Page 169 of 211

4381946

Tulisan Nana Djumhana, kiriman Rani di Isnet:

Saat musim gugur, akan terlihat rombongan angsa terbang ke arah selatan untuk menghindari musim dingin. Angsa-angsa tersebut terbang dengan formasi berbentuk huruf V. Kepakan sayap angsa di depan, memberi “daya dukung” bagi angsa di belakangnya, sehingga si angsa di belakang tidak perlu susah payah menembus ‘air wall’ di depannya. Hasilnya, seluruh kawanan angsa dapat menempuh jarak terbang 71% lebih jauh daripada kalau setiap angsa harus terbang sendiri-sendiri.

Ketika angsa pemimpin yang terbang di depan menjadi lelah, ia terbang memutar ke belakang formasi, dan angsa lain akan terbang menggantikan posisinya.

Ketika seekor angsa menjadi sakit, terluka, atau ditembak jatuh, dua angsa lain akan ikut keluar dari formasi bersama angsa tersebut dan mengikutinya terbang turun untuk membantu dan melindungi. Mereka tinggal dengan angsa yang jatuh dan berusaha untuk mendorongnya agar dapat terbang lagi, tidak sampai mati. Setelah itu mereka akan terbang dengan kekuatan mereka sendiri atau dengan membentuk formasi lain untuk mengejar rombongan mereka.

4381932

Apabila langit telah terbelah dan menjadi MAWAR MERAH seperti kilapan minyak, maka nikmat yang manakah dari Tuhan-mu yang kamu dustakan? (QS. Ar-Rahman 55:37-38)

Gambar: Nebula Mata Kucing

Ir. Berang Berang


Berang-berang dikenal sebagai insinyur di kalangan hewan. Begitu bertemu sungai, mereka membangun bendungan dan secara bertahap membentuk habitat yang bisa dipakai hidup makhluk lainnya. Di genangan air, mereka membangun rumah yang berupa gundukan kayu, dengan pintu di bawah air. Pada musim dingin, mereka bertahan dengan berlindung di rumah itu dengan persediaan makanan yang dikumpulkan sepanjang musim panas.

Walaupun sering dituding merusak pohon, sebenarnya berang-berang justru melestarikan hutan dalam jangka panjang. Sisa-sisa kerja berang-berang di air menyediakan lahan subur untuk pohon-pohon generasi berikutnya. Bendungannya juga membantu mengendalikan banjir musim semi.

Kayaknya aku lagi ketularan si berang-berang. Musim panas gini malah kerja melulu. No music, no TV, no cartoon.

4378978

Kenapa telur bentuknya bulat telur ? *duh*

Asalnya sih telur itu bulat. Waktu akan dikeluarkan dari tubuh induknya, cangkangnya mulai terlapisi kapur, sambil didorong ke luar. Paduan antara bentuk ‘kandungan’ induk ayam/burung, dan dorongan itu, membentuk bentuk telur yang elipsoid tak seimbang, yang namanya bulat telur (ovoid) itu. Tapi bentuk artistik seperti ini berguna sekali, soalnya si telur yang bulat itu nggak akan bisa menggelinding jauh (di permukaan yang rata), karena dia cenderung menggelinding berputar untuk kembali ke asalnya. Bentuk ini juga mempermudah induknya untuk mengerami dengan santai (coba kalau bentuknya kayak durian, aduh), serta memakan ruang yang kecil kalau diletakkan secara acak (dengan asumsi induk burung nggak terlalu canggih untuk menata kubus).

4364016

Biarpun “logonya belum didesain” tapi site Nyantai sudah layak dikunjungi. Biarpun maunya jadi “situs informasi hiburan dan games”, isinya bukan hanya menghibur, tapi juga (setidaknya saat ini) menggugah. Satu lagi dari Mirage.

4362784

Kompas menulis: “Penawaran content online secara gratis saat ini sudah ketinggalan jaman dan dalam beberapa tahun mendatang diperkirakan akan mati. Demikian menurut laporan perusahaan konsultan Cap Gemini Ernst & Young LLP. Laporan yang disebut Business Redefined itu mengambil data dari hasil wawancara dengan 128 CEO.

Kayaknya aku nggak termasuk sosialis ekstrim. Tapi aku masih punya harapan besar sama society-based information. Memang, misalnya dalam kasus komunikasi.org, site tersendat karena pemainnya masih tunggal, dan sulit cari co-worker yang punya visi sama tentang penyebaran ilmu pengetahuan demi berbakti buat bangsa dan rakyatnya (sialan: kalau ditulis gini kayaknya ngeselin juga dan basa-basi sekali). Tapi apa semua informasi harus dijadikan komersial untuk bisa bertahan?

No way! I might be stoopeed. Indeed I might have been stoopeed. But I say: NO WAY!

4362607

Entah apa tadinya maksud presiden gusdur mengangkat Baharuddin Lopa menjadi jaksa agung. Apa benar-benar tulus untuk membersihkan negara ini dari kriminal terselubung, atau hanya untuk menjadi simbol seolah-olah pemerintahan gusdur sekarang bersih. Tapi apa pun, aku yakin seorang Lopa akan melakukan yang terbaik untuk kejujuran. Tapi sang Pemelihara Semesta berkehendak lain. Seorang Lopa tidak boleh dipermainkan untuk komoditi politik dan untuk menipu massa. Maka Lopa dipanggil ke kedamaian abadi, sejenak setelah mengunjungi tempat terbaik di dunia: Makkah Al-Mukaramah. Semoga Allah meridlai seluruh jalan hidupmu, Pak Lopa. Semoga Allah mengisi negeri ini dengan orang-orang lurus buat menggantikanmu. Semoga Allah melindungi bangsa ini.

4317396

Björn Borg didn’t have a lot to say for himself when he was plating centre out at Wimbledon. Come to think of it, ABBA’s concerts weren’t exactly talk shows. Nor, for that matters, were Bergman films, in which the silence often seemed endless. All this is typically Scandinavian. We don’t say a lot, but what we do more than makes up for it. Take TeliaNet, for example …” — iklan Telia.
Andai kita bisa punya kebanggaan, yang berasal dari karakteristik yang terbuktikan dari bangsa kita.

Iklan itu ditutup dengan Actions really do speak louder than words.

4272932

Seorang darwis mengadakan perjalanan laut. Ketika penumpang lain memasuki perahu satu demi satu, mereka melihatnya; dan sebagai lazimnya, merekapun meminta nasehat kepadanya. Apa yang dilakukan semua darwis tentu sama saja, yakni memberi tahu orang-orang itu hal yang itu-itu juga. Yang ia katakan adalah: “Cobalah menyadari maut, sampai kau tahu
maut itu apa.” Hanya beberapa penumpang saja yang secara khusus tertarik akan peringatan itu.

Di perjalanan, angin topan menderu. Anak kapal maupun penumpang semuanya berlutut, memohon agar Tuhan
menyelamatkan perahunya. Mereka terdengar berteriak-teriak ketakutan, menyerah kepada nasib, meratap mengharapkan
keselamatan. Selama itu sang darwis duduk tenang, merenung, sama sekali tidak memberikan reaksi terhadap gerak-gerik dan
adegan yang ada disekelilingnya.

Akhirnya suasana kacau itu pun berhenti, laut dan langit tenang, dan para penumpang menjadi sadar kini betapa tenang
darwis itu selama peristiwa ribut-ribut itu berlangsung. Salah seorang bertanya kepadanya, “Apakah Tuan tidak
menyadari bahwa pada waktu angin topan itu tak ada yang lebih kokoh daripada selembar papan, yang bisa memisahkan
kita dari maut?”

“Oh, tentu,” jawab darwis itu. “Di laut selamanya begitu. Tetapi dalam peristiwa sehari-hari biasa, pemisah antara kita dan
maut itu lebih rapuh lagi.”

Cerita-cerita penggugah kearifan semacam ini bisa dibaca di Media Isnet.

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑