Category: Telkom (Page 8 of 9)

Kantor

Cerita tentang Telkom pasti menuai hal-hal yang menarik :). Ini udah disinggung di FAQ. Tapi saat angkasa sukma selalu bertirai mendung kelam, mengisi pikiran dengan pekerjaan dan kegiatan yang inhumane menjadi manusiawi sekali.

Di Divre III, Speedy sudah melalui tahap Comissioning Test, dan sekarang masuk pengujian 8IC, yang dimulai hari ini. Pada tahap ini, produk diuji pihak di luar Divre III: kualifikasi, keandalan, kompatibilitas, feature, billing, termasuk kesiapan SDM. Lolos dari tahap ini, produk Speedy siap diluncurkan ke masyarakat Jawa Barat.

Produk Telkom yang bervariasi menuntut para frontliner jadi expert dalam bentang yang luas. Internalisasi product knowledge jadi tugas lain yang menarik. Flexi, Speedy, produk-produk telefoni, Telkomnet, Telkomlink, dan bahkan mulai meliputi produk Telkomsel juga. Bayangkan, betapa menariknya cerita tentang perbandingan Telkomlink berbasis leased channel, frame relay, dan MPLS, kepada para frontliner. Syukurlah, yang selalu aku temui adalah manusia-manusia yang haus ilmu, dan bersemangat tinggi.

Dari sisi pengelolaan produk sendiri, yang minggu-minggu ini harus dilakukan adalah memverifikasi produk-produk dan feature-feature baru yang telah disampaikan corporate, dan meyakinkan kesiapan Divre III untuk meluncurkan produk atau feature baru itu. 8IC lagi, untuk guidance-nya.

Ah, akhirnya aku pernah nulis soal pekerjaan juga di sini :). OK, ada rapat dikit sebelum kerja lagi.

Telkom-2

Bzzzzzz …. sebuah SMS meluncur ke Xphone. «Selamat ya atas terluncurnya Satelit Telkom 2.»

Wow, penuh perhatian sekali. Merci! Maaf, aku malah lagi nggak memantau TV.

OK, ini luncuran berita pertama dari web Telkom:

«Satelit Telkom-2 telah sukses meluncur pada tepat pukul 06.46 WIB pagi ini, Kamis, 17 November 2005. Satelit dengan berat 2 ton tersebut telah meluncur bersama dengan satelit Spaceway (milik Direct TV) dengan bobot 6 ton yang didorong oleh roket Ariane 5 ECA dengan bobot 780 ton mengarah ke posisi orbit 118º BT dengan ketinggian 36.000 km dan untuk selanjutnya menjalankan misinya selama 15 tahun.»

Satelit Telkom-2 dirancang dengan menggunakan platform Star-2 oleh Orbital dengan berat saat peluncuran 1955 kg dan dirancang dengan masa operasi 15 tahun. Satelit Telkom-2 dirancang untuk memiliki kapasitas 24 transponder standard C-band dengan spesifikasi teknis yang mirip dengan yang dimiliki satelit Telkom-1. Satelit ini mempunyai cakupan yang lebih luas dari satelit Palapa B-4 dengan daerah cakupan meliputi wilayah ASEAN dan India. Satelit Telkom-2 akan dipergunakan untuk mendukung jaringan telekomunikasi Telkom dalam layanan voice, komunikasi data, dan multimedia.

Telkom Group Peduli Aceh

Untuk customer Telkomsel (Kartu Halo, Simpati, Kartu As), dan Telkom Flexi (Flexi Classy dan Flexi Trendy), kirimkan SMS ke nomor 2000, dengan pesan “Peduli Aceh”. Dengan SMS ini, Anda sedang menyumbangkan Rp 2000 untuk korban gempa dan tsunami di Aceh, tanpa harus beranjak dari meja kerja Anda.Untuk mencari kerabat Anda di Aceh, hubungi dan daftar ke Call Centre “Cari & Aman” Telkomsel. Telepon 111 dari Kartu Halo, atau 116 dari Simpati atau Kartu As. Dari Telkom Flexi dan telepon biasa (PSTN), bisa dilakukan juga pangilan ke nomor bebas pulsa: 0800-100-7000.

Sharing Vision

Sementara rekan2 lain sedepartemen bikin Forum Marketing nun di Subang, aku cuman melaju setengah jalan sampai Ciater. Hari ini nge-group dengan kelompok Mr Dodi Gonzales dari PR. PR, konon, pada zaman Perumtel dinamai Humastel. Tebak sendiri kepanjangannya. Tapi suatu hari seorang asing menanyakan departemen tempat kerja seorang rekan di PR, trus beliau bilang “Humastel”, dan barangkali si orang asing bales jawab “Why, certainly you must tell.” Trus barangkali dijawab “I’ve told you.” “What is it?” “Humastel”. Dan sejak itu namanya diubah jadi PR. Masa? EGP.

Anyway, hari ini aku punya kerja untuk sharing dengan rekan-rekan wartawan berbagai media. Abis pembukaan oleh Deputi Kadivre, trus Anton Timur berbagi cerita tentang teknologi (dimoderatori aku), trus aku cerita tentang portofolio produk (dimoderatori Dodi), dan diakhiri dengan Danrivanto cerita tentang regulasi. Konon bicara pada wartawan mesti hati2, haha :). Tapi nggak kok. Aku sebenernya lebih banyak belajar dari media, baik media massa maupun media yang tidak massa. Cuman memang barangkali aku terlalu asyik bercerita, sampai membiarkan rekan2 wartawan kehilangan alur :). Nggak masalah kalau wartawan kehilangan alur. Abis acara masih bisa chatting informal buat tambal2 yang nggak match. Dan janjian ketemu lagi di lain kesempatan.

Trus apa yang diceritain? Sebagian besar sih tentang produk yang udah dikenal. Plus rencana pengembangan produk di 2005. Dan tentang hal-hal yang mendasari pemilihan produk. Juga tata istilah. Udah gitu aja. Tapi abis juga 2 jam penuh.

Internet Flexi

OK, akhirnya dapet juga si infrared. Connect ke Nokia 6585. Yup, tepat seperti yang ditulis di manual, sebuah modem baru terpasang di device XP: Standard Modem over IR. Ketik extra initialisation commands sedikit: at+crm=1;+csc=33 trus dial ke #777, dan … kok … 115 kb/s. Kenapa nggak 153 kb/s yach. Kan kecepatan maksimu 153 kb/s seharusnya. OK. Wait. Ummm … kayaknya kecepatan maksimal si infrared emang cuman segitu. Atau ini setelah Windows untuk “Standard Modem”? OK, lain kali kita coba dengan koneksi infrared yang lebih cepat.

Dan … hello … ini blog pertama yang dikirim dengan koneksi Flexi with Nokia 6585. Cheers …

Cirebon

Apa yang berubah di kota ini?

:), aku nggak cukup beruntung untuk bisa berkeliling, jadi kayaknya yang satu ini mesti ditunda. Tapi kayaknya abis ini aku bakalan cukup sering jalan2 di sini. Kandatel Cirebon kelihatannya siap untuk berperang melawan masa lalu. Get recovered dan kembali jadi Telkom yang punya power untuk menjalankan bisnisnya sendiri tanpa campur tangan dari hantu2 entah di mana.

Coincidentally, Mobile-8 (perusahaan telekomunikasi punya Bimantara) juga berminat mengambil Cirebon sebagai pijakan pertamanya — selain Jakarta dan Bandung. Mudah2an jadi ko-opetisi (gabungan antara kerja sama dan persaingan, ciri khas antara pebisnis network di bagian dunia yang mana pun) yang seru.

IEEE, Integrasi, TPE

It’s time to renew IEEE membership. Sebelum dan sesudah era Coventry, memang IEEE nyaris jadi satu-satunya sumber info mutakhir atas dunia infokom. Dimulai dari zaman-zaman awal konvergensi, waktu orang masih sibuk berdebat apakah dunia telekomunikasi akan mencaplok informatika atau sebaliknya, kemudian era federasi, dan sampai era konvergensi yang sesungguhnya. Mungkin kalau aku udah lebih lama lagi, aku sempat menikmati diskusi zaman ‘integrasi’ masih in, i.e. zaman ISDN, ATM, sampai IntServ.

BTW, di masa-masa mendatang kita akan mulai menikmati zaman ubiquitous infocom era. Lebih beruntunglah orang yang mulai masuk dunia infokom masa kini. Melesat!

BTW, ada seminar TELKOM Techno Pre-Eminence besok di Grand Hyatt (Jakarta). Kalau lihat content-nya sih, aku lihat bahannya nggak terlalu pre-eminent. Mudah-mudahan aku salah. Peduli amat aku salah apa bener — yang penting aku coba menikmatinya dua hari besok.

Rizkan

Jarang aku ketemu orang yang supersibuk ini dua minggu berturut-turut: Rizkan. Beda dengan makhluk supersibuk dari DMM lainnya, yang ini masih masuk dengan senyum cerah, memberikan waktu buat kita tanya2 soal2 yang dari dulu ditanyain ke mana2 di DMM tapi nggak pernah terjawab. Sabar pula menghadapi interupsi terus-terusan dari makhluk penasaran kayak aku. Plus menyambungkan ide2 setengah matang di sini jadi sesuatu yang lebih nyata.

Minimum masih ada makhluk di bagian dunia TLK yang bikin aku masih termotivasi untuk terus berada di sini.

Telkom di Business Week

Business Week edisi 23 Juni 2003 (yang mulai beredar) menampilkan 100 perusahaan IT terbaik. 10 besar: Nextel, Dell, Samsung, Telkom, Nokia, Western Digital, IBM, Hon Hai, Vodafone, dan HP.

Kenapa Telkom (NYSE:TLK) bisa ada di sana, jadi satu-satunya perusahaan IT di Asia Tenggara yang masuk daftar itu? Well, sementara ini bukan aku yang harus memberikan ulasan. Ntar katanya nggak obyektif :).

IITELMIT

IITELMIT, Senayan, Jakarta. Tapi ini IITELMIT paling alit, pelit, dan amit-amit yang aku pernah visit. Size ruangannya sekitar sepertiga IITELMIT tahun kemaren, padahal yang tahun kemaren juga cuma sepertiganya tahun 2000. Asli amit-amit, soalnya size sekecil itu isinya bukan semuanya soal infokom. Ada yang pamer majalah komputer, koran, teh (!), dan sederetan booth punya panitia.

Kayak biasa, Telkom dan Indosat bersaing dengan amit-amit di pintu masuk. Di sebelahnya berjajar Siemens dan Ericsson, memamerkan teknologi yang nggak baru-baru amat. Sisanya booth kecil-kecil. Nah lo, di mana Alcatel? Lucent? Huawei? Ini pameran infokom apa pameran boikot? Apa akibat SARS dan Bali Bomber? Mungkin aja — nyaris nggak ada orang non-Indonesia berjaga di booth ini.

Tapi aku udah telanjur dateng. Ya udah deh, ambil aja apa yang ada. Ada NMS dari Alott, ada Schlumberger, ada HP-HP yang bisa dipakai buat TELKOM-Flexi / CDMA, ada pintu keluar, ada pameran Ritech di sebelahnya (nggak seru juga kok).

Nyesel? Nggak. Hari ini ada lima kegiatan lain selain IITELMIT. Nggak buang-buang waktu kok.

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑