Page 151 of 211

Pilot Wave dan Doa

Ruang dan waktu, menurut asas relativitas, tak terpisahkan. Maka pilot wave versi David Bohm seharusnya bergerak dalam segala ruang-waktu, bukan ruang saja. Artinya, segala interaksi yang terjadi kini, bukan saya dikenali oleh partikel di mana saja, tetapi juga oleh seluruh waktu.

Artinya, selain mempengaruhi masa depan, ia juga mempengaruhi masa lalu. Ini harus dipahami secara fisika, bukan metafisika. Tapi kenapa nggak?

Di milis is-lam@, membahas soal “peristiwa fisika”, ada yang menyebut bahwa doa oleh manusia juga cuma aksi fisika. Barangkali sih. Tapi apa salahnya? Jadi akhirnya dicontohkan, misalnya seorang ibu berdoa agar anaknya lulus ujian, dan doa itu dikabulkan, maka balik ke masa lalu, proses pembentukan embrio si anak diatur agar si anak bisa lahir dengan sehat dan tidak mudah sakit, dan ke masa yang lebih lalu, lingkungan sosial diatur agar si anak bisa tumbuh di tempat yang mendukung interaksi yang sehat, dll. Jadi satu doa mempengaruhi berbagai hal di masa lalu dan masa depan.

Aku chat sama Ziggyt soal ini sebelum mulai proyek di LEN. Waktu itu di KA. Dan kita berdoa untuk sesuatu yang ‘mustahil’, karena harus menembus waktu. Waktu ternyata apa yang diharapkan itu benar-benar terjadi, kita juga surprise bener.

Hal-hal ini barangkali mempengaruhi pola pikirku. Halangan fisika, termasuk halangan waktu, bukan jadi penghambat buat doa dan harapan. Ada kekuatan mahabesar yang menguasai seluruh semesta, termasuk waktu, dan sekaligus jadi kekuatan mahakasih mahasayang.

Yani

Proyek buat skripsi dilaksanakan di LEN Bandung. Tapi nulis skripsinya di Malang. Dengan notebook putih dan imut bermerk Tandon, 486DX-50. Yani suka mau ikutan dipangku, ikutan ngetik skripsi. Mungkin maunya bikin hasil karya berdua. Tapi aku simpan teks dari Yani di file terpisah. Abisan isinya semacam “Kemarin Yani ke Gramedia”. Nggak nyambung donk sama radio-telephone network.

Waktu rasanya segala tantangan itu sudah lebih besar dari kemampuan diri, Yani memamerkan majalahnya. Apa ya. “Aku Anak Saleh” kali ya :). Yang ada Cici dan Koko itu lho. Dan di halaman sampul dalam ada QS Ad-Dhuha.

Demi pagi yang cerah. Dan demi malam yang kelam. Rabb-mu tidak pernah meninggalkanmu. Tidak pernah pula membencimu. Akhir niscaya lebih baik daripada awal. Dan Rabb-mu mengaruniaimu sehingga kamu ridha.

Dan seterusnya.

Kayaknya Yani memang selalu bisa bikin dunia ini lebih indah. Hehe, udah gede anaknya sekarang. Udah berani ngisi guestbook websiteku, sambil ngece-ngece pula. Awass kalo aku pulang. Harus siap-siap dijewer.

Rehat

Ternyata kelelahan di badan tidak cukup terdeteksi oleh kesadaran. Cuman rasanya komunikasi jadi penuh distorsi. Dan waktu akhirnya badan berhasil diistirahatkan, istirahatnya jadi cukup lama. Dan pagi ini bisa lagi merasakan cuaca Coventry yang masih hangat (compared to that nice city). Sofyan malah udah ngantor lagi. Eudora menarik mail dari 5 mailbox. Ratusan mail masuk. Hmmm. Kayaknya aku harus unsub dulu dari beberapa milis. Nggak sempat baca juga. Mendingan bekerja lebih cepat untuk thesis.

Freeedom

Mudah-mudahan semangat braveheart bangsa Skot ini jadi inspirasi untuk menghentikan sikap pemerintah Inggris yang terus membebek ke para kriminal di White House dan Pentagon. Mudah-mudahan angin keberanian, kemandirian, persaudaraan, dan kepercayaan diri untuk menjadi diri sendiri bertiup dan berkobar di mana pun orang pernah mendengar kepahlawanan bangsa Skot. Freeeeeeedom !

Highlander

Menjelajah Skotlandia, melintas Glasgow, ke kawasan highland, sampai ke kastil Stirling. Bukit-bukit yang sejuk saling menyusul, dengan belasan danau (loch) di batas bukit, dan bangunan klasik di tepi-tepi danau. Cuaca yang maunya tidak bersahabat justru memperkuat kesan misterius kawasan ini. Hutan-hutan menampakkan semua warna yang bisa kita bayangkan. Di luar hutan, peternakan luas dengan ribuan domba dan sapi berbulu tebal, dengan pagar-pagar batu yang pendek.

Kastil Stirling adalah lambang perjuangan rakyat Skot yang keras. Dan kita tahu bahwa mereka memang punya sesuatu yang patut diperjuangkan.

Edinburgh

Edinburgh, ibukota Skotlandia, dibangun di atas tujuh buah bukit. Di atas puncak tertinggi, dibangun kastil Edinburgh yang dipenuhi meriam-meriam dan dikelilingi karang-karang terjal. Yang jadi indah memang bukan kastilnya :), tapi pemandangan dari atas kastil. Edinburgh tampak mungil, namun ingin menampilkan kemegahan sebuah ibukota. Bukit yang gelap ditaburi cahaya, dan gedung-gedung tampak bersinar dari pagi sampai malam. Banyak cara dipakai untuk menampilkan kecantikan kota ini. Selain dari kastil, bisa juga dari kamera obscura tempat mengintai seluruh penjuru kota, atau cukup dengan menyusuri jalan-jalan yang tertata apik dan selalu bersih. Termasuk masjidnya yang apik, asri, dan bikin betah.

Skotlandia

Skotlandia memang bukan Inggris. Dibanding kesesakan kota-kota industri di kawasan Midlands, Skotlandia bener-bener boleh dinamai luar negeri. Barangkali semacam kawasan Eropa yang salah dipasang di Britania. Bukan hanya alamnya dan penataan lingkungannya yang berbeda, tapi gaya hidup masyarakatnya juga berbeda. Bank-bank di Skotlandia (setiap bank) juga ternyata menerbitkan mata uang poundsterling mereka sendiri, tanpa gambar ratu Inggris. Bahkan lambang negara UK di sini merupakan kebalikan dari di Inggris: unicorn di kiri dan singa di kanan.

Keramahan orang Skotlandia adalah keramahan dengan antusiasme. Ciri lain adalah kebanggaan yang hangat sebagai orang Skot, dan usaha mereka untuk membagikan kebanggaan itu.

v f p

Tahun-tahun sebelum LEN, kita jadi asisten Pak Bambang di Lab Elektronika. Dan masih hobby saling ngerjain juga. Aku juga lupa, kita lagi test apa sih di lab. Trus Ziggyt minta nilai v diubah. Aku naikin amplitudonya. Trus kata Ziggyt, bukan f tapi v. Aku jadi bingung, v bukannya tegangan ?

Ziggyt bilang lagi: bukan v yang itu, tapi v yang fase. Oh my. Itu mah p, bukan f dan v. Persinyalan real cuman punya tiga besaran: v (voltage), f (frequency), dan p (phase). Dan kalau ngikutin stylenya Ziggyt, tiga-tiganya bisa dinamai v. Mestinya namanya diganti jadi v, v satunya, dan v yang satunya lagi.
Memang, kerja tanpa Ziggyt jadi nggak seru …

Memutar VR

Tahun 1993, LEN. Aku dan Ziggyt lagi testing jaringan telepon radio kami. Biasanya kita simulasi perangkat masing-masing, tapi hari itu kita coba koneksikan perangkat kami. Mas Didit jadi pengamat. Kayaknya sih semuanya lancar. Agak. Ada trouble dikit di perangkat sentral.

Aku baca lagi kode assembly di mikrokontrolernya. Nggak ada algoritma yang salah. Kayaknya beberapa variabel di timing bisa dicoba diubah. Aku ganti-ganti aja angkanya, dengan catatan. Dicoba lagi, jalan.

Mas Didit nanya, “Apa tadi yang diganti?”.
“Angkanya aja, Mas.”
“Koen, mikrokontroler itu isinya angka semua. Jadi angka mana yang tadi diganti?”
Dih, kena deh :).

Tapi Ziggyt kurang puas dengan kualitas suaranya. Jadi dia ambil obeng, terus unit pelanggan diutak-atik. Dicoba lagi, sekarang semuanya sempurna.

Mas Didit nanya lagi, “Apa tadi yang diputar?”
Dan Ziggyt menjawab dengan valid sekali “VR-nya aja kok, Mas.”
Kali ini Mas Didit kehilangan kesabarannya. “Saya juga tahu, yang diputar itu VR. Mana ada IC diputar ? Jadi VR yang mana yang diputar ?”

Satu sama deh.

Smolin vs Bohm

Bukan berarti fisikawan jadi bahagia dengan teori Bohm. Teori ini, kata Lee Smolin, tidak bisa dibuktikan (dengan eksperimen). Fakta bahwa von Neumann salah tidak menunjukkan bahwa Bohm benar. Memang, kata Bohm. Tapi teori superstring juga perlu waktu beberapa dekade lagi untuk bisa diuji dengan eksperimen.

Jadi di buku Smolin (yang kita jadikan acuan untuk fisika awal abad 21), teori holografi ini nggak disebut-sebut. Dianggap hanya merupakan varian dari teori sum-over-histories dari Feynman.

Kalau Feynman mengatakan bahwa cahaya merambat dengan segala cara dan jurusan untuk mencapai mata kita, Bohm bisa kita peralat untuk mengatakan bahwa gelombang pilot lah yang merasakan seluruh ruang-waktu dan menyuruh partikel cahaya mengambil arah ke mata kita.

Kayaknya sih, Bohm mencoba merelativitaskan partikel-energi bersama ruang-waktu, sementara Smolin mencoba mengkuantumkan ruang-waktu bersama partikel-energi.

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑