


Pasti aku telmi bener kalo baru denger tebakan ini sekarang:
Seorang ibu berusia 21 tahun lebih tua dari anaknya. Enam tahun kemudian, usia si ibu
lima kali lipat usia anaknya. Pertanyaannya: bapaknya sekarang ada di mana?
Jawab:
Tentukan M=A+21 dan M+6=5(A+6). Substitusi menghasilkan A+27=5A+30, atau A=-3/4. Jadi usia
si anak minus 3/4 tahun, atau 9 bulan sebelum lahir. Jadi bapaknya ada di … dekat ibunya lah.
PKI tidak mati, hanya beristirahat, gitu kata Computer bulan ini. PKI, yang dikonsepkan sekitar tahun 1976, yang diramai-ramaikan di majalah Indonesia mulai sekitar 1999 itu, memang tahun ini jarang dibahas lagi. Terlalu sulit mengadaptasikan berbagai aplikasi net dengan standarisasi yang ditetapkan PKI. Akibatnya, PKI malah nggak laku.
Sekarang, untuk kebangkitannya lagi, PKI yang harus mengadaptasikan diri dengan aplikasi-aplikasi yang progressnya sungguh dinamik itu.
Hal-hal yang dibenarkan hanya dengan logika, selalu bisa disalahkan, atau sengaja dibuat salah, dengan logika juga. Soalnya cuman itu sih. *wink*

Barangkali lucu kalau kita juga cerita tentang seorang politisi Perancis. Jendral Charles de Gaulle, perwira Perancis yang nggak jago-jago amat, mengekor tentara sekutu membebaskan Perancis, dan memimpin pasukan yang membebaskan Paris, trus jadi presiden.
Konon dia bukan presiden yang cakap. Tapi dia berkilah, “Tidak mudah memimpin negara yang memiliki 246 macam keju.” Dan waktu disemprot bahwa ia adalah prajurit yang baik tapi politisi yang buruk, ia mengakui bahwa ia bukan politisi. “Politik itu terlalu serius untuk diserahkan kepada para politisi,” katanya. Perancis masuk blok barat, tapi keluar dari NATO. Dia bilang, “Pakta-pakta itu mirip gadis-gadis dan bunga mawar — yang berlalu begitu saja.”

Dengan gaya semacam itu, Perancis jadi surga kaum sosialis, dan bahkan kaum anarkis kelas dunia. Manusia semacam Pol Pot juga “lahir” dari sana, belajar dari guru-guru anarkis macam Sartre.
Namun, waktu diminta menangkap Sartre, si bekas jendral cuma bilang, “Kita tidak mau memasukkan Voltaire ke Bastille.”
Berakhir juga bulan Juli, bulan yang di halaman ini ditemakan untuk
Perancis — dari cuplikan Exupéry, komik Astérix yang
dipelesetin jadi Bush, sampai Calvin dan Dilbert yang disuruh
berbahasa Perancis, termasuk Beethoven yang nggak sengaja masuk.
Republique Française (apa tuh … republik keperancisan …
republik bersifat perancis … republik orang perancis) yang dibentuk
oleh revolusi *ugh* keperancisan :) :), memang fenomenal, bukan saja
membentuk Eropa dalam bentuknya masa kini, tapi juga mengubah dunia,
termasuk menentukan keberhasilan perang kemerdekaan AS. Dan tentu …
membentuk filsafat dunia masa kini.
Revolusi membuat orang Perancis yakin bahwa perubahan itu keniscayaan
dan kejumudan itu tidak masuk akal. Sekitar seratus tahun setelah
republik pertama di Eropa (?) itu berdiri, dibangunlah sebuah konstruksi
100% baja menjulang di antara bangunan klasik mentereng di tengah Paris.
Kampungan? Sekarang Eiffel jadi ciri utama kota Paris. Trus sebuah piramid
kaca gede dibangun tengah istana Louvre.
Semangat yang sama melahirkan Foucault yang ajarannya melulu pada
ketidakstabilan wacana. Metafor demi metafor. Dan Derrida yang
mendekonstruksi semua wacana, membuka tabir subyektivitas, dan tanpa
ragu mengenakan hanya subyektivitas, yang tentu bersifat kini dan
temporer.
Link dari blogger.com ke servercyber.com (neocyber.net) macet lagi.
Kayaknya blog ini di-save mingguan lagi deh, dengan FTP lagi.
Voici mon secret. Il est très simple: on ne voit bien qu’avec le coeur. L’essentiel est invisible pour les yeux.

Ini rahasiaku. Sederhana saja. Kita melihat lebih baik dengan hati. Hal-hal yang penting tak dapat terlihat oleh mata.
Les grandes personnes ne comprennent jamais
rien toutes seules, et c’est fatigant, pour
les enfants, de toujours et toujours leur
donner des explications.
Orang dewasa tak pernah bisa memahami segalanya
sendiri; dan melelahkan bagi anak-anak untuk
terus menerus memberikan penjelasan buat mereka.
© 2026 Kuncoro++
Theme by Anders Noren — Up ↑