Haleluya!, dari Tannhauser dari Wagner. Pertama denger dulu aku kaget bener: mulai kapan Wagner jadi punya agama? Tapi agama buat Wagner bisa jadi cuman perlambang tatanan masyarakat lama. Tannhauser ikut berperang buat gereja, merebut Palestina. Lalu ia pulang ke tanah air di Jerman. Ia tertarik oleh seorang putri yang cantik, titisan Venus. Lalu ia mengikutinya selama tujuh tahun. Tapi lalu ia mau bertobat, melakukan perjalanan menghadap paus di Roma (di sini musik pengantarnya indah sekali, salah satu favorit aku). Paus menolak permintaan ampunnya (aku lupa alasannya). Tannhauser, kecewa, kembali ke Jerman. Paus menyesal, lalu mengirim utusan ke Jerman. Tapi Tannhauser sudah menghilang. Konon ia kembali ke Venus.
Kadang agama tidak lagi dijadikan buat pembimbing umat untuk lebih dekat kepada Tuhannya, tetapi justru malah menjauhkan. Lalu, manusia melarikan diri, mengikuti fitrah kemanusiaannya, justru dengan meninggalkan agama mereka. Goethe jadi mempelajari Islam (tapi tidak pernah masuk Islam), Nietzsche jadi atheist aktif. Hidup memang kadang jadi tragedi. Kita akan menghadapi hal yang sama dengan Islam kalau agama selalu dimanfaatkan untuk kepentingan manusia.
Page 183 of 211
Orang-orang suka punya fantasi aneh buat menggambarkan penderitaan. Flying Dutchman, mengisahkan para pelaut yang dikutuk untuk selamanya berada di lautan, tanpa pernah bisa menemui daratan. Kisah ini dioperakan dengan berisik oleh Wagner, di bawah judul Der Fliegende Holländer. Anehnya, KLM malah menjadikan nama kutukan ini buat program frequent flyernya. Dan yang lebih aneh (tapi bisa diduga), aku dikirimin kartu Flying Dutchman itu dari KLM. Demi Wagner deh, asik aja.
Dekrit Presiden: Semendjak masa ini, seloeroeh bangsa Indonesia jang tergolong kepada agama Islam dan berlakoe setia kepada pemerintahan jang sjah dari Repoeblik Indonesia, dilarang oentoek mengoetjapkan kata “Akbar” waktoe mengoetjapkan takbir, dan djoega dilarang menjeboet-njeboet kata “Amien” sesoedahnja membatja Al-Fatihah. Menjeboet kedoea kata terseboet akan digolongkan ke dalam tindakan makar, dan akan dikenakan hoekoeman sesoeai oendang-oendang perlindoengan keamanan negara.
Lucu nggak? Kalau nggak lucu, tolong ada yang bilang ke kiai dan tokoh-tokoh yang mencampuradukkan agama yang agung ini dengan politik kampungan mereka, bahwa tingkah laku mereka lebih nggak lucu lagi.

Orang-orang Italia, kata Goscinni, memang penuh rasa humor. Singkatan SPQR yang dipasang pada tonggak-tonggak tanah jajahan, ditafsir ulang sebagai Sono Pazzi Questi Romani: orang-orang Romawi memang gila !
Komik Astérix memang selalu penuh dengan pelesetan yang kadang seenaknya. Barangkali lucu ya kalau kita iseng-iseng coba koleksi Astérix dalam berbagai bahasa. Amazon Fr bisa bantu memulai barangkali. Aku liat setidaknya ada sepuluh bahasa terkoleksi di sana, termasuk esperanto, alsatian, latin, dan breton (celtic).
Bakal lebih lucu lagi kalo kita iseng kirim surat ke Albert Uderzo, minta izin menerjemahkan Astérix ke bahasa Jawa. “Dimas Ngobeliks, saking pundi panjenengan?” Eh, kangmas apa dimas ya? Konon sih Astérix dan Obelix dilahirkan pada hari yang sama.
Bawa Referensi dari Galileo –Red
Telkom dan Indosat akhirnya berhasil menyusun MoU. Tampak jelas bahwa keduanya terpaksa mengorbankan banyak hal untuk memecahkan masalah-masalah untuk mendukung deregulasi telekomunikasi.
Telkomsel, yang selama ini diperebutkan kedua perusahaan yang konon pernah bersaudara itu, dimenangkan Telkom, dan Indosat mau mengalah cuma memperoleh Satelindo. Namun, sebagai kompensasi, Telkom kehilangan Divre IV dan Lintasarta.
Kehilangan Lintasarta sih, bisa diatasi dengan mudah. Tapi kehilangan Divre IV (yang merupakan bagian dari Telkom, bukan anak perusahaan) bakal bikin masalah besar. Telkom bakal kerepotan bikin infrastruktur baru yang bakal sangat mahal. Dan karyawan Divre IV belum tentu mau dipindah ke Indosat. Haha, yang terakhir sih lucu juga. Kalau aku sih, kayaknya mau bener deh kalo dipindah ke Indosat. Secara profesional jelas lebih bagus. Secara emosional juga tak terlalu berpengaruh. Kan masih bersaudara. Direkturnya aja suka ditukar-tukar dari Telkom ke Indosat dan sebaliknya.
Kira-kira kalau aku mendaftar kerja ke Indosat, bakal diterima nggak ya? Tapi kali-kali aku mau iseng cari kerja dulu di sini, buat cari experience. Biar aja ninggalin Telkom rada lama. Nggak ngaruh buat karir. Di Telkom nggak ada karir.
Biasanya jamaah Jumat menyampaikan doa atas bangsa-bangsa Palestina, Chechen, dan Kashmir. Tapi jamaah Jumat hari ini menyampaikan doa khusus buat Indonesia. Sambil duduk diam, aku jadi meresapi, betapa inginnya kami segera beroleh bimbingan-Nya, untuk berlepas dari dari kebodohan dan keabaian kami. Hanya limpahan sayang dari Allah lah yang mampu menyelamatkan bangsa ini dari petaka demi petaka.
Air mata pantang diteteskan, di hadapan sesama makhluk. Tapi bukan kalau di hadapan Rabb-nya. Di mana lagi ?
Jaman dulu sih kayaknya mir vam itu artinya damai atasmu, terus tahun 1980-an jadi liat lab angkasa punya rusia di atas sana, dan hari ini artinya awas jangan kejatuhan lab angkasa rusia.
Orang bikin project memang suka lupa menghitung bahwa biaya project harus mencakup juga biaya penghentian operasi. Berapa tuh biaya buat ngejatuhin Mir? Iridium, biaya buat ngejatuhin satelitnya ternyata lebih mahal daripada biaya peluncurannya. Untung akhirnya diambil alih DOD. Barangkali mau dipakai chatting berkecepatan tinggi buat para Jendral dan agen CIA.
Yang juga lagi rame di UK itu soal nuclear decommisioning. Biaya buat terminasi instalasi nuklir mahal sekali, jauh lebih mahal daripada biaya instalasi, dan orang Inggris lagi menyesal kenapa dulu kok mau-maunya bikin PLTN segala. Kebayang aja, instalasi tak terpakai pun harus dijaga security ketat dan modern selama 24 jam, jaga-jaga kalau-kalau ada yang mau mensabotase sisa-sisa radioaktif. Mau ekspor sampah radioaktif, ke mana ? Ke kontainer mahatebal, ditanam di lobang mahadalam, di negara jajahan yang mahajauh?
Syukur deh Indonesia belum ikutan instalasi PLTN. Boro-boro PLTN, sampah radioaktif sisa eksperimen aja bisa hilang dicuri dari Serpong.
Salju masih turun juga. Malah membadai kemarin. Dan udara masih beku juga. Dave bilang, kadang sampai April salju masih bisa turun.
Mungkin maksud dia hak tipis, haha. Cirinya, kata dia (lebih susah lagi aku identikkan sama aku), antara lain: nggak suka aturan (termasuk manual book), suka mengambil resiko (mau berjalan paling depan kalau menyeberangi sungai), percaya intuisi, dan lebih suka bicara daripada mendengar. Perasaan aku orangnya pendiam, kalem, low profile (low profit maksudnya), dan taat aturan. Sebenernya kalo aku iseng aku bisa bikin pooling untuk orang-orang yang kenal aku: yang bener hasil analisis Steve atau persepsi aku sendiri. Tapi kayaknya aku nggak akan mikirin soal ini lebih dari setengah hari. Jadi … lupain aja. Hidup toh jalan terus tanpa perlu kategorisasi.
Dan kita selalu berubah setiap hari. The multiplatform creature …. Neko The Cruiser !!!
