Page 192 of 211

Washington

Weekend, biasanya diawali dengan tetirah ke Washington (atau lebih sering dinamai dengan washing room), terus nyoba ruang komputer baru di Westwood Heath. Komputernya lumayan sip sih, cuman harus ikut jadwal antrian. Di luar matahari bersinar cerah. Mudah-mudahan teman-teman di sini lebih suka renang atau ke gym daripada ikut memperpanjang antrian komputer, hehe. Techie maju tak gentar.

Baju Minim

Cuaca lagi hangat. Bisa jalan-jalan pakai baju tangan panjang berlapis kaos tangan pendek aja. Bukan mau sok berani melawan dingin sih. Cuman abis kelamaan kena dingin, kulit ari merasa perlu pensiun dini, jadi mereka melepas diri beramai-ramai. Rasanya kan geli campur gatal gitu, seharian. Efek itu baru bisa dikurangi kalau pakaian diminimalisasi.
Jalan-jalan bersih dari es, dan langit bersih dari mendung. Enak buat ngelamun di luar, sebenernya. Cuman assignment-nya euh, membanjir.

π-Koen

OK, presentasi selesai. Kebayang aja Mr π-Koen yang suka tahu-tahu kehilangan kosa kata, terpukau (bukannya malah memukau) di depan kelas. Nggak jadi cerita tentang kejaiban-keajaiban tapinya. Takut malah jadi bahan diskusi baru, dan malah kelamaan di depan kelas. Kalau udah nggak lack of confidence, boleh lah, lain kali.

Telekomunikasi Palestina

Lagi panik finishing bahan presentasi tentang Telekomunikasi Indonesia. Masa sih harus cerita bahwa Indonesia itu penuh dengan keajaiban ?

Ada temen yang baru gabung, Khaldoun Qawasma dari Palestina. Menarik denger cerita dia tentang sistem telekomunikasi Palestina. Waktu (sebagian) Palestina dilepas dari penjajah, nggak ada sitem telekomunikasi sama sekali yang ditinggalkan. Jadi mereka bisa langsung membangun sistem dengan teknologi tinggi. Mereka juga harus bikin link dari West Bank ke Gaza Strip dengan microwave yang melintasi wilayah yang masih diduduki penjajah.

Mimpi Lintas Dimensi

Calvin sama Hobbes pernah membahas tentang mimpi. Emang kenapa sih kita mimpi, tanya Calvin. Apa otak kita bosan harus beristirahat? Barangkali, kata Hobbes, itu mekanisme biar kita bisa meneruskan kehidupan yang menarik ini biarpun badan sedang diistirahatkan. Terus mereka berdua bobo, dan nerusin permainan mereka di dalam mimpi. Itulah yang paling menarik dari mimpi. Kita bisa ketemu orang-orang yang kita sayangi, tanpa mampu dipisahkan oleh dimensi.

Not Even Wrong

“It is not even wrong.” kata Pauli. Kadang kebayang bahwa diskursus kita, khususnya yang bersifat ilmiah, menuntut segalanya untuk mengikuti logika yang tertata rapih untuk menentukan apakah sesuatu itu benar atau salah. Kalau sistem logikanya aja asal-asalan, hasilnya bukan lagi salah, tapi kayak kata Pauli tadi.

Snowball


Akhirnya salju turun juga. Kecil-kecil, tapi lama-lama tambah deras saja.

Sebagai Calvinist sejati, aku langsung bikin snowball yang secara balistik bisa dipertanggungjawabkan. Dan sang korban pertama adalah Adnane dari Maroko.

Perpustakaan PBB

Matahari nggak mau terbit, tapi justru nyaris nggak ada es hari ini. Langit, jalan-jalan, pohon-pohon, lembah-lembah, semua jadi satu warna: kelabu. Cuman rumah-rumah tua yang masih mau tampil beda dengan warna coklat kemerahan. Hari ini mau aku abisin di perpustakaan, menjelajahi telecommunications management. Errr … kayaknya semua istilah jadi punya makna ganda: satu teknis dan satu non teknis. Perpustakaan ini juga jadi ruang antar bangsa. Duh, kayak masuk sidang umum PBB aja.

IEE, Barclays

Melintasi Warwick University. Di depannya, seluruh padang tertutup es tipis. Hanya ada warna putih dan kelabu. Jadi inget sama site aku di Citeweb yang hanya aku warnai dengan nuansa kelabu. Waktu itu sih rasanya indah, haha.

Akhirnya aku mengajukan aplikasi masuk ke IEE. Biar aja, jadi anggota IEEE dan IEE sekaligus. Juga buka account di Barclays Bank. Masih nyoba nata-nata kehidupan juga, sambil mulai bikin assignment pertama.

Happy b-r-r-r-r-r-r-r-r-r-r-day to meeeeeee ….

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders Noren — Up ↑