Jakarta
. Kenapa sih kok engineer harus sibuk sama soal-soal fisika? Orang elektronika harus mencari ruang baru setelah dimensi semikonduktor kapan-kapan terus mengecil menembus batas kuantum. Orang telekomunikasi harus memikirkan transmisi lebih lanjut setelah kapan-kapan transmisi optik mencapai batas, juga harus mempelajari pola keacakan noise. Orang komputer harus mencoba memikirkan alternatif logika kalau kapan-kapan kebutuhan software jauh melebihi kemampuan component-programming. Jadi, mainan teori chaos, mainan mekanika kuantum dan superstring, siapa takut?
Month: October 2000 (Page 3 of 5)
Richard Feynman, salah satu fisikawan besar abad ini dan juga pemenang hadiah nobel, adalah tokoh yang merakyat. Artinya, dia suka sekali meluangkan waktu menulis buku-buku tentang fisika dengan bahasa yang mudah dipahami orang yang bukan fisikawan profesional. Temuannya yang paling besar adalah QED, quantum electrodynamics. Juga ia menyusun teori sum over histories untuk menjelaskan mekanika kuantum. Tapi ia punya temuan lain yang lebih besar. Seorang mahasiswa memintanya menulis surat ke ibu si mahasiswa, untuk menerangkan bahwa studi bidang fisika itu juga penting. Feynman menulis surat ke si ibu, mengatakan bahwa si ibu tak perlu khawatir akan pilihan studi anaknya. Physics is not important, tambahnya di surat itu, love is. Proyek Feynman yang terakhir adalah mengunjungi Tuva, sebuah republik di Uni Soviet, dekat Mongolia, karena nama ibukotanya Kyzyl. A city spelled k-y-z-y-l must be interesting to visit. Tapi birokrasi Soviet menghambat usahanya sampai Feynman meninggal.
Ada istilah lucu lagi: Schrödinger’s Squid, dipakai di dalam riset superkonduktivitas dengan efek kuantum.
Lagi korespondensi panjang ke Malang. Berjam-jam talk dengan Totok, tapi dia nggak punya waktu buat bantuin legalisasi. Talk dengan Pak Julius untuk referensi, ok. Beliau antusias sekali ngebantu orang. Jangan-jangan keturunan malaikat. Talk dengan Pak Sholeh. Beliau juga menerima sekali.
Aku jadi terdorong pingin bantuin orang-orang juga :) :). Bukan berarti selama ini nggak sih. Aku selalu nerima mahasiswa yang minta bantuan apa aja, dengan full support kok, biarpun kadang waktu yang diperlukan juga luar biasa. Aku pikir, aku dapet teladan yang baik dari para senior-ku.
Duh, soal legalisasi enaknya gimana yach … :)
Mbak Indah dari BritCoun bilang, aku harus submit ijazah, transkrip, terjemahannya ke English, dan dilegalisasi. Aku langsung kebayang kalau aku bisa jadi foton yang bisa berada di dua tempat sekaligus (bukan hanya sebagai gelombang probabilitas). Aku kayaknya harus ke Malang, tapi juga harus terus di kelas di Jakarta.
Di milis bandung-raya©egroups.com, aku baca mail bulan September, tentang penerjemah resmi. Kok kebetulan sekali aku lagi perlu yah. Disorder mewujud ke pola?
Aku masih pusing.
Aku lagi gampang bener pusing, efek dari flu kayaknya. Cuman kok lama bener. Pagi ini ke kantor pos, mau ambil kiriman buku, tapi aku lupa lagi bawa KTP dan SIM; jadi Bu Pos-nya menolak klaim. Kali-kali diambil minggu depan aja deh. Pikun itu bikin banyak disorder aja.
Bandung. Gagal malakin Ziggyt di Jakarta, aku malahan duduk di sebelah saudara-nya Ziggyt di KA Parahyangan Jakarta-Bandung (tempat aku kehilangan kacamata seminggu sebelumnya).
Cerita-cerita Interpretasi Kopenhagen, tapi sama sekali lupa menyebut si pak tua Einstein. Sebetulnya mekanika kuantum dikembangkan setelah pak tua ini ‘menemukan’ foton, waktu dia menjelaskan efek fotolistrik, menggunakan tetapan Planck (dan dia memperoleh hadiah Nobel karena ini).

Tapi Interpretasi Bohr dan Heisenberg atas kuantum ditentang habis-habisan oleh Einstein. Memang ada yang tidak kompatibel antara teori kuantum dengan relativitas. Yang lucu, di tahun 1950-an, David Bohm dll menemukan bahwa efek fotolistrik dapat dijelaskan tanpa harus mengasumsikan cahaya sebagai foton. Dan yang juga lucu, di tahun 1990-an, para ilmuwan menemukan bahwa interpretasi Bohr juga ternyata tidak sepenuhnya benar. Alam semesta memang jauh lebih menarik daripada tafsiran dan mimpi kita yang paling liar sekalipun.
Udah lama nggak ke site Astronomy Picture of the day. Barangkali aku kebanyakan think locally act locally yach.
Masa?
So you speak to me of sadness
and the coming of the winter
Fear that is within you now
it seems to never end
And the dreams that have escaped you
And the hope that you’ve forgotten
You tell me that you need me now
You want to be my friend
And you wonder where we’re going
Where’s the rhyme?
Where’s the rhytms?
It’s you who cannot accept
It is here we must begin
to seek the wisdom of the children
And the graceful way of flowers in the wind
For the children and the flowers
are my sisters and my brothers
Their laughter and their loveliness
would clear a cloudy day
Like the music of the mountains
and the colors of the rainbows
They’re a promise of the future
and a blessing for today
— John Denver’s “Rhymes and Rhytms”
