Saroyan Lagi

Dan kuda putih lagi. Yang ditunggangi pagi itu oleh sepasang kakak beradik di negeri Armenia itu. Tercekat si adik melihat seorang tetangganya memergoki mereka bersama kuda putih itu. Tapi si kakak menenangkan.
Tapi tentu, si tetangga lebih tercekat lagi. Dihampirinya kuda itu. Benar-benar mirip kudanya yang hilang bulan sebelumnya. “Kalau aku tak mengenal kalian, tentu aku berani bersumpah bahwa ini kudaku yang hilang bulan lalu. Duhai, betapa miripnya.” Ia membuka mulut si kuda, dan mengamati giginya. “Bahkan gigi-giginya pun serupa benar. Aku hampir berani bersumpah.”

“Tapi aku mengenal keluarga kalian. Aku lebih mempercayai hatiku daripada mataku. Barangkali saja kuda itu memiliki saudara kembar juga. Selamat jalan, sahabat-sahabat mudaku.” Lalu ia berlalu. Kuda yang dicuri itu akhirnya kembali di suatu pagi yang lain. Lebih sehat dan lebih jinak.

Cerita yang aku baca dari zaman SMA ini (zaman ketika seorang guru mengatakan bahwa pandangan mataku selalu tajam) terlalu lama membekas. Tentu aku tak bisa mengharapkan punya sahabat yang lebih mempercayai hatinya daripada matanya. Sahabatku manusia, bukan malaikat :). Tapi setidaknya, untuk sahabat-sahabatku, aku masih akan lebih mempercayai hatiku daripada mataku. Setajam apa pun mataku kata pak guru itu (ke mana ya beliau).

Categories: Uncategorised

10 Replies to “Saroyan Lagi”

  1. … iya, banyak orang yang memilih mempercayai pandangan matanya daripada isi hatinya sendiri trus menggunakan ada yang dilihatnya untuk menutupi isi hatinya…

  2. kemana aja kamu, kun!!? pancet ae. “mempercayai hati daripada mata.” kamu itu gampang simpati dan gampang dimanfaatin orang. pance ae.

  3. menurut saya sih nggak ada salahnya gampang simpati dan nolongin orang.. itung2 amal kan.. :-)
    lagipula, semakin banyak kita memberi, insya Allah akan semakin banyak juga yg kita terima, meski bentuk dan asalnya berbeda.

  4. @1,2,3,4: Voici mon secret. Il est très simple: on ne voit
    bien qu’avec le coeur. L’essentiel est invisible pour
    les yeux.

  5. kok kayak komik : ruby si rubah kecil.
    kenapa nggak jadi deni manusia ikan aja?

    hihihi.. sorry, melenceng dari topik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.