Author: Kuncoro Wastuwibowo (Page 87 of 88)

Jumping Squirrel

Musim ini memang menarik. Modul yang lagi dibahas sebenernya masih dasar, tapi menyeluruh. Satu hari satu aspek telekomunikasi, dan tugasnya selalu melacaki cutting-edge dari teknologi yang sedang dibahas, dengan kalkulasi yang nggak bisa pakai kalkulator atau excel. Aku pikir percuma cari referensi dari buku-buku. Buku itu gampang sekali outdated, persediaan terbatas, dan terlalu berat untuk dibawa ke mana-mana (satu buku satu tema). Jadi aku keliling cari artikel aja dari jurnal-jurnal, khususnya IEEE (http://www.ieee.org, http://www.comsoc.org http://www.itsoc.org http://computer.org) dan IEE (http://forum.iee.org.uk), dicetak kecil-kecil, untuk tema yang lagi aku bahas atau yang barangkali bakal dibahas minggu-minggu mendatang. Bener deh, aku jadi tupai yang lari-larian ke sana sini buat cari kacang dan kenari kecil buat dicerna dan buat persediaan. Si tupai lari cepat, si tupai melompat-lompat.

Beaver

Di sekitar-sekitar sini kira-kira ada berang-berang nggak ya ? Kayaknya enak kalau weekend gini cari danau yang ada berang-berangnya, terus seharian mengamati berang-berang. Ato nggak, berang-berangnya yang mengamati manusia pengangguran yang duduk di danau seharian.

Kelinci

Cuaca cukup ekstrem. Pagi-pagi, masih banyak butiran es dari embun yang beku. Tapi matahari merah langsung menghapus semua bercak putih es. Suhu hangat, kalau kita diam, tapi dingin kalau kita bergerak. Kelinci-kelinci cokelat abu-abu yang gemuk-gemuk mulai berani keluar dan berlarian di taman. Kenapa coba, aku harus bikin assignment. Kayaknya enakan ngejar-ngejar kelinci.
Tapi selera makan masih rendah sekali. Kebayang juga, kenapa tentara Romawi nggak mau berlama-lama di Anglia. Makanannya rasanya … ampunnnnnnnnnnnnnnn. Kalau di Bandung aku paling ogah minum Pepsi, di sini Pepsi jadi minuman favorit. Minuman laen rasanya juga ampunnnnn …

Snowball


Akhirnya salju turun juga. Kecil-kecil, tapi lama-lama tambah deras saja.

Sebagai Calvinist sejati, aku langsung bikin snowball yang secara balistik bisa dipertanggungjawabkan. Dan sang korban pertama adalah Adnane dari Maroko.

Dinamika

Semesta, cukup diciptakan dengan sebuah formula. Formula yang benar akan membentuk harmoni yang sepenuhnya berisi keindahan, dan dengan demikian mewujudkan diri. Konon formula itu mewujudkan diri dalam bentuk getaran — bukti bahwa eksistensi hanya bisa mewujud melalui dinamika. Maka sang getaran membuka dimensi (as-samawat) dan kuanta (al-ardh), yang berikutnya saling berkait dan saling mengisi menyusun semesta yang indah ini. Saat revolusi semesta membentuk manusia, untuk pertama kali semesta memiliki kesadaran. Termasuk kesadaran untuk mengaktualisasikan eksistensi dengan dinamika. Kuncinya benar-benar ada pada dinamika. Perubahan yang terus menerus dalam segala level kemanusiaan (yang artinya kesemestaan). Tentu, termasuk perubahan atas tata nilai (umwertung aller werte).

chch-1.jpg

Stalin

Heran yach waktu aku nyebut-nyebut Stalin? Pasti lebih heran lagi kalo aku bilang bahwa Stalin itu orangnya lembut, romantis, dan kebapakan. Tapi itu waktu dia masih dikenal sebagai Iosif Vissariodovich Dzhugashvilii, dengan seorang istri dan anak perempuan. Konon sejak istrinya meninggal itu Stalin jadi kehilangan kelembutan. Kalau dia bukan orang romantis, masa sih dia berubah kepribadian waktu kehilangan istri? Tentu, dari suatu sudut pandang, kita bisa bilang bahwa kepribadian dia lemah. Tapi soal itu sebenernya semua sejarawan tahu. Dan yang kita suka lupa adalah bahwa kita juga punya kelemahan kepribadian masing-masing.

Beda ya fotonya waktu masih rada mudaan

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑