Yang dibahas sebenernya bukan soal fisika atau musik (itu pun kalau ada bedanya
fisika dengan musik). Tapi soal agama, atau yang disebut “agama formal”.
Agama, bukan saja berisi hukum-hukum dan nasihat-nasihat, tetapi bermaksud
mengarahkan masyarakat dengan membentuk paradigma hidup yang sesuai dengan
kemanusiaan. Tapi pergeseran paradigma, biarpun mudah disebut, tidak pernah
jadi sederhana. Soalnya adalah, bagaimana menjelaskan nilai-nilai dan logika
agama buat orang yang tidak berkenan menengok ke sistem operasi
logika yang berbeda. Bagaimana menjelaskan, bahwa dalam agama, manusia
diakui memiliki potensi yang terus berkembang, yang artinya bahwa logika
masa kini belum merupakan logika yang paling valid (seperti juga logika masa
lalu telah terbukti tidak valid di masa kini), sehingga hukum-hukum kadang
tidak bisa dijelaskan secara sederhana dengan logika masa kini? Kalau ini
diakui, ini namanya sudah memiliki iman, padahal yang mau dilakukan adalah
menjelaskan ke orang yang tidak memiliki iman.
Page 129 of 180
Ada candaan yang agak lama, tentang orang yang ingin tahu teori relativitas.
“Tolong jelaskan teori relativitas dengan matematika yang sederhana saja,
yang mudah dipahami.” Tapi penjelasan macam apa yang mudah dipahami itu?
Teori relativitas khusus mudah dipahami dengan trigonometri biasa, asal kita
menjadikan kecepatan c sebagai nilai absolut yang tidak bisa dilanggar.
Teori relativitas umum juga mudah dipahami dengan mengaplikasikan geometri
Riemann alih-alih geometri Euklid yang telah dipakai berabad-abad sebelumnya.
Tapi barangkali justru itu yang ditolak untuk dipakai, soalnya kalau kita
sudah menjadikan c sebagai nilai absolut, dan kita mengaplikasikan geometri
Riemann dalam fisika, berarti kita sudah mengakui prinsip relativitas. Padahal
waktu kita minta penjelasan, kita belum mau menerima relativitas, dan segala
prinsip yang mendekati soal itu.
Akhirnya pertanyaan itu dijawab dengan “Itu mirip dengan disuruh memainkan
simfoni-simfoni Beethoven dengan harmonika.” Serem amat denger Eroica in
harmonica.
Kayaknya hari ini judulnya jadi konsultan multidimensi nih. Dari konsultan cara milih komputer sampai sistem transaksi yang aman, konsultan desain web, konsultan soal programming, konsultan soal presentasi. Dan soal-soal yang nggak boleh dipaparkan di muka publik.
Kayaknya justru dengan cara gini lah akhirnya kita belajar hidup.
Trus kalau aku yang perlu konsultasi, gimana yah? Apa ditulis aja di website ini, trus nunggu jawabannya lewat e-mail dan guestbook ?
Pohon-pohon di halaman kampus Westwood sudah kehilangan seluruh daunnya. Masih tersisa daun-daun kecoklatan di bawah pohon-pohon, menemani lapisan es tipis yang melapisi rumput itu semalam. Sepasang burung hitam berlompatan di atas hijau rumput dan es yang pucat.
Bikin tulisan tentang UMTS dan IMT-2000 pada umumnya, dengan sedikit sentuhan MBS. Maunya. Tapi di komunikasi·org, yang diminta malah GPRS. Nanggung amat, sama-sama nggak aplikatif ini, ha-ha :) :) :).
Avon. Buku The Universe in a Nutshell di amazon·co·uk kena potongan harga 50%, jadi tinggal £10. Dan kalau beli langsung dengan link ini, KBI dapat 15% atau £1.5.
Abis nerima mail dari Mr Bídgood, rasanya lebih lapang dikit. Trus meluangkan waktu bikin script PHP buat curi baca berita dari detik·com, buat dipasang di www·kibar·org·uk. Starting from the scratch, setengah jam lebih dikit. Fungsional lah, biarpun rada lucu. Laen kali aja dibenerin.
Akhirnya Mr Bídgood ngasih respons juga untuk final tesis. Cuman sebaris well done, tapi itu udah cukup.
Makhluk satu ini menarik. Waktu orang-orang menulis ratusan halaman untuk tesis, dia menyarankan nulis sekitar 50 halaman. Menulis panjang itu gampang, gitu katanya. Menulis singkat itu sulit. Memang sulit sih, bikin panik aja. Tapi bukan itu aja. Dia juga menyarankan untuk sering jalan-jalan dan nggak terpaku pada tesis. Jadi kalau aku akhirnya ngabur ke York, atau bahkan Edinburgh, itu sekedar memenuhi saran dia (cari alasan maksa amat).
Untuk presentasi, dia ngasih arahan ajaib satu lagi: jumlah tampilan tidak lebih dari lima. Hidup Mr Bídgood !
Beresin website Komunikasi. Motivasinya, menyediakan ruang horisontal yang lebih besar, untuk ilustrasi tulisan-tulisan baru.
Ada satu spin-off kecil lagi dari site itu. Tapi itu soal lain.
Di Q39, semua orang lagi sibuk. Please Q kata salah satu staff. Antri sama siapa, pikirku, aku cuman sendirian aja kok :). Mungkin antri sama kesibukan mereka. Aku duduk aja. Indrejít Mánn, asisten Prof Ashráf Jawaïd, masuk ruangan, dan menawarkan bantuan dengan ramah. Saya cuma mau submit thesis, kata aku. Are you from MSc programme?, tanya Bu Mánn. Yeah, sure, kata aku, dan aku tambahin OT. OT! kata dia dengan wajah heran. Ada apa sih? tanya aku. Dan dia cuman ketawa, sambil bilang You look like a teen.
Yeah, aku juga heran, kenapa rambut lagi susah diatur, pada berjatuhan ke mana-mana. Nggak kayak peserta program OT kali. Tapi kayak teen juga … jauh deh. Misalnya … misalnya apa ya … lain kali aja deh.
Hikmah Ramadhan yang pertama adalah … thesis selesai !
Terima kasih, Ya Allâh, atas karunia-Mu yang tak pernah ada hentinya, dan atas kasih sayang-Mu yang tak pernah terputus sekejabpun.
