Page 194 of 211

Dinamika

Semesta, cukup diciptakan dengan sebuah formula. Formula yang benar akan membentuk harmoni yang sepenuhnya berisi keindahan, dan dengan demikian mewujudkan diri. Konon formula itu mewujudkan diri dalam bentuk getaran — bukti bahwa eksistensi hanya bisa mewujud melalui dinamika. Maka sang getaran membuka dimensi (as-samawat) dan kuanta (al-ardh), yang berikutnya saling berkait dan saling mengisi menyusun semesta yang indah ini. Saat revolusi semesta membentuk manusia, untuk pertama kali semesta memiliki kesadaran. Termasuk kesadaran untuk mengaktualisasikan eksistensi dengan dinamika. Kuncinya benar-benar ada pada dinamika. Perubahan yang terus menerus dalam segala level kemanusiaan (yang artinya kesemestaan). Tentu, termasuk perubahan atas tata nilai (umwertung aller werte).

chch-1.jpg

Telematika

Komunikasi, dalam definisinya, berarti bentuk dinamik dari informasi. Kemudian bidang engineering memberi nama-nama baru: telekomunikasi (soalnya komunikasi bisa menjangkau jarak jauh) dan informatika (soalnya informasi diperlakukan sebagai matematika). Sebenarnya kedua ilmu ini membahas soal yang sama, namun pada layer yang berbeda.

Di Indonesia, KADIN memaksakan sebuah nama yang konyol untuk menggabungkan kedua bidang ilmu: telematika — kata yang sama sekali tidak mengandung kata komunikasi dan informasi. Lebih dari itu, kata telematika (telematics) sebenarnya sudah pernah dipakai di US sebagai nama sistem komunikasi dalam mobil tanpa kabel, yang memungkinkan pengendara untuk mengakses berbagai layanan, termasuk panduan jalan dan telepon dengan dial suara.

Jerit Makhluk Terluka

Aku mendengar suara
Jerit makhluk terluka.
Luka … luka … hidupnya
Orang memanah rembulan
Burung sirna sarangnya
Sirna … sirna … hidup redup
Alam semesta … luka …

Hujan Bom

Hujan bom di Indonesia. Diawali dari Bandung, Medan, Pekanbaru, Jakarta, Batam, Mataram, Mojokerto. Yang Bandung di Antapani pula. Berapa yang meninggal ? Apakah kehidupan dapat dihitung dengan angka ? Membunuh satu manusia sama dengan membunuh seluruh negeri. Rongsokan kemanusiaan makin berkarat.

Buka Bersama Santri

Alhamdulillah, sore kemaren acara buka bersama para santri dan anak yatim bisa terlaksana dengan baik. Dananya lebih dari cukup, jadi uang dan bingkisan untuk mereka bisa ditambah. OK, kalau satu bisnis sudah selesai, kerjakan bisnis yang laen.

Kafilah

Hai orang di dalam kafilah, pergilah !
Tapi ikuti jalanmu sendiri
Kalian datang dengan cerah berseri
Lebih cemerlang daripada mentari yang menyinari bumi
Hiduplah
Hingga sinarmu menyalakan setiap zarrah di seluruh semesta

Muhammad Iqbal

Satu Satu

Aku bikin surat ke Kabid SDM untuk meminta ketetapan status. Nggak aku tembusin ke Kadiv. Pertama, aku mau mulai ikutan nggak mengakui Mike Towne sebagai Kadiv (yang artinya sekarang nggak ada Kadiv) — hal yang aku acuhin selama ini. Kedua, buat agak ngingetin Kabid SDM bahwa tugas mengurus SDM itu wewenang beliau, jadi beliau nggak harus selalu minta petunjuk dari Mike Towne.

Malem tadi aku dan si makhluk manis mulai itung-itungan sisa dana yang tersedia. Insya Allah, dengan standar hidup minimal, bisa cukup. Siapa sih yang takut miskin? Soalnya bukan kemiskinan, tapi ketakutan. Lucu kalau aku urung dari niat sekolah, hanya gara-gara gaji aku, termasuk asuransi kesehatan, diputus Ariawest. Aku seharusnya malahan lega, soalnya akhirnya aku nggak punya utang budi sama sekali ke The Criminal Mike Towne dan The All-Incompetent Ariawest.

Enaknya sekarang nerusin persiapan acara buka bersama dengan anak yatim dan anak miskin. Mereka lebih butuh perhatian. Uh, gede juga dananya. Mudah-mudahan penggalangan dana bisa berhasil.

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders Noren — Up ↑