Maryamah Karpov
Seperti semua entry lain di sini yang judulnya disalin dari judul buku, entry ini pun bukan berupa review buku. Ini adalah beberapa kilas kesan selama menikmati buku Maryamah Karpov: bagian keempat dari tetralogi Andrea Hirata. Dibaca secara ekstra cepat, buku ini tamat dalam hitungan jam. Dan terpaksa diulang baca, kerna blum pwas bacanya. (Salah satu efeknya adalah: aku jadi telat menulis entry blog tentang Fresh 4.0).
Judulnya, mengingatkan pada kritik Andrea pada film Indonesia: yang hanya dari judulnya saja bisa diketahui nasib para pelakunya. Justru judul yang buat aku ajaib inilah yang bikin aku mengulang baca buku ini: hey kenapa gerangan buku ini dijuduli Maryamah Karpov. Huh, Andrea memang outstanding dalam berbagai hal :).
Lalu sebuah cermin. Cermin itu tak dibuat buat kita per seorangan. Tapi tetap cermin. Bab awal langsung memaksaku ingat mendiang Papap yang selalu tampak gagah dan percaya diri di depan anak keduanya ini; apa pun yang terjadi di ujung dunia sana. Tanpa keluhan. Tanpa serangan ke siapa pun. Begitulah cara lelaki menghadapi dunia — yang sampai sekarang masih coba aku pelajari. Kapan berhasil, West? :)
Lalu di bab berikutnya, aku harus ketawa membayangkan sidang tesisku yang juga dilangsungkan di bulan Ramadhan, menjelang winter. Tak perlu tolak bala tapi. Cuman gejala mual dan pening yang sama tengah menyiksa. Syukur hari itu supervisor dan pengujiku tak seseram LaPlaggia, dan biarpun mereka chatting sendiri, tapi mereka nggak menyinggung soal sinshe. Dan alih2 mengetik algoritma, aku cuman — atas keinginan sendiri — menggambar alternatif2 konfigurasi network, dan optimalisasinya. Aku sendiri nggak tau apakah aku mahasiswa bimbingan terakhir Mr Bidgood. Tapi yang jelas itu semester terakhir dia aktif di kampus.
Selebihnya, Andrea membawaku teringat ke buku2 Herriot. Penggemar Herriot sejati dia, harus kuakui. Biarpun aku nggak pernah paham: lanun mana yang menyuruhnya mencampuradukkan kota Edensor dengan Herriot. Tapi adegan dia kedinginan di salju; pilihan kata saat dia terdesak dan justru memutuskan menemukan kesempatan; kisah tukang banyol di warung kopi; sedikit banyak membuat kita rada deja vu. Dan tentu ini: semua pilihan kata saat Andrea mendarat dari sebuah bis maha bising, turun di kampung yang sunyi — amat sangat membuat kita merasa sedang membaca detik-detik mendaratnya Herriot kita kali pertama di Darrowby. Pun hanya dari cara dia dengan elegannya membuatku teringat Herriot, Andrea sudah cukup untuk jadi penulis favoritku. Biarpun masuknya kota Edensor masih menggangguku. Kenapa sih, Ikal?
Lalu kembalinya Laskar Pelangi, tentu melegakan pembaca buku dan penonton film Laskar Pelangi. Satu demi satu tokoh ditampilkan ulang. Dan tentu Lintang, yang dicintai siapa pun, bisa menampilkan kembali kekerenan ilmiahnya yang tak setengah2. Banyak kritik soal kekerenan Lintang. Tapi buat aku, Lintang memang harus seperti itu: ia seorang Übermensch ilmu. Orang2 seperti Lintang ada! Dengan kekerenan tak kurang dari itu. Mereka harus ditampilkan. Dan sebaliknya dengan orang2 pintar macam Mahar yang sudah overexposed di Indonesia, dengan segala pseudoscience, sugesti diri, dan semacamnya. Mahar memang perlu ditampilkan, lengkap dengan Tuk Bayan Tula. Tetapi hanya sebagai lelucon, sebagaimana Andrea memaparkannya. {Aku menikmati sekali jokes daur ulang ala Tuk. Begitu baca nama Tuk, aku langsung ingat candaan antiklimaks di Laskar Pelangi, dan yakin ini terjadi lagi di Maryamah Karpov.}
A Ling? Aku juga suka akhir ceritanya yang diambangkan. Ini buku yang punya ending bagus, justru dengan pengambangan semacam itu. Ini buku tentang hidup. Hidup tidak punya happy end. Ia mengalir terus, dengan tantangan tak masuk akal terus menerus yang harus kita arungi dan hadapi.
Trus, Telkom ke mana? Haha :). Orang Telkom sering ditanyai: kok Andrea tidak pernah menulis tentang Telkom? Ini tentu harus Andrea yang menjawab. Tapi aku tidak merasa itu aneh. Ada waktunya aku juga agak menghindar menulis tentang Telkom. Di CV memang aku tulis: I work with Telkom. Tapi tidak banyak cerita tentang Telkom ditulis di blog ini misalnya. Tentu bukan karena tidak bangga pada Telkom. Sebaliknya. Justru kadang merasa bahwa Telkom yang tidak bangga atasku :). Canda :) :).
Thanx, Andrea. Nice book. Kan kusebut nama belakangmu 7 kali malam ini, untuk barangkali bisa menggugahku pada hal yang amat jarang kupikirkan selama hidup.
98 Comments
Trackbacks/Pingbacks
- Jangan Terlalu Serius Boi! | Alamsyah Rasyid Blogry | New Wave Marketing - [...] Maryamah Karpov : Kuncoro [...]
- Just Try To Be a Blogrammer :: 73% Maryamah Karpov :: December :: 2008 - [...] : image is courtesy of Kuncoro function showGravatar(email) { var [...]



















blom s4 baca buku yg ini, sih…
tp kyna sama keren kyk buku sblomnya yah^_^
Maryamah Karpov wahhhh… mau beli ah…., tetralogi sebelumnya asik untuk dibaca,Andrea dengan mudah mendeskripsikan ceritanya sehingga kita bisa merasakan apa yang sedang dibaca , seakan-akan hanyut dalam lautan petualangan ….
novelnya seru bgt…!!!
tp rada aneh az kq judulnya maryamah karpov?
padahal menurut aq maryamah itu ga ada pengaruhnya sm hidup ikal. Dia cuma seorang pelatih catur karpov yg ga ada kaitannya sm hidup ikal. Yg ada hubungannya itu nurmi anaknya maryamah,tentang filosofi biola & dalil lintang. Tapi maryamah ???
Ada yg punya pendapat lain???
klo ada yg mau sharing.. email ke herlina_doank@yahoo.com ya…
ditunggu emailnya….
ni orang adalah anak yg dibantuoleh arai dan lintang y jago main biola
Jujur aja, stl baca MK aku kecewa berat. Ya mungkin betul kata temen-temen, terlanjur kelebihan ekspektasi. Sebelum terbit dulu, waktu lihat sampulnya aku berkhayal cewek biola itu A Ling tahunya Nurmi, putri Makcik MK. Pas liyat sub-titlenya pasti banyak cerita ttg lintang, tahunya cuma nama perahu. Belum lagi tokoh idolaku Arai cuma jadi cameo aja. Meski happy ending, tp kok sinetron indonesia banget ya? Tapi gimana lagi, wong ini bukunya Ikal, bukan Arai.
Tapi meski begitu momen yg paling mendebarkan buat ku, yg bikin menahan napas, pas Ikal ndeketin cewek rambut panjang di malam terakhir di pulau lanun terakhir. Betul A Lin gak ya? Eh taunya emang dia! Leganya! Sayang bapak Ikal gak setuju.
Kesimpulannya, buku ini emang gak nyambung bgt ma sampulnya, kecuali sub-titlenya doang. Mungkin Bang Andrea mau bilang “Jangan nilai buku dari sampulnya” Gimana Boi?
lumayan lah, meski menurut saya masih lebih menarik buku-buku sebelomnya.
tapi layak sekali untuk melengkapi koleksi.
di tunggu buku berikutnya aja, kalo ada.
Aku sedang baca bajakannyaaa
hahahahah,,,
gak punya duit, om.
as soon as, akan terbit resensiku.
menurutku: MK tetep bergaya andrea hirata, inilah bagusnya, tidak meninggalkan ciri khas meskipun gaya penulisan dikritik sana-sini, tidak seheboh laskar pelangi yg sangat mengaduk emosi, kalo gak semua kejadian merupakan fakta ya wajar aja, meskipun non fiksi tapi kan tetep karya sastra.
btw mas Koen ini di telkom mana? aku di div multimedia.
salam kenal yaa.
makasih sedikit reviewnya mas koen,,,,,kebetulan belom baca nich….
BTW commentnya mbak vita diatas ko g tau mas kun da di divisi mana…aq yang bukan orang telkkom aja tau….;-)
sy kira MK antiklimaks dr buku tetralogi LP, tp hal ini sangat wajar…karena kita tdk bisa berharap trus AH menghasilkan cerita yg bagus seperti di LP atau Endensor.
Walaupun demikian, kita hrs mengakui bahwa AH adalah salah satu penulis hebat & berbakat yg kita miliki saat ini.
Bravo Andrea !
Inilah menariknya sebuah buku. Pembaca boleh memberi penilaian secara subyektif :). No 4, buat Reni (dan buat aku) itu menarik; tapi buat orang lain justru menyebalkan. Dan soal judul, itu buat aku malah menarik, jadi klop dengan No 3 secara pas, nggak bertele2 :).
Petualangan ke Eropa dari Andrea buat saya justru terlalu sederhana dan rada2 ngasal. Apalagi yang ke Afrika :). So, memang buku itu, selesai ditulis, harus diambangkan untuk interpretasi bebas oleh pembaca juga :)
Oh, panggilannya Andis ya ?
menurut ku ini buku inspiring banget. mampu memompa semangat ku kala mulai kendur, membuat ku tak takut berangan-angan, tak patah semangat.
pokoke woke deh
Yup, tempo ceritanya memang agak lambat di awal; mungkinkah ini memang sesuatu yang biasa untuk buku terakhir dari suatu serial? Buku terakhir Harry Potter juga begitu. Bagaimanapun, karena yang saya sukai dari buku-buku Andrea Hirata adalah gayanya bercerita, I don’t mind listening (or, reading :)) more from one of my favorite storytellers.
Mengenai judulnya yang seperti nggak terlalu nyambung dengan judulnya, teori saya: mungkin Andrea Hirata mengubah alur cerita yang semula telah direncanakannya? Sebelum MK beredar, saya membaca ‘spoiler’ yang mengatakan bahwa yang dimaksud MK itu adalah A Ling. As it would seem to obvious, terpaksalah alur cerita diubah….
Ahaha… unimportant, utterly. :D
saya sependapat dengan mas imam, maryamah karpov ceritanya terlalu dipaksakan, kurang logis, terlalu melayang, nggak mijak bumi.akhirnya saya membacanya nggak runut. biar cepat selesai. tapi yang 1,2 dan 3 nya ok bngt.
salam kenal, pak koen di telkom bandung y, ndak udah pernah ketemu dengan si ikal, if udah aslinya gimana to…?koq bisa berimajinasi sedmikian kerennya, he..he..,
Di novel ketiga Andrea juga membuat kesalahan kecil halaman 213, yang menyatakan Benjamiin Franklin President Amerika Serikat. Benjamin Franklin hanya pernah jadi “President of the Executive Council of Pennsylvania” bukan President AS. Orang banyak salah mengira karena fotonya tertera pada US Dollar. Pada US Dollar yang beredar sekarang ada dua yang bukan foto president $100- Benjamin Franklin dan $10- Alexander Hamilton.
Kesalahan kecil? Haha :). Novel ke-1, dan lebih2 lagi ke-2 dan ke-3 (yang nampaknya dibuat terburu2) memang penuh kesalahan semacam ini: besar2 dan kecil2. Di mana posisi Zaire, misalnya :). Tapi itu tak menggangguku menikmati ceritanya.
Kecuali kota Edensor. Mengganggu sekali.
Di novel ke-4, kelihatannya penulis sudah lebih berhati2, atau mungkin sudah mengerahkan satu tim editor unutk membetulkan di sana sini. Kesalahannya samar sekarang. Paling misalnya “eastern hemisphere” :).
Sekadar info: -Umur Bang Andrea sekitar 40 – 41 tahun. Di film pas karnaval, sebelum ujian, sekitar kelas 5 SD ada petunjuk tahun 1979. Ini cocok bgt dg cerita Bu Mus klo Bang Andis itu lulus dari Muhammadiyah (sekolah itu sampe SMP) dan sekolah ke Manggar (SMA) tahun 1983, info dari Kantor Pos klo Andis mengikuti pendidikan tinggi pos tahun 1986 s/d 1989, masuk extension Manajemen UI tahun 1990. Jadi Bang Andis itu lulus SMA 1986.
baru tau ada blog ini. khusus komen ttg laskar pelangi n friends? komentaranya ma koen sangat berbobot & lucu.
saya penggemar andrea hirata. sampe nyidam minta tanda tangannya. semoga anak saya nggak ‘ileran’ gara2 niat emaknya ga kesampaian.
Sayangnya aku nggak terlalu beruntung untuk bisa ketemu Andrea. Telkom adalah negara besar dimana rakyatnya boleh tidak saling kenal :)
Kasihan atuh. Penulis kayak gitu, karyanya dibajak. Ditunggu resensinya ya.
Mudah2an bulan Januari gini buku itu udah terdistribusi di Lombok. Jangan lupa bikin review ya :)
saya penggemar berat aidh al qarni dan pram ananta toer…setelah membaca maryamah karpov, saya juga jadi menyukai andrea hirata. tapi kebanyakan pencinta andrea hirata itu suka berlebihan, seolah-olah penulis muda atau sastrawan indonesia modern itu hanya dia seorang. sayang jika keberhasilan tetralogi andrea itu tidak membuat kebanyakan orang indonesia berusaha mengapreasiasi corak dan gaya penyampaian penulis-penulis indonesia lainnya. so, keberhasilan tetralogi itu nantinya cuma mengangkat andrea dan karya-karyanya semata, tidak mengangkat dunia kepenulisan indonesia secara keseluruhan. ah, saya berdoa saja : supaya setelah andrea hirata ada lagi penulis indonesia yang jauh lebih kuat dari dia. aamiin.
wadddduuuuuuuuh aku lom baca neeeh………
Dalam sejarah Mas Kun nge-blog,
mungkinkah ini tulisan dengan comment terbanyak?
Andrea memang magnet… sayang entah karena terlalu banyak berharap, aku tak berhasil menikmati buku yang ditunggu lama itu. Menunggu terlalau lama memang bisa menghilangkan selera..
Tapi, pada beberapa bagian, aku berhasil tertawa dengan enak. Hal yang dengan sedih harus ku akui jarang bisa aku lakukan.
bagaimanapun Andrea adalah salah satu penulis yang sukses dengan karakternya…tadinya saya pikir MK tuh emang gak terlalu bagus tp setelah direnung2kan emang gitulah gaya Andrea…. bicara tentang penulis Indonesia saya kira mulai muncul tuh penluis muda baru yg bagus misalnya ES Ito tuh novelnya Rahasia Meede
Salam kenal Pak Koen
tadinya q pikir MK tak semaknyuz membca LP.SP dan Edensor..(mgkin karna expectnya terlalu tinggi ya mas..)biz terlalu banyak mistik yang bisa2 buat orang makin percaya ma yang ilmu kebatinan.
yang asyik waktu ikal naik bus,acara panjat pinang,dan ganti nama Ini Budi.. konyol tapi realistis.he2..
mas,memang pernah baca heriot yang dibaca ikal? ada hubungannya ya ma MK? kalo ad bukunya mau dong baca juga biar ngerti sense dari MK nih opo?
satu lagi,kayaknya mas andrea kebanyakan fiksinya di MK..jd rada nggak percaya and rasa2 baca harry potter Indonesia.he22 af1 kalo slah waksyangka..
saya jg qra yg di cover itu a-ling, gak taunya bukan ya. tapi saya mash penasaran. belom dapet bukune nih. nunggu tugas ke jakarta baru beli. insya Allah baru review ya nas koen.
gw ga setuju klo orang2 bilang MK lebay, ga masuk akal n malah disama2i ma harry potter yang jelas2 sim salabim doank.
di MK ada intisari yg bisa diambil lagee…
di MK andrea bikin gw mau ngerubah cara pandang terhadap suatu hal, jangan liat susahnya, pi liat sisi positivenya, sisi menariknya suatu hal(ingatkan, pas lintang nyuruh ikal buat rubah cara pandang pas mo bkin perahu??)
jadi pas baca ne novel, rubh dunk cara pandangna..jangan liat mustahilnya ikal bkin prahu, pi liat sisi sejarah pelaut melayu!
jangan liat sisi mustahilnya prjalan ke batuan, pi liat sisi romantis cow buat ngejar first luv na.., mimpinya!trus qt jg jd tau kebiasaan org melayu, gabungan corak masyarakat belitung…
I think, MK itu kaya bgt ma intisari n halllllooooo……this is a novel, n wajar klo rada fiksi, tergantung gmn org yg bacanya ajaa..
asal tau aja, gw jadi makin semangat buat memprjuangin skripsi gw, mpe jungkir balik, hahahaha…skr masih jungkir balik!
klo dibaca lurus2 aja, emang kesan yang ditanggakep tu lebay, n ga lebih bagus dari novel2 sblumnya. pi gw saranin, pas baca, open your heart dulu de, baru open your eyes, n lama2 lu pasti open your mouth, saking kagumnya ma andrea hirata…hahahahaha…
Maryamah Karpov…. paling sempurna dari tiga sebelumnya…
Coba ke http://komunikasi.org/2007/04/07/telkomsel-flash
Ada 400an komentar di sana, sebelum artikel itu dinyatakan tidak boleh lagi dikomentari pada Juli 2008.
Atau ke http://kun.co.ro/2006/09/23/cimahi/ :). Penduduk Cimahi masih doyan berkomentar di sana :)
great analysiz covernnya! (ampe angguk2 kepala). key word nya ternyata METAFORA toh! kalo gitcu tolong tanya bang andis donk, why NURMI yg jadi cover??? mungkin gak kalo alasannya karna nurmi itu satu2nya permpuan melayu belitong yang pada waktu itu jago maen biola, atau mungkin dulu a-ling pernah punya hobi main biola atau pernah punya cita2 jadi pemain biola tapi gak kesampean, atau biolanya nurmi itu ternyata pemberian aling atau nurmi itu jadi icon gadis melayu belitong yang jg mempunyai mimipi2 like ikal, arai dkk atau ……
mas koen dah dapat jawabannya blm? n_n
ada kecerdasan jenius tentang filsafat yang rumit. tapi diberai-berai dengan cara yang elegan dan mudah dicerna. namun siapa yang akan tahu bahwa ada puncak tertinggi dalam karya Maryakah Karpov, tentang filsafat, tentang hidup, tentang perjalanan manusia mendekati kesejatian diri. resapi dalam-dalam. akhirnya, aku paham betul bahwa jenius bukan mampumenjelaskan hal yang rumit dengan cara rumit. akan tetapi menyederhanakan hal yang sangat rumit menjadi sangat-sangat sederhana. dalam MK kalian akan temukan hal itu. (m.idrus@ymail.com)
amazing…
lucu……..
mendebarkan
dan romantis…
hehehehehehehe
pokoknya salut deh ama andrea…
kapan nih keluar buku berikutnya???
fantastic…. buku yang menakjubkan, sama briliannya dengan 3 buku sebelumnya, tapi sayang endingnya masih ngambang…. bung andrea sengaja membuatnya ngambang atau…. ada hal hal kali ya…
bang andre aku tunggu buku kelimanya, cerita ikal dengan aling,mahar dengan maura, akiong dengan laksmi dan bang rhoma dengan angel
buku yg bgs.permainan kata yg hebat.
melayu bgt..
tapi..
A-ling dan ikal tdk pernah bersatu dong?
A-ling itu nyata ngak sih?
bagus tuh buku, klo di filmkan n penggarapannya bagus bisa nyaingin LORD OF THE RING n THE PIRATES OF KARIBIAN sekaligus. ini serius lho!!! salam genius buat lintang ya…
” mgkn bang andre mau memberi bumbu komedi degn julukan2 khas melayu, tp itu menurutku terlalu berlebihan, dn, mgkn, akan membawa efek negatif utk orang melayu sendiri atau utk yg baca sendiri..”
saya tidak tahu apakah orang melayu di daerah lain suka memberi julukan atau tidak. tapi sepanjang pengetahuan saya, orang belitung (tidak peduli melayu atau tidak) memang suka memberi julukan pada orang lain. karena saya dari belitung :)
mas kun, masukin crita nya lintang ke 4 shared donk…
aku ga bisa beli buku,coz bukunya mas kun dijual mahal disini
mas… masukin crita lintang ke 4shared donk…
aku ga bisa beli buku mas kun, coz disini di jual mahal..
salam. Mk keren Abis…
slam…keren abiz…….
tank’zzzzzz banget wat andrea hirata yang dah bikin novel mulai dari
nilai negatif dan positif dari cerita ne apa ya..??