Page 184 of 211

2860454

Learning cycle ala Steve Capewell mengkategorikan (hahaha) kita atas empat tipe: aktivis, reflektor, teoris, dan pragmatis. Cuman kok tes dari dia menggolongkan aku ke (tebak) aktivis ya. Ajaib bener, kayaknya secara teoretis aku paling nggak mungkin masuk kelompok itu. Emangnya aku termasuk orang yang ….

2842783

Jam 00.30 malem, ditelepon Harry Sufehmi, mantan pejuang pergerakan bemo nasional. Nggak jauh-jauh ternyata, di Birmingham aja. Bisa jepret-jepretan karet apa lempar-lemparan kapur tuh :).
Tadinya ada fotonya di sini, cuman suka keluar tanda x, jadi dimatiin deh fotonya. Tapi ada di site dia kok. Cuman jangan pada naksir ya. Tau sendiri lah.

Dave Wood

Hari pertama di C&W site, aku ketemu Dave Wood, petugas security yang nganter aku ke FAR-125. “What is FAR-125? Does it stand for Far-away?” tanya aku. “It should be.” kata dia. Terus dia ngangkatin bagasi aku yang luar biasa itu naik tangga sempit ke Lt 3 di gedung Faraday (hehe, beda 1 huruf).

Udah dua bulan di sini, pulang dari Warwick, aku liat Dave rada pincang dikit. Aku nanya, apa dia lagi sakit. Dia bilang, dulu dia kena kecelakaan waktu naik sepeda motor. Tulang kakinya hancur, terus dipasang dengan sekrup. Aku cuman bilang, hebat, dan kamu masih kuat sekali.

Sore ini, dia manggil aku, mau nunjukin sesuatu. Dari mejanya, dia keluarin gambar motornya dia, satu surat kecelakaan tahun 1991, dan satu set plat dengan 10 sekrup dari yang rada panjang sampai panjang bener. Terus dia nunjukkin foto Sinar X waktu dia masih dipasangin plat itu. 10 sekrup panjang menembus tulang. Luar biasa. Dan abis sembuh, dia malah kerja jadi security, dan kuat ngangkat beban berat di tangga sempit ke Lt 3. Aku tanya, kok dia masih bisa sangat kuat. Perlu latihan panjang dan terus-menerus, termasuk olah badan, dan main football. Ke luar gedung, aku sekilas ngeliat motor Dave (bukan yang dipakai waktu kecelakaan dulu). Masih rajin naik motor, biarpun ada modifikasi dikit di pedal.

Kapan ya aku bisa mulai belajar kuat bertahan hidup, dari orang-orang di sekitar aku.

2816492

Rheingold … rheingold … masih terpasang dari Der Ring, kutukan dari penjaga alam atas makhluk yang mempergunakan kekayaan alam buat kepentingan diri sendiri. Peri-peri Rhine sih memang cuman isapan jempol. Tapi kita tahu sendiri bahwa alam semesta disusun dengan presisi tinggi — biarpun dengan fleksibilitas tertentu juga — untuk memungkinkan kita (para harimau, kata Hobbes) bisa hidup. Tapi para khalifah tidak manjaga amanat, mereka malah mencuri harta dari bumi untuk tujuan-tujuan hidup mereka sendiri. Dan akhirnya Valhalla — lambang kemegahan dan obsesi manusia — pun harus tumbang dan hancur terkena kutukan penjaga alam.

Snowy Westwood


Salju malah turun, deras pula. Kayak mau bilang “see you later” (logat Alan –Red). Tapi jangan-jangan memang cuaca di sini selalu nggak beraturan kayak gini sepanjang tahun. Derassss. Baju merahku penuh bencah salju.

Amien & Mega

Amien mau berkoalisi dengan Mega? Wah kalau politisi Islam dan politisi nasionalis di Indonesia mau bekerja sama dengan ikhlas, aku harus mengakui bahwa Oom Dur punya bakat jadi wali. Cuman kayaknya kasusnya nggak bakal kayak gitu deh.

Politisi kita bakal memanfaatkan momen terbatas buat cari keuntungan masing-masing aja. Masih kayak gitu. Kalaupun bener Amien dan Mega bisa bekerja sama dengan baik dan ikhlas, aku masih punya satu keraguan besar: apa Amien bener membela kepentingan Islam, dan apa Mega bener membela kepentingan nasional Indonesia. Mungkin aku salah lagi, tapi: aku nggak percaya sama kalian semua.

Jaman dulu Oom Dur pernah bilang bahwa kita bisa belajar demokrasi dari Israel. Politisi Islam marah-marah. Katanya: Israel itu penuh penjahat, bukan negara demokratis. Barangkali mereka semua benar. Israel didirikan dan dijalankan dengan dasar kejahatan, tapi sadarkah kita bahwa negara Indonesia sudah lebih jahat dari Israel?

Israel anti Islam, katanya. Tapi sebenarnya kita juga anti Islam, biarpun kita selalu mengaku jadi orang Islam. Kapan sih kita bener-bener menjalankan nilai Islam? Ada gitu orang yang menjalankan Islam di Indonesia? Amien Rais? Oom Dur? Para kiai? Anak muda yang bawa bendera hijau keliling Jakarta? Yang Islam apanya sih? Orang Israel lebih jujur, ngaku anti Islam. Kita rajin ke masjid, tapi nggak pernah menjalankan nilai-nilai Islam.

Sorry, kok ke politik. Tapi lama-lama nggak kuat juga nahan kesebelan.

Angin Meniup Keras

Mr Winter kayaknya enggan bener meninggalkan tanah ini. Di hari-hari terakhir gini, angin malah meniup keras menyebar kebekuan terakhir. Derau campur desau.

Dulu aku ketawa aja baca penderitaannya Herriot, “Aku tak mengenakan baju. Kandang itu tak berpintu. Angin meniup keras, dst” (gila kali kalo aku bisa apal lebih dari 3 kalimat).

Sekarang kebayang deh, dengan suhu kayak gini, waktu kebekuan bisa menyakitkan kulit, dan rasa menggigil bisa menembus baju rangkap tiga, kebayang sekali gimana rasanya jadi Herriot. Mendingan pulang ke Bandung deh, kalau disuruh buka baju di tempat tak berpintu dan anginnya bertiup keras.

Bener kata Herriot, selalu ada hal-hal yang tidak ada di dalam buku. Termasuk melintasi tumpukan salju sepanjang setengah mil, kata Herriot. Bukan cuma itu, aku pikir. Banyak hal yang bahkan tidak ada di buku Herriot.

(Refer: James Herriot, “Seandainya Mereka Bisa Bicara”, Gramedia 1976, halaman 1. Versi bahasa Inggris “If Only They Could Talk” digabungkan ke dalam “All Creatures Great and Small”)

On Masterpiece

Nyetel Wagner di tempat ini memang sebenernya pas. Kita ingat, Der Ring dibuat Wagner di pengasingan, dalam kondisi seadanya, waktu tidak ada harapan sama sekali untuk bisa menyusun performa yang sesungguhnya. Tapi Der Ring justru diciptakan untuk menunjukkan bahwa nilai (romanticism, balik lagi ke nilai) kemanusiaan bukan terletak pada sumber dari luar dan penghargaan dari luar, tetapi dari pemenuhan potensi. Maka terciptalah masterpiece yang dikagumi selama satu abad lebih dikit.
Aku nggak pernah merasa Der Ring itu bagus, tapi aku selalu bisa menikmatinya sepenuhnya, setiap saat. Dan aku nggak tau rahasianya. Dari segi artistik, pasti aku lebih milih Debussy. Jadi di mana sih Wagner menyimpan puncak keunggulannya ?
Refer: Richard Wagner

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑