Page 190 of 211

2282573

Nah lo, sore-sore malah ngeliat sepasang tupai main-main di lapangan rumput, sambil cari biji-bijian. Musim kayak gini dia cari biji apa yah ? *bertanya-tanya*. Aku jadi tambah iri aja sama si tupai. Pingin sekali bisa main-main berduaan di lapangan rumput.
Di Bandung lagi musim apa ya?

2256076

Ke Far Gosford lagi, mau kirim kartu pos bergambar pus lompat-lompat. Di pet shop, keliatan si pus gemuk itu lagi. Ngeliatin aku aja. Abis aku tau bahwa kantor pos Gosford jauh lebih dekat daripada city-centre, kayaknya aku bakal sering-sering lewat pet shop itu. Kali-kali lama-lama si pus gemuk itu apal sama aku. (Ralat: si pus belum bakal apal, soalnya waktu aku lewat sana dulu kan dia masih bobo. –Red)

Domain Romania

Romania, negara di Eropa Tenggara, yang bener-bener khas Eropa Tenggara. Indah, kaya budaya, tapi miskin secara ekonomi. Lelah diduduki kekaisaran Austo-Hungaria dan komunisme Russia, negeri ini masih gamang menyusun visi masa depannya. Kayaknya secara virtual aku mau jadi warga negara sini. Soalnya pasti lucu kalau aku punya domain kayak gini:

kun.co.ro

2239670

Mana yang lebih dulu: DNA atau protein? Ini lebih rumit. DNA direplikasi oleh protein, dan protein direplikasi oleh DNA. Tapi DNA tidak lebih hanya pembawa informasi. Protein cuman zat kimia yang bisa jadi katalis. Jawabannya akhirnya: mungkin DNA. Tapi jawaban nggak boleh berhenti di sini. Soalnya sebenernya kita melupakan RNA.

Di kebanyakan makhluk hidup (selain virus), RNA seolah hanya kurir pembawa pesan waktu DNA membentuk protein, dan waktu DNA direplikasi. Padahal, barangkali justru biang dari segalanya justru RNA itu.

Kayak yang pernah didiskusikan di Isnet, ‘nenek moyang’ makhluk hidup adalah senyawa yang bisa bereaksi dengan katalisasi diri. Dengan sifat itu, senyawa ini menarik molekul di sekitarnya untuk membentuk senyawa yang mirip dengan dirinya, terus menerus. Mungkin ini RNA, atau setidaknya bentuk primitif dari RNA yang kelak memperbaiki diri menjadi RNA. Masalahnya umur RNA tidak panjang. Jadi mekanisme evolusi membuat salah satu RNA menemukan DNA yang bisa hidup lebih lama dan menyimpan informasi, sekaligus menemukan mekanisme replikasi DNA dengan protein, sehingga umur ‘organisme’ yang berupa siklus reaksi DNA-RNA-protein-RNA-DNA itu bisa panjang.

Bisa cukup panjang untuk meneruskan rantai evolusi membentuk kehidupan yang kompleks dan luas mengisi bumi.

Cukup panjang untuk menyimpan kecerdasan dalam organisme bernama manusia yang bisa memahami proses yang panjang itu — dan mungkin juga bisa memahami kasih sayang agung yang menyusun skenario yang indah itu.

2239590

Mana yang lebih dulu: telor apa ayam? Telor donk. Sejak evolusi makhluk belum menciptakan ayam, telor sudah terbentuk. Nenek moyang ayam, yang tingkat keayamannya belum memungkinkan untuk disebut ayam, sudah punya telor. Dan kelak dari salah satu telor itu, menetaslah makhluk yang tingkat keayamannya sudah cukup untuk disebut sebagai ayam.

2217123

Essay tentang telecommunications’ strategic issue selesai, akhirnya. Mestinya bisa dirayakan dengan jalan-jalan ke Waterstone’s. Cuman temen-temen yang belum selesai lagi pada panik, minta bantuan ini itu. Jadi merasa egois kalau ngabur sendirian. Lagian kalo ngabur ke toko buku, siapa sih yang mau diajak?

2215073

Suntuk sama assginment, terus nyoba main-main ke Waterstone’s. Tapi masih tutup. Jadi main ke Waterstone’s Online aja. Wah, kalau tiap suntuk terus belanja buku, serem juga nih. Pelarian kok buku lagi buku lagi.

Politik Februari

Demo mahasiswa menyelimuti Jakarta untuk menurunkan presiden Abdurrahman Wahid. Presiden panik, menyusun pertemuan kabinet, tapi membubarkannya beberapa menit kemudian. Massa PKB didatangkan untuk membela presiden.

Aku bener-bener nggak care dengan para politisi Indonesia. Tapi kapan sih rakyat boleh hidup tenang dari gangguan para politisi?

Bangsa Okol

“Sayangnya, bangsa Indonesia ini suka lari ke fisik. Kalau otaknya tidak kerja maka yang kerja okol. Inilah yang merusak ukhuwah itu. Padahal, penyadaran ukhuwah itu penting untuk saling menghormati,” kata ustadz Nurcholish Majid.

Kali-kali bangsa Indonesia bakal dikenang sebagai bangsa okol. Apa-apa pakai adu fisik: dari urusan partai, urusan sepakbola, urusan ras, bahkan urusan agama. Masa sih urusan agama bisa dijalankan dengan kebiadaban?

Kalau Allah menghendaki, disebutkan di Quran, maka semua manusia akan berjalan lurus di jalan yang dikehendaki. Soalnya adalah bahwa Allah memang menyusun semesta dengan kompleksitas yang menarik seperti ini, sehingga manusia tertantang untuk memaksimalkan potensinya untuk memecahkan masalah-masalah.

Tapi manusia Indonesia malas memanfaatkan potensi kecerdasannya. Maunya sih asal tubruk, satu arah, dan akhirnya jadi bangsa okol.

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑