Author: Kuncoro Wastuwibowo (Page 84 of 88)

Smolin vs Bohm

Bukan berarti fisikawan jadi bahagia dengan teori Bohm. Teori ini, kata Lee Smolin, tidak bisa dibuktikan (dengan eksperimen). Fakta bahwa von Neumann salah tidak menunjukkan bahwa Bohm benar. Memang, kata Bohm. Tapi teori superstring juga perlu waktu beberapa dekade lagi untuk bisa diuji dengan eksperimen.

Jadi di buku Smolin (yang kita jadikan acuan untuk fisika awal abad 21), teori holografi ini nggak disebut-sebut. Dianggap hanya merupakan varian dari teori sum-over-histories dari Feynman.

Kalau Feynman mengatakan bahwa cahaya merambat dengan segala cara dan jurusan untuk mencapai mata kita, Bohm bisa kita peralat untuk mengatakan bahwa gelombang pilot lah yang merasakan seluruh ruang-waktu dan menyuruh partikel cahaya mengambil arah ke mata kita.

Kayaknya sih, Bohm mencoba merelativitaskan partikel-energi bersama ruang-waktu, sementara Smolin mencoba mengkuantumkan ruang-waktu bersama partikel-energi.

Kuda Putih Saroyan

Trus inget cerita dari William Saroyan tentang masyarakat Armenia.

Tokoh cerita ini, seorang adik, ingin bisa naik kuda. Dan suatu malam si kakak memamerkan kuda putih ke adiknya. “Kamu curi dari mana ?” tanya si adik. “Apa kau tahu aku pernah mencuri?” tanya balik si kakak. Lalu tiap malam mereka berlatih dan bermain dengan kuda putih itu.

Tapi suatu pagi seorang tetangganya melihat mereka bermain kuda putih itu. “Mirip kudaku yang hilang,” katanya. Ia minta izin memeriksa giginya. “Sungguh mirip sekali sampai gigi-giginya.” Tatapannya sedih. Lalu ia mengubah suaranya jadi riang dan melanjutkan, “Tapi aku lebih percaya hatiku daripada mataku. Selamat jalan sahabat muda.” Dan kakak beradik itu melanjutkan permainan dengan kuda putih.

Tapi suatu malam si kakak berkata pada si adik, bahwa tidak ada sesuatupun yang abadi. Termasuk kuda putih itu. Si adik mencoba mengerti. Bagaimanapun banyak yang telah ia dapatkan bersama kuda putih itu. Orang tidak boleh serakah. Maka malam itu si kakak pergi bersama kuda putih dan kembali seorang diri.

Di tengah hingar bingar pagi, si tetangga dengan takjub menceritakan bahwa kudanya yang telah lama hilang, telah kembali ke kandangnya. Finish.

Kita memang bukan kumpulan orang suci, dan nggak bercita-cita jadi orang suci. Tapi kejahatan juga jauuh sekali di luar pikiran kita.

York

Sejarah York adalah sejarah Inggris, gitu katanya. Kota ini bahkan sudah dikenal sejak tentara Romawi menjajah bangsa Celtic di sekitar sini, dengan nama Erbocum. Maskot kota adalah serdadu Viking dengan jenggot putih dan muka lucu. Orang Viking menamai kota ini Jorvik, yang kemudian jadi York. Benteng-benteng menandakan pergantian kekuasaan yang terus menerus. Sebuah benteng yang tampak ditata megah, sekarang hanya tersisa sebelah tembok saja. Di sebelah luarnya, taman yang luas, dengan burung merpati dan tupai-tupai jinak.

Kayaknya tupai-tupai itu lebih menarik daripada benteng :) :). Sayangnya aku nggak bawa makanan. Jadi si tupai pada bingung ngejar-ngejar tanganku, mencium-cium cari kacang, terus kabur lagi. Lompat ke atas pagar, lompat ke atas pohon. Terus melompat.

Twin Tower of York

York. Imut amat ini kota.

Pusat kota dikelilingi tembok dan gerbang-gerbang tua yang sudah tidak utuh lagi. Di dalam kota, hanya ada beberapa jalan mobil. Selebihnya adalah gang-gang kecil tempat pejalan kaki. Jalan kecil itu acak, tapi tertata rapi, dikelilingi rumah-rumah dan toko-toko dengan arsitektur beraneka ragam dari berbagai jaman, membentuk kehangatan masyarakat di tengah alam Yorkshire yang mulai dingin. Kota macam York ini bikin betah, penuh variasi dan kejutan-kejutan.

Kalau New York berpuncak pada pencakar langit, puncak kota York hanyalah sebuah benteng pengintai mungil di atas sebuah bukit buatan yang kecil. Dari benteng itu, tampak sebagian lekukan bukit-bukit Yorkshire, dengan pohon-pohon dan daun-daunan musim gugur yang berwarna warni.

York, juga punya twin tower, yang lebih manis daripada bekas twin tower di kota adiknya. Gedung yang ada twin towernya ini dipakai berdoa bersama waktu Alf Wight a.k.a. James Herriot meninggal.

Nottingham

Ke Nottingham. Kota ini sebenernya menarik sekali, biarpun suhu udara nggak terlalu nyaman. Di mana-mana orang menyajikan legenda Robin Hood dan dunia kesatrian sebagai penarik pengunjung.
Tapi ini bukan kota wisata. Lebih banyak penduduk setempat yang sibuk dengan pekerjaan sehari-hari mereka. Barangkali ini contoh kota aktif yang optimal.

Broadband


Broadband networking memang bikin kita jadi agak paranoid :). Teknologi yang dipakai sedang berkembang terlalu pesat. Satu buku menulis dengan yakin bahwa teknologi IP tidak akan membuat ATM ditinggalkan. Buku berikutnya memprediksi bahwa dalam waktu singkat ATM harus ditinggal, karena suite IP sudah melebar ke banyak layer, dan kapabilitas MPLS untuk menangani QoS tidak diragukan lagi. Artikel dua bulan lalu menulis bahwa ATM gagal dimatikan. Bulan berikutnya majalah yang sama menulis bahwa MPLS hanyalah hype. Kegagalan implementasi UMTS barangkali memaksa orang lebih berhati-hati mengadopsi teknologi baru. Dan bagaimanapun teknologi berkembang lebih cepat daripada kemampuan mencetak buku atau bahkan artikel. Sekarang setiap artikel kita baca dengan curiga.

Ntar ujung-ujungnya kayak pakai PC. Install and run. Ngabur maksudnya.

Manchester

Yang menarik sebenarnya adalah proses untuk terus berinteraksi dan bekerja sama dengan melupakan perbedaan-perbedaan. Perbedaan tidak harus disatukan. Memang nggak semua orang percaya bahwa “kalau dua pendapat berlawanan, bisa jadi keduanya benar”. Bisa jadi yang nggak percaya itu juga benar :). Jadi buat yang nggak percaya, anggap saja membiarkan perbedaan itu adalah mengajarkan pendapat kita dengan strategi yang lebih cerdik dalam interaksi yang bersifat saling menghargai.

Jadi aku bisa menjawab soal “duluan telur atau ayam” dengan teori evolusi di depan Mas Medy Satria yang anti teori evolusi. Juga Mas Aris masih bebas merokok di sebelah makhluk anti rokok kayak aku. Kita udah tahu posisi masing-masing kok. Dan itu justru mempererat persahabatan, soalnya kita bisa saling menerima tanpa syarat :).

Buckingham Palace

Kerkahan dan runtuhan di muka bumi barangkali belum cukup untuk mengingatkan manusia akan kefanaan. Kita masih suka mengumpulkan tanda-tanda kemegahan di ruang-ruang terkungkung batu-batu tebal. Seolah kekuatan mekanik mampu mempertahankan kemegahan semu kita. Buckingham Palace, warna warni yang menyilaukan mata dan membutakan mata hati. Bukan kejayaan yang berumur panjang yang tampak, tapi justru pendeknya umur manusia-manusia yang konon pernah merasa tinggi di masa hidupnya dulu.

Telecom 2001

Bikin site Telecom 2001 buat rekan-rekan di Telecom-2001. Seadanya aja deh. Tahap 1 cuman buat naroh foto-foto aja. Banyak kerjaan laen.
Richard Hallow trus heran, dari sekian puluh mahasiswa yang konon paling progressif di bidang telekomunikasi, cuman 1 yang sempat punya ide bikin personal website. Hehe, dia salah. Ada dua sebenernya. Dua-duanya dari Indonesia tapi :).
Aku nggak punya waktu untuk mendengarkan alasan-alasan subyektif kenapa orang harus punya atau harus tidak punya website.

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑