitalisme …
Fajar: We’re rather crazy today.
Mei Kwei: No. You’re almost always.
Koen: To what extent?
Ada 1020 frasa “kuncoro wastuwibowo” ditemukan di Google. Tapi kalau dicari tanpa tanda petik, dapet 1030. Dan kata “wastuwibowo” saja menghasilkan 1040. Aku nggak yakin, di mana ada halaman yang mengandung kata “wastuwibowo” tapi tanpa “kuncoro”. Oh ya, “neko the cruiser” menghasilkan 110.
MDAMT — tokoh yang patut dibanggakan. Eh, kita ketemu juga belom pernah, hehe :) :).
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” Hari ini Certificate of Acceptance aku diterbitkan dari Coventry University. “Maka apabila kamu telah selesai dari sesuatu urusan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain. Dan hanya kepada Rabb-mu hendaknya kamu berharap.“
C#, bahasa yang diterbitkan Microsoft (the evil empire) tengah tahun ini. Orang yang komunikasinya lebih banyak tertulis (kayak aku), pasti bingung menentukan cara membacanya :). Juga, tanda # itu tidak diakui oleh search engine. Dan itu, kata Microsoft, akan dijadikan bahasa standar untuk network! Upaya Microsoft untuk menjadikan bahasa ciptaannya sebagai standar internasional (yang artinya bebas lisensi) bisa disikapi dari beberapa sisi. Barangkali, setelah berhasil mengeruk uang banyak, Microsoft jadi murah hati — sambil mudah-mudahan perilaku manisnya dilihat Dept Kehakiman. Tapi, barangkali juga, standar-nya hanya dipakai buat pemancing untuk memaksa orang lari ke produk Microsoft lagi. Ingat kasus MSIE yang gratis itu, yang maksa orang lari dari Java ke Active-X, terus maksa orang buat beli IIS.
Site Jabar.net ini kalo’ udah jadi pasti kerennnnnn.
Publius, hasil temuan tiga anak muda. Software ini, dipasang pada beberapa proxy server, memungkinkan kita untuk meletakkan data secara anonim di website, tanpa bisa dilacak oleh siapa pun, bahkan oleh pemilik web server, apalagi oleh pemerintah. Ini karena data kita dienkripsi dan diacak. Pengacakan bukan hanya pada data, tetapi juga pada penempatan data. Kita sendiri tidak akan tahu pecahan file ini diletakkan di server yang mana. Tapi dalam proses upload, nampaknya masih diperlukan penyembunyi posisi semacam Anonymizer atau Freedom.net.
Listening = 6; Reading = 7.5; Writing = 6. Do you mean … after these weeks of leaving our beloved country … all that we’ve done is a degradation in performance?
