Page 167 of 211

4567282

Telekomunikasi Jawa Barat nyaris lumpuh. Ariawest benar-benar menolak mengeluarkan biaya operasi yang menjadi tanggung jawabnya, sambil juga menolak untuk menyerahkan Divre 3 kembali ke Telkom. Di Bandung, belasan ribu telepon yang rusak tidak dapat diperbaiki, dan billing tidak bisa dibayarkan. PLN mengancam akan mematikan listrik ke sentral-sentral jika sampai tanggal 25 tagihan listrik tidak dibayarkan, yang artinya seluruh sistem komunikasi akan mati total.
Karyawan Telkom juga tidak menerima gaji sejak bulan lalu. Beberapa karyawan memutuskan mulai menjual asset pribadi seperti motor dan handphone, terutama yang terdesak kebutuhan membayar uang sekolah untuk tahun ajaran baru, atau membayar cicilan rumah yang memang tidak kecil.

Ariawest sendiri berkeras tidak mau berhenti menyandera Divre 3, sebelum Telkom mengembalikan investasi mereka. Telkom berkeberatan, karena menganggap nilai investasi yang diberikan sudah dimarkup nyaris 1000%.
Jadi enaknya, siapa yang harus digantung.

4548703

Valkyrie, sebuah perusahaan penyelenggara telekomunikasi, menghadapi masalah kongesti akut pada salah satu sistem sentral. Situasi kian menegangkan waktu degradasi performansi ini menyebar cepat ke sentral-sentral lain, bahkan ke region-region lain. Mampukah Valkyrie mengatasi hal ini?
Biar aja, pokoknya satu lagi assignment selesai. Kayaknya harus ngejar utang bobo dulu. Kali sambil ngedengerin walküre / valkyrie dari Wagner, atau late night jazz session yang dibeli dari obralan di Leamington dua weekend lalu, atau verklärte nacht dari Schoenberg, biar bobonya lelap.
Demam lagi kayaknya.

4542038

Hidup yang penuh warna. Apakah semua paduan warna itu harus indah? Langit sore yang jadi campuran acak dari merah tua, merah nyala, biru tua, biru terang, ungu, dan gumpalan awan kelabu kehitaman pun selalu nampak indah. Juga angsa putih berleher hitam, dan bebek hitam berkepala hijau menyala. Di Bandung, satu sore, pernah langit jadi ungu cemerlang. Bercak-bercak jamur putih abu-abu di kayu mati. Beruang putih di atas salju.

4537453

Kalau nanti assignment yang satu ini selesai, kayaknya pingin refreshing dengan cari mainan baru. Nggak pingin ngerecokin Isnet terlalu banyak. Kan laporan udah. Aku juga tahun ini nggak akan bisa bantu terlalu banyak.

Kali iseng-iseng aja utak-atik Ruby. Punya potensi jadi saingan buat Perl. Hrms, masalahnya aku suka malas melarikan diri dari paradigma C, jadi yang dipakai selalu keturunannya C. Ruby, script dengan optimasi pada OOP (terpasang, bukan tambahan), konon lebih banyak diturunkan dari Eiffel dan Ada.

Fête Nationale

Apa nih judulnya. Mau memperingati fête nationale? Nyanyi la marseillaise? Sambil meneriakkan liberte, egalite, fraternite di mana-mana? Apa sih yang diperingati? Bahwa perubahan sosial harus jadi tragedi buat semua pelakunya, dan mengorbankan rakyat dengan perang nyaris satu abad? Mudah-mudahan di tahun 2001 ini kita setidaknya bisa lebih bijak. Dan dengan demikian, kita bisa tulus mengharapkan kebebasan, persamaan, dan persaudaraan.

4510913

Sampai lima ratus ribu tahun setelah big bang, semesta berbentuk sup kental yang terdiri dari partikel subatom. Ekspansi setelah tahap ini menurunkan energi yang memungkinkan partikel-partikel itu berpadu membentuk atom-atom, yang berekspansi 15 miliar tahun sampai hari ini. Radiasi dari akhir zaman sup ini masih teramati gemanya hingga kini sebagai radiasi latar belakang dengan energi 2,7 kelvin, dari seluruh penjuru langit. Radiasi dari zaman sebelum sup ini sudah menghilang, karena foton-foton dihamburkan dan diserap partikel subatom.

Namun kini para ilmuwan sedang berusaha mengamati radiasi latar belakang langsung dari detik-detik big bang. Yang diamati bukan lagi foton, melainkan graviton. Gravitasi, sudah terbentuk sejak awal inflasi, dan tidak diserap oleh apa pun. Namun sekali lagi, mengamati graviton tidak mudah. Kalau radiasi latar foton itu panjangnya 1 hingga 5 milimeter, radiasi latar graviton ini panjangnya dari 1 cm hingga 1023 km ? sama dengan ukuran semesta yang kita ketahui. Beberapa detektor graviton antara lain memakai laser untuk untuk mengukur pergeseran renik antara dua benda bermassa yang terpisahkan beberapa kilometer. Ini pun tidak optimal.

Tapi di tahun 2000, ide baru dikembangkan. Selama zaman sup, graviton yang gelombangnya panjang itu tentu secara periodik memampat-renggangkan sup raksasa kita. Dan karena sup itu akhirnya menghasilkan radiasi foton, tentu ada riak-riak pada radiasi foton yang bisa diamati, sebagai semacam efek Doppler yang diakibatkan graviton.

Masalah lain adalah bahwa sup itu tidak homogen massanya. Jadi ada variasi gravitasi lain yang juga mempengaruhi riak pada radiasi foton. Maka jenis riak ini harus dipisahkan. Alat bantunya, antara lain, adalah analisis Fourier. Tapi karena aku punya kenangan buruk dengan analisis Fourier, tulisan ini enaknya berakhir di sini.

4510814

Sambil bikin Laporan Kegiatan KTPDI 1999-2001. Aku punya dosa besar ke KTPDI dengan meninggalkan komite itu nyaris satu tahun, sambil lupa bahwa aku punya kerjaan sebagai Sekretaris Umum. Begitu masuk lagi, keliatan bahwa biarpun Bidang-Bidang masih kerja, tapi sudah sangat perlu regenerasi. Jadi mulai deh rekruitasi volunteer.

4491783

Pertanyaan yang masih diselisihkan adalah soal gravitasi. Karena gravitasi per partikel cenderung paling lemah, maka fisikawan partikel mengalami kesulitan melakukan eksperimen untuk mencari property komponen ini (C++ merasuk).
Gravitasi diformulasikan nyaris bersamaan dengan gaya, oleh Newton. Satu abad berikutnya baru elektrik dan magnet, kemudian elektromagnetika diformulasikan. Abad berikutnya, nuklir lemah dan nuklir kuat. Tapi waktu elektromagnetik, nuklir lemah, dan nuklir kuat dipadukan dalam GUT, gravitasi masih juga menjadi teka teki. Gravitasi mudah teramati manusia karena dia cukup besar, dan sering bikin orang jadi memar atau benjol. Tapi sebenarnya gravitasi itu lemah dibanding gaya lain. Di level partikel, ia nyaris tak terasa, dan selalu diabaikan dalam kalkulasi. Kecil sih. Hanya, kalau gaya lain saling menarik dan mendorong sehingga saling membatalkan, maka gravitasi hanya bisa menarik, dan akibatnya terus membesar. Di level galaksi, hanya ada gravitasi. Gaya lain diabaikan, karena terlalu kecil.

Zaman Newton, gravitasi adalah property dari massa. Setiap benda bermassa, kalau melihat benda lain, ia mengukur massanya dan jaraknya, lalu menghitung: seberapa kuat ia akan menarik benda lain itu. Lalu mengikuti Faraday yang memakai medan listrik dan medan magnet, orang memakai konsep medan gravitasi. Einstein meneruskan: benda bermassa melakukan lengkungan pada ruang waktu di sekitarnya, mengubah posisi gerak benda-benda di sekitarnya, dan itu disebut gravitasi. Tapi kalau benda bermuatan terjadi karena interaksi foton, tidakkah sebenarnya justru massa juga merupakan interaksi antara gravitasi dengan partikel? Jadi bukan ?kalau tidak ada massa maka tidak ada gravitasi?, melainkan ?kalau tidak ada gravitasi maka tidak ada massa?.

Gravitasi menambah teka-tekinya dengan memisah diri gaya lain waktu big bang masih di bawah batas Planck. Waktu gaya lain mengembun meledakkan semesta, gravitasi sibuk menariknya kembali. Barangkali, gravitasi adalah reaksi dari massa. Atau sebaliknya, massa hanyalah reaksi dari gravitasi. Tapi lalu mengapa mereka berpisah. Mengikuti fluktuasi? Lalu …

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑