Month: December 2000 (Page 5 of 5)

Tito

Siapa negarawan yang berani jadi komunis tapi sekaligus berani menentang Stalin di zamannya? Hanya Josip Broz Tito, pimpinan gerilyawan partisan Yugo yang ditakuti waktu melawan Nazi Jerman.

Bagaimana jadi gerilyawan yang bisa berhasil mengalahkan salah satu tentara yang paling jahat di dunia itu? Gerilya hanya bisa berhasil dengan dukungan rakyat.


Seorang petani mengadu ke Tito bahwa salah satu prajurit Tito merampas tanaman si petani. Tito mengidentifikasi prajurit yang bersalah, kemudian memanggilnya. Ia menanyakan, kenapa si prajurit merampas makanan. Jawab si prajurit dengan takut, “Saya lapar.” Tito menarik nafas dalam dilema yang berat. Hari itu ia memutuskan bahwa si prajurit harus dieksekusi.

Barangkali memang Tito itu atheist. Tapi setiap mendengar kisah Tito ini, aku selalu tercekat, dan hanya bisa menyebut nama Allâh. Jadi pemimpin sejati itu sungguh berat.

Perang Dunia II sendiri bukan soal mudah. Meninggalkan banyak pertikaian internal. Seusai perang, pertentangan Tito dan Stalin makin sulit dihindari. Seperti biasa, Stalin mengatasi hal-hal semacam ini dengan mendorong pemberontakan untuk menjatuhkan pemimpin yang tak sesuai kebijakannya, atau bahkan dengan melakukan pembunuhan. Berulang kali terjadi percobaan pembunuhan pada Tito.

Bosan dengan situasi semacam itu, akhirnya Tito menulis surat kepada Stalin: “Mohon hentikan mengirim orang untuk membunuh saya. Sudah tertangkap lima. Satu bawa bom, satu bawa senapan mesin. Kalau tak bisa berhenti, saya akan kirim satu pembunuh ke Moskow. Dan satu saja sudah cukup.”

Stalin menyimpan surat itu hingga akhir hayatnya. Ia tak mengirim orang lagi untuk membunuh Tito.

1523416

Relativitas umum, secara lebih umum membahas pengaruh objek terhadap hukum-hukum fisika. Adanya objek matahari membuat ruang-waktu di sekitarnya melengkung, sehingga lintasan bumi berubah. Jadi kayak gini: lintasan bumi adalah formula matematika. Adanya matahari membuat matematika berubah. Kalau nggak ada aku 1+1=2 terhadap kamu, kalau ada aku 1+1=1.1 menurut kamu. Setiap objek memiliki karakteristik yang mengubah matematika di lingkungan di sekitarnya.
Mirip sama ekstrapolasi mekanika kuantum menurut Interpretasi Kopenhagen kan ? Ah, massssa.

Sajadah

Mail hari ini. Site Sajadah.net mengadakan lomba homepage keislaman. Ide yang bagus juga. Barangkali nanti kita bisa bikin Islam Interlink versi Indonesia.

Site Islam Indonesia pertama pastilah Isnet, yang cukup progressif di zamannya. Tapi kemudian orang-orang Isnet, termasuk aku, nyaris stagnan. Materi site masih berkembang khususnya di bagian Tarbiyah dan Media, tapi layanan yang disediakan tidak lagi. Tapi site di luar Isnet berkembang baik. Ada Ukhuwah, ada Paramadina, banyak pesantren, media, dan yayasan. Kalau diinventarisasi dengan baik, pasti hasilnya rancak kali.

Einstein

Di Isnet aku pernah ngebahas soal revolusi yang dipicu Einstein itu. Terus aku disangkal dengan pernyataan bahwa teori relativitas tidak valid. Padahal waktu itu aku lagi cerita tentang efek fotoelektrik, bukan relativitas. Aku sendiri nggak tahu banyak soal relativitas.
Relativitas mengatakan bahwa tidak ada interaksi yang terjadi seketika. Semua interaksi terjadi dengan waktu tunda, dan waktu reaksi yang tercepat adalah besaran absolut yang dinamai c. Jadi c adalah kecepatan maksimal yang bisa dicapai. Itu pun hanya bisa dicapai oleh benda tanpa massa (seperti cahaya).
Sebelum Einstein, ruang dan waktu dianggap absolut, dan kecepatan itu perbandingan keduanya. Einstein mengubah diskursus ini dengan memasukkan kecepatan absolut itu, sehingga ruang dan waktu terpaksa jadi relatif.
Waktu direlatifkan terhadap kecepatan dengan memakai teorema Pitagoras biasa, dan hasilnya jadi transformasi Lorentz. Waktu t1 dan t2, dibandingkan oleh dua pengamat yang berbeda kecepatan sebesar v adalah t1=t2/(1-(v2/c2))½)). Karena waktu bergeser, kecepatan relatif juga bergeser. Kecepatan relatif v antara kecepatan v1 dan v2 menjadi v=(v1+v2)/(1+v1×v2/c2). Dan percepatan a yang merupakan turunan dari v terpaksa bergeser juga. Perbandingan percepatan antar frame waktu adalah a1=a2×(1-v2/c2)3/2, dan karena a lokal adalah F/m, maka a relatif adalah a=(F/m)×(1-v2/c2)3/2, atau F=m×a×(1-v2/c2)3/2.
Energi kinetik akibat F, menjadi W=(m×c2)/(1-v2/c2)½ – (m×c2). Kita lihat, ada dua ruas yang dihasilkan dari persamaan terakhir. Ruas pertama mengandung nilai v (tergantung pada gerak), tetapi yang kedua tidak. Jadi energi kinetik adalah energi total yang dikurangi oleh semacam energi internal yang tak tergantung oleh gerak. Inilah yang dipahami publik sebagai penemuan Einstein yang terbesar, yaitu bahwa setiap materi memiliki energi internal sebesar E=m×c2.
Soal-soal pembelahan nuklir dan lain-lain sebetulnya tidak berkaitan dengan hasil kerja Einstein. Hanya persamaan Einstein itu dipakai untuk menjelaskan massa yang hilang dan menghasilkan energi.

Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑