Page 163 of 211

ISSM 2001

Manchester, ISSM-2001, ajang berkumpulnya mahasiswa sains Indonesia. Otak yang lagi dijenuhi paper dan protokol-protokol jadi bangun dan berputar lagi waktu menyimak para matematikawan beraksi. Aku lupa kenapa aku pilih sesi matematika, tapi asik aja menyimak lagi nama-nama Hamilton dan Lyapunov (yang entah tersimpan di laci memori yang mana). Lompat sebentar ke engineering, ketemunya manuver kapal dengan chaotic system juga, ketemu Lyapunov juga, sekalian aja balik ke matematika lagi.

Sesi-sesi break juga jadi kayak sesi diskusi yang lain. Diskusi soal website Kibar dengan Mas Laksono Adhianto, soal KBI dengan Mas Arisman Adnan, soal pemberdayaan masyarakat dengan Mas Sutanto, soal Perancis dengan Mas Warsito, soal Belanda dengan Mas Suyono, dan soal-soal miscellaneous dengan Mas Theo Tuwankotta, dan jalan malam menyusuri kanal dengan Mas Medy Satria dan Aris Munandar.

Tapi waktu mengejar tanpa ampun. Balik ke Coventry lagi, dan paper menghadang lagi. Life must go on.

5261178

Viva voce buat paper regulasi telekomunikasi. Kenapa sih, tiap kali ketemu yang bentuknya mirip interview gini, langsung aja badan pasang posisi siap lari. Memang sih jadi con spirito dan con bravura, tapi kan pikiran jadi terpacu kencang. Aku juga lupa, berkicau apa aja jadinya. Mudah-mudahan nggak bikin ideologi baru lagi. Que sera sera aja ah.

5237814

Akhirnya punya waktu sekedar buat meluruskan kaki. Musiknya Götterdammerung aja, biar moodnya nggak berpacu :). Coba setengah hari melupakan paper yang deadlinenya Senin, melupakan ujian regulasi hari Jumat, melupakan seterika baju buat ke seminar di Manchester :).

Tapi kok Götterdammerung musiknya penuh semangat sekali. Para kurcaci yang sibuk bekerja, trus manusia-manusia yang harus saling bertarung akibat kesalahan pendahulunya. Dan akhirnya matinya Siegfried dan terbakarnya Brünnhilde.

5189965

Keasikan ngedengerin Der Fliegende Hollander, malah dikirimin tiket KLM lagi sama British Council. Masih lama sih (tanggal dirahasiakan, masih inget Benigno Aquino). Tapi jadi udah pingin siap-siap pulang aja.
Di luar beberapa cercah awan putih saling berpacu. Aku mau ikutan terbaaaaaaaaang.

5179435

Pernah, di Russia, setiap buku ilmiah harus mencuplik sesuatu dari Lenin. Lenin yang
maha cerdas, dan tanpa dia tidak ada sistem sosial yang mendukung jalannya wacana
ilmiah yang jujur dan progresif. Tapi Russia bukan yang pertama. Di Eropa abad
pertengahan, wacana ilmu harus disesuaikan dengan wacana Vatikan. Di alkitab
tidak disebutkan bahwa bumi adalah pusat semesta. Itu cuman asumsi manusia.
Tapi Mikolaj Kopernik merasa harus menyembunyikan bukti-bukti bahwa bumi
mengelilingi matahari. Galileo dihukum paksa bertobat karena membuka ilmu yang
diajukan Kopernik. Bukan karena melawan alkitab, tapi karena ilmu tentang astronomi
non geocentrik itu beroleh pengaruh dari musuh Vatikan, yaitu Turki Utsmani.
Soal politik itu membuat wacana ilmiah harus mengalah.

5174289

Balik ke Coventry. Baru kerasa otot-otot kaki kelelahan. Tapi masih nekat jalan keliling kota yang lagi sepi ini, buat cari kartu telepon. Tapi semuanya tutup. Hari apa sih ini. Apa mogok massal? Malah burung-burung merpati di West Orchard pun ikutan libur. Sepiii sekali. Nggak kenal menyerah, lompat pula sampai ke Warwick Univ. Tutup juga.
Mudah-mudahan bener-bener pasukan Romawi menyerbu tempat ini hari Minggu. Tapi kalo pasukan Romawi menguasai tempat ini lagi, mereka nggak bisa beli kartu telepon juga hari Minggu gini. Pada homesick ntar, trus pulang lagi.
Kelelahan. Istirahat dulu. Minggu depan ini banyak yang harus dikerjakan.

Buckingham Palace

Kerkahan dan runtuhan di muka bumi barangkali belum cukup untuk mengingatkan manusia akan kefanaan. Kita masih suka mengumpulkan tanda-tanda kemegahan di ruang-ruang terkungkung batu-batu tebal. Seolah kekuatan mekanik mampu mempertahankan kemegahan semu kita. Buckingham Palace, warna warni yang menyilaukan mata dan membutakan mata hati. Bukan kejayaan yang berumur panjang yang tampak, tapi justru pendeknya umur manusia-manusia yang konon pernah merasa tinggi di masa hidupnya dulu.

5157494

Sekali lagi menjenguk kota London. Masih selalu hiruk pikuk di atas dan di bawah tanah. Cari Asian food di Picadilly (langganan nih lama-lama), terlempar hujan ke Regent street. Kayak sering denger nama ini :). Campur aduk keringat manusia dan air hujan di antara fashion, souvenir, bank, dan pernik-pernik entah apa namanya, di bawah arsitektur yang memang elegant.
Bukan pertama kali sih ke daerah ini, cuman memang baru kali ini ke sini siang-siang dan mengamati arsitektur gedung bagian ini. Sebetulnya keindahan itu bukan di keseragaman atau keanekaragaman, tapi di paduan yang serasi antara keseragaman dan keanekaragaman. Barangkali :).

5141827

Kalau 14 Juli aja dibahas, kenapa 17 Agustus nggak dibahas? Yaw, soalnya waktu 17 Agustus 1945 memang kita merdeka. Tapi abis itu dari masa ke masa yang terjadi adalah Soekarno merdeka, Soehato/Tommy/Ari merdeka, Gusdur merdeka, dan seterusnya. Kapan donk kita bisa merdeka?

Nunggu aja, nunggu kemerdekaan didefinisikan sebagai paduan liberte-egalite-fraternite. Ada persamaan yang diakui, bukan saja oleh struktur, tetapi oleh masyarakat sendiri. Justru yang terakhir yang barangkali lebih sulit. Kapan terakhir kali kita merasa bersaudara? Kapan kita pernah saling mendengarkan, dan menahan diri untuk tidak meninggikan diri? Kalau kita tidak berhasil menanamkan semangat kemerdekaan-persamaan-persaudaraan dalam jiwa kita, kenapa kita berharap orang lain bisa melakukannya? Kenapa waktu kita diinjak-injak, kita jadi marah?

Kapan kita berhenti berharap orang lain akan menyelesaikan pekerjaan kita?

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑