Page 191 of 211

Far Gosford Rd

Terusir lagi dari Q122. Dan memang udah suntuk bener di depan komputer. Jadi iseng jalan-jalan sepanjang Far Gosford Road. Di pinggirnya banyak ruko-ruko kecil. Ngintip etalase-etalase, pingin tau apa sih yang biasanya dicari orang Coventry. ATM, toko buku kecil, supermarket kecil, kantor pos kecil, toko komputer kecil. Nggak beda jauh sama Antapani ;). Ada semacam pet shop. Banyak kandang burungnya. Ada kucing belang hitam putih gemuk lagi bobo di atas kandang burung. Keliatannya nyaman, hangat. Jadi pingin balik ke rumah mungilku di Bandung. Rumah yang hangat dan nyaman. Dan ada makhluk manisnya. Duh, masa sih aku iri sama si pus ?

Admin Defacto

Di Q122 aku punya tempat duduk favorit. Dekat pintu, jadi kalau haus bisa cepat keluar; dan dekat printer, jadi nggak harus capek kalau mau ngeprint. Asiknya, teman-teman aku suka nanya-nanya ke aku kalo punya masalah dengan printer. Kali-kali soalnya aku duduk paling dekat sama printer. Tapi lama-lama mereka konsultasi soal-soal lain, termasuk komputer yang nggak bisa login, cara bikin account email, dan bahkan cara bikin presentasi dengan PowerPoint (kayak aku pernah pakai PowerPoint aja). Dan yang menarik, lama-lama yang nanya-nanya bukan temen aku aja, tapi orang-orang yang nggak aku kenal juga.
Masalahnya adalah bahwa ruang ini nggak pernah ada adminnya. Kali-kali akhirnya aku bisa mendaftarkan diri jadi admin di ruang Q122.

Libya

Ngobrol dengan temen dari Libya. Bukan dari program Telekomunikasi sih, cuman ketemu di Q122 aja. Libya ngirim 7 orang untuk engineering management aja. Kayaknya itu negara lagi mau bangun lagi nih. Aku pernah salut sama sistem sosialis ala Libya. Cuman aku nggak suka sistem yang berpusat di satu orang sih. Suka macet di tengah jalan kayak Libya :).

Missing Neutrinos

Kena assignment kayak gini, otak kok kayaknya jadi blank yach :). Akhirnya aku jalan-jalan aja ke pusat kota, di bawah gerimis beku. Hey, aku baru liat pasar tradisional Coventry. Lucu bener. Mirip-mirip sama Pasar Besar di Malang. Baunya juga, haha, persis.
Balik, masih pusing, melayapkan diri ke Waterstone’s, toko buku yang lumayan bagus di sini. Masih di pusat kota. Berlama-lama memelototi Feynman. Pingin juga nulis-nulis yang aneh-aneh kayak dulu. Ambil sebiji buku Gribbin, The Case of the Missing Neutrinos. Mudah-mudahan otakku mau bangun.

Gempa India

Gempa di India hari Jumat kemaren ternyata lebih parah dari yang aku kira. Antara 20 sampai 30 orang meninggal, dan 200 ribu orang kehilangan tempat tinggal. Angka-angka hanya bakal jadi statistik (itulah sebabnya aku nggak percaya statistik). Cuman gimana rasanya kehilangan rumah dan kota tanpa punya alternatif tempat tinggal, sambil kehilangan keluarga dan orang-orang dekat kita? Di luar dingin sekali. Air separuh beku menusuki kulit. Dan di dalam, hati jadi dinginnnn sekali.
Dan di Indonesia, orang mempertengkarkan hal-hal yang tidak ada gunanya: visi, agama, ras, kedudukan, presiden, dan hal-hal remeh lainnya. Bangsaku memang dikenal paling tidak bisa bersyukur.

Kelinci

Cuaca cukup ekstrem. Pagi-pagi, masih banyak butiran es dari embun yang beku. Tapi matahari merah langsung menghapus semua bercak putih es. Suhu hangat, kalau kita diam, tapi dingin kalau kita bergerak. Kelinci-kelinci cokelat abu-abu yang gemuk-gemuk mulai berani keluar dan berlarian di taman. Kenapa coba, aku harus bikin assignment. Kayaknya enakan ngejar-ngejar kelinci.
Tapi selera makan masih rendah sekali. Kebayang juga, kenapa tentara Romawi nggak mau berlama-lama di Anglia. Makanannya rasanya … ampunnnnnnnnnnnnnnn. Kalau di Bandung aku paling ogah minum Pepsi, di sini Pepsi jadi minuman favorit. Minuman laen rasanya juga ampunnnnn …

Washington

Weekend, biasanya diawali dengan tetirah ke Washington (atau lebih sering dinamai dengan washing room), terus nyoba ruang komputer baru di Westwood Heath. Komputernya lumayan sip sih, cuman harus ikut jadwal antrian. Di luar matahari bersinar cerah. Mudah-mudahan teman-teman di sini lebih suka renang atau ke gym daripada ikut memperpanjang antrian komputer, hehe. Techie maju tak gentar.

Baju Minim

Cuaca lagi hangat. Bisa jalan-jalan pakai baju tangan panjang berlapis kaos tangan pendek aja. Bukan mau sok berani melawan dingin sih. Cuman abis kelamaan kena dingin, kulit ari merasa perlu pensiun dini, jadi mereka melepas diri beramai-ramai. Rasanya kan geli campur gatal gitu, seharian. Efek itu baru bisa dikurangi kalau pakaian diminimalisasi.
Jalan-jalan bersih dari es, dan langit bersih dari mendung. Enak buat ngelamun di luar, sebenernya. Cuman assignment-nya euh, membanjir.

π-Koen

OK, presentasi selesai. Kebayang aja Mr π-Koen yang suka tahu-tahu kehilangan kosa kata, terpukau (bukannya malah memukau) di depan kelas. Nggak jadi cerita tentang kejaiban-keajaiban tapinya. Takut malah jadi bahan diskusi baru, dan malah kelamaan di depan kelas. Kalau udah nggak lack of confidence, boleh lah, lain kali.

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑