Author: Kuncoro Wastuwibowo (Page 75 of 88)

Das Rheingold

«Returning in the afternoon, I stretched myself, dead tired, on a hard couch, awaiting the long-desired hour of sleep. It did not come; but I fell into a kind of somnolent state, in which I suddenly felt as though I were sinking in swiftly flowing water. The rushing sound formed itself in my brain into a musical sound, the chord of E flat major, which continually re-echoed in broken forms; these broken chords seemed to be melodic passages of increasing motion, yet the pure triad of E flat major never changed, but seemed by its continuance to impart infinite significance to the element in which I was sinking. I awoke in sudden terror from my doze, feeling as though the waves were rushing high above my head. I at once recognised that the orchestral overture to the Rheingold, which must long have lain latent within me, though it had been unable to find definite form, had at last been revealed to me. I then quickly realised my own nature; the stream of life was not to flow to me from without, but from within.»
Richard Wagner: My Life, published in London, 1911.

Kriminal Bodoh

Kundera menulis: Jika orang berpikir bahwa rezim komunis di Eropa adalah hasil karya kriminal besar; maka ia sebenarnya mengabaikan fakta bahwa rezim kriminal yang manapun tidak diciptakan oleh para kriminal itu sendiri, melainkan oleh para pengagum dan pendukung yang merasa telah menemukan jalan kebenaran. Penuh semangat, disertai semangat merusak.

Waktu rezim jatuh, para pendukung dipersalahkan: Anda penyebab semua kerusakan pada negeri ini. Tapi para tertuduh itu punya jawaban: «Kami tidak tahu. Kami ditipu. Kami hanya orang yang punya dedikasi.»

Orang-orang PNI, PKI, Golkar, PDI, ABRI, PKB, apa saja: Benarkan mereka tidak tahu atau hanya dibuat percaya?

Menurut Tomas, tokoh dalam cerita Kundera The Unbearable Lightness of Being itu, persoalannya adalah: Apakah penguasa bodoh dan orang-orang bodoh dapat lepas dari tanggung jawab hanya karena mereka bodoh?

Pangeran Kecil

Dasar si Koen jail — keliling Palasari hanya buat cari buku “Pangeran Kecil”, i.e. “Le Petit Prince” versi Indonesia. Sudah lama aku mau cari  terjemahan buku ini — tapi baru hari ini aku bener-bener cari buku ini.

Ini gara-gara seseorang dari Austria mendadak kirim e-mail minta dicarikan buku ajaib ini. Angin apa yang bikin dia merasa bahwa aku orang yang tepat buat jadi penyalur buku. Mungkin dalam bayangan dia, website ini cabang dari koen.com yang memang penyalur buku.

Dapat?

Dapat sih. Cuman di kovernya tertulis: “Milik Dep P dan K. Tidak diperdagangkan. Inpres No 6 tahun 1980”.

Enaknya aku kirim ke Austria apa aku simpan sendiri yach, buat menemani versi Perancisnya.

Postmortem: Diawali buku ini, koleksi buku Pangeran Kecil akhirnya mencapai ±300 buku. Kunjungi koleksiku di pangerankecil.com.

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑