Author: koen (Page 95 of 123)

Barometer

Ini cerita klasik, tapi kali-kali enak kalau disimpan di sini. Kali-kali kapan-kapan pingin baca lagi. Mengukur Ketinggian dengan menggunakan Barometer.


Konon, cerita ini berasal dari salah satu pertanyaan dalam ujian fisika di Universitas Copenhagen
“Jelaskan bagaimana menetapkan tinggi suatu bangunan pencakar langit dengan menggunakan sebuah barometer.”

Salah seorang mahasiswa menjawab “Ikatlah suatu tali panjang pada leher barometer, lalu turunkan barometer dari atap pencakar langit sampai menyentuh tanah. Panjang tali ditambah panjang barometer akan sama dengan tinggi pencakar langit.”

Jawaban yang luar biasa orisinilnya ini membuat pemeriksa ujiannya begitu geram sehingga akibatnya sang mahasiswa langsung tidak diluluskan. Si mahasiswa naik banding atas dasar bahwa jawabannya tidak bisa disangkal kebenarannya, sehingga universitas menunjuk seorang arbiter yang independen untuk memutuskan kasusnya.

Arbiter menyatakan bahwa jawabannya memang betul2 benar, hanya saja tidak memperlihatkan secuil pun pengetahuan mengenai ilmu fisika. Untuk mengatasi permasalahannya, disepakati bahwa sang mahasiswa akan dipanggil, serta akan diberikan waktu enam menit untuk memberikan jawaban verbal yang menunjukkan paling tidak sedikit latar belakang pengetahuannya mengenai prinsip2 dasar ilmu fisika.

Selama lima menit, si mahasiswa duduk tepekur, sampai dahinya terlihat berkerut. Arbiter mengingatkan bahwa waktu sudah sangat terbatas, yang mana sang mahasiswa menjawab bahwa ia sudah memiliki berbagai jawaban yang sangat relevan, tetapi tidak bisa memutuskan yang mana yang akan dipakai.
Saat diingatkan hakim untuk bergegas, sang mahasiswa menjawab sbb:

“Pertama-tama, ambillah barometer dan bawalah sampai ke atap pencakar langit. Lemparkan melewati pinggir atap, dan ukurlah waktu t yang dibutuhkan untuk mencapai tanah. Ketinggian bangunan bisa dihitung dari rumus H = ½gt² . Tetapi ya sayang barometernya.”

“Atau, bila matahari sedang bersinar, anda bisa mengukur tinggi barometer, tegakkan diatas tanah, dan ukurlah panjang bayangannya. Setelah itu, ukurlah panjang bayangan pencakar langit, sehingga hanya perlu perhitungan aritmatika proporsional secara sederhana untuk menetapkan ketinggian pencakar langitnya.”

“Tapi kalau anda betul2 ingin jawaban ilmiah, anda bisa mengikat seutas tali pendek pada barometer dan menggoyangkannya seolah pendulum, pertama di permukaan tanah kemudian saat diatas pencakar langit. Ketinggian pencakar langit bisa dihitung atas dasar perbedaan kekuatan gravitasi T = 2 π√(l/g).

Atau kalau pencakar langitnya memiliki tangga darurat yang eksternal, akan mudah sekali untuk menaiki tangga, lalu menggunakan panjangnya barometer sebagai satuan ukuran pada dinding bangunan, sehingga tinggi pencakar langit = penjumlahan seluruh satuan barometernya pada dinding pencakar langit.

Bila anda hanya ingin membosankan dan bersikap ortodoks, tentunya anda akan menggunakan barometer untuk mengukur tekanan udara pada atap pencakar langit dan di permukaan tanah, lalu mengkonversikan perbedaannya dari milibar ke satuan panjang untuk memperoleh ketinggian bangunan.

Tetapi karena kita senantiasa ditekankan agar menggunakan kebebasan berpikir dan menerapkan metoda-metoda ilmiah, tentunya cara paling tepat adalah mengetuk pintu pengelola gedung dan mengatakan: Bila anda menginginkan barometer baru yang cantik, saya akan memberikannya pada anda jika anda memberitahukan ketinggian pencakar langit ini.

3191869


Your name of Kuncoro creates a quick, clever mind capable of grasping and assimilating new ideas. You are rather studious, mentally challenging each new idea before accepting it. Because you learn so quickly you have little patience with those whose mental processes are somewhat slower, and you could become supercilious or somewhat “know it all” in your attitude. This characteristic could make you rather unpopular with your associates. Although you are very knowledgeable and intelligent, you often find spontaneous verbal expression difficult. You crave friendship, understanding, love, and affection abut your reserved manner appears forbidding to others. You can give expression to your personal thoughts and feelings most fluently through the written word. You have a sensitive nature–sensitive to your environment and particularly sensitive to how your deeper and more serious interests are regarded by others. Your feelings are very easily hurt and to protect yourself you withdraw within the realms of your own private thoughts and shut out the rest of the world. Moods, which are your worst enemy, result. Your sensitivity and lack of verbal expression frustrate and limit the satisfaction in life to be gained from your responsible and capable nature. Health problems arise due to worry and a sensitivity in the respiratory area which could lead to problems with the heart, lungs, or bronchial organs.

Source: http://www.kabalarians.com/male/kuncoro.htm

3185223

Emosi lagi jelek bener. Lagi kangen berat sama orang-orang tersayang di tanah air, kayaknya. Cuman kok efeknya rada-rada destruktif gini yah :).

Enak kali kalau emosi bisa diatur, kayak Lt Commander Data di Star Trek. Tahun 1992 (waktu zaman bikin skripsi tuh), salah satu Star Trek TNG bertemakan si Data in love. Mesra sih di awal-awal cerita, tapi mesra khas Data gitu. Di akhir cerita, ceweknya merasa bahwa hubungan mereka nggak bisa diteruskan, soalnya bagaimana pun Data itu bukan manusia. Data dituduh cuman menyusun motivasi, menyusun emosi, bukan didorong oleh emosi. Jadi biarpun si Data-nya selalu penuh kasih sayang, tapi si ceweknya mikir bahwa itu karena memang si Data melakukan setting seperti itu. Sedih banget ceweknya waktu berusaha mutusin hubungan sama Data. Tapi Data menerima dengan tanang. Memang berat, katanya, tapi saya bisa mematikan setting emosi yang itu. Terus dia duduk diam ngedengerin musik. Aku kesel sekali. Maunya sih ngeliat reaksi dia yang lebih manusiawi. Enak aja, cuman matiin emosi, udah gitu ngedengerin musik pula. Maksud aku, kalau chip emosi kita mati, musik itu nggak akan lebih dari sekedar notasi matematika. Dan dia menikmatinya. Ironik bener.

OK, aku masih menikmati Konzert für Violine dari Beethoven. Yang ini aku nikmati bukan sebagai matematika.

3185219

Di elektrodinamika kuantum kita lekat pada angka 137 (nearly), dan di teori chaos ada angka 0.4699, dan kita punya tetapan Planck, konstanta gravitasi, muatan elektron, dll. Tapi dari mana angka-angka itu? Setiap kita menjelajah mencari sesuatu yang bersifat lebih elementer, kita selalu menemui bilangan ‘elementer’ yang baru dan sama sekali tidak berhubungan dengan bilangan lain.

Prinsip anthropic dengan mudahnya mengatakan bahwa bilangan itu disetel pada titik itu, karena kalau bukan pada titik itu, maka semesta tidak akan terbentuk, atau setidaknya tidak terbentuk seperti ini, dan akibatnya tidak mungkin ada manusia, dan tidak akan ada yang menanyakan pertanyaan seperti itu. Aku ngerti maksudnya sih. Semesta difine tune sehingga sehingga bisa stabil dan juga bisa memungkinkan manusia tercipta, tapi terus manusia malah nanya, kenapa settingnya kayak gitu.
Tapi coba kita bayangkan, misalnya yang diubah bukan satu tetapan, tapi semua tetapan itu diubah sekaligus, betulkah tidak mungkin menciptakan semesta yang relatif stabil dan yang bisa membangkitkan makhluk seperti manusia? Harus ada jawaban lain selain jawaban dari prinsip anthropic itu.

3174810

Kayaknya orang Polandia pakai style yang mirip Rusia, cuman pelatinannya diubah. Sh jadi sz, ch jadi cz, dan shch jadi szcz. Andrzej Jajszczyk, editor Communications Magazine. Gimana tuh bacanya? Besok aku mau lihat perubahan counter site ini buat ngitung jumlah orang yang lidahnya keseleo gara-gara nekat melafalkan nama itu.

3174768

Satu-satunya pengalaman dengan ideologi itu waktu diadili kepala sekolah gara-gara ngegambar palu arit di sekolah. Wuah, apa kata beliau ya kalau liat di catatan harian aku ada gambar Lenin segala. Dengan predikat man of the century pula. Dalam bayangan aku sih, beliau bakal senyum aja, masih arif kayak dulu. Dulu juga beliau nggak mau memperpanjang masalah kok. Cuman para wakil kepala sekolah (the empty head team) aja yang pada over acting.

3174763

Tapi soal favorit itu kayaknya subyektif sekali. Kaset Ludwig van Beethoven (pakai ?van? bukan ?von?, LVB itu orang Jerman yang kakeknya dari Belanda) aku yang pertama memang deretan konser violin ini. Kasetnya sih udah lama rusak. Kali-kali udah pernah terbiasa yah. Dalam kasus yang sama, komposisi Bach favorit aku masih Konserto Brandenburg no 4. Itu Bach pertama aku juga, sekaligus kaset klasik pertama aku. Tapi nggak selalu sih. Kaset Wagner aku yang pertama kayaknya Die Meistersinger, tapi itu bukan komposisi Wagner favorit aku. Aku juga nggak yakin, mana yang jadi favorit aku. Kali Siegfried Idyll, atau Tristan, tapi dua-duanya juga ada di kaset pertama. Aku nggak bisa yakin sama Wagner. Kadang aku lekat sama Faust, Flying Dutchman, Parsifal. Semua deh. Opera Wagner aku yang pertama itu bagian pertama dari Tristan, tapi favorit aku selalu sekuel Der Ring, empat-empatnya. Tristan ntar, nomor lima.
Tapi, on the other hand, biarpun kaset pertama aku dari madzhab Barok, tapi fave aku dari madzhab Romantik dan sesudahnya (post-romantik, neoklasik, impresionis, dst).
Jadi di luar urusan syaraf, kayaknya aku cukup fleksibel di bidang ideologi. Gitu? Masa?

Romanze fur Violine

Seharusnya panik sih, tapi ngedengerin rentetan Romanze fur Violine dan Konzert fur Violine lumayan bisa meredam tekanan. Selera memang kurang standard. Karya Beethoven yang satu ini jarang sekali peminatnya. Biasanya orang mengkoleksi simfoni Beethoven yang selalu penuh semangat, semisal Eroica (simfoni ketiga) yang tadinya dibikin buat Napoleon, tapi urung berhubung Beethoven sebal atas keserakahan Napoleon, atau Ode of Joy (simfoni kesembilan). Tapi buat aku semangat Beethoven cuma setengah-setengah. Mending Wagner sekalian kalau mau yang bergaya Promethean. Yang paling bikin aku betah dari Beethoven kayaknya justru yang nggak terlalu penuh warna.

3174740

Deadline buat ?Management of Project Management Project? tinggal seminggu lagi, dan research masih jauh dari harapan. Teorinya sih sekarang holiday. Tapi mana ada libur dengan deadline assignment. Libur palsu.

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑