Page 80 of 180

Zarathustra

Also Sprach Zarathustra by … bukan Nietzsche, haha :). By Richard Strauss. Lagi nggak sempat baca buku tebel-tebel. Tapi kapan sih kita nggak sempat ngedengerin musik? Zarathustra, secara ide memang diilhami Nietzsche, tapi secara musik diakui diilhami Wagner. Kalau di aku sih, sejarahnya kebalik: aku justru kenal musik Wagner gara-gara penasaran sama jenis musik yang bisa mengilhami komposisi seindah Zarathustra ini.

Coba misalnya kita dengerin Zarathustra bukan dalam kerangka buku Nietzsche, tapi sebagai karya impresionistik yang mendahului Debussy (nah lo). Skip Einleitung yang hingar bingar. Kita masuk ke bagian menjelang matahari terbit. Cahaya mulai mengisi langit, dan kegelapan di bumi mulai bergeser. Pemandangan yang samar. Awan. Kabut. Dan hanya garis-garis di bumi. Tapi lalu matahari beranjak. Satu garis sangat pendek, garis memanjang, garis cahaya yang panjang. Dan garis langit yang panjaaaaang. Dan kabut yang makin menipis. Pohon dan danau yang mulai menampakkan diri. Dan gerak-gerak fauna yang mulai tampak. Tapi matahari terus naik. Kabut menghilang. Embun jadi hiasan kayak permata yang menyemarakkan bumi.

Di bagian-bagian berikutnya fauna berlarian di antara bunga-bunga berwarna. Trus …

Trus kita baca judul setiap bagian yang ditulis Strauss. Setiap bagian diambil dari bab-bab bukunya Nietzsche. Trus kita bisa ketawa sendiri, menertawakan fantasi kita yang ternyata beda dengan yang dipikirin Strauss. Trus untuk membela diri, kita meminjam ujar Derrida. Setiap karya yang ditulis hanya memiliki makna yang tertunda — makna akhir adalah makna yang dihasilkan oleh pembaca, pendengar. Ada tundaan antara yang dimaksud penulis dan makna akhirnya, dan ada selisih interpretasi yang tak mungkin dihindarkan. Dan yang pasti, makna sebuah teks bukan makna seperti yang dibuat penulisnya, tapi makna yang diterima pembaca.

Jadi aku terus menikmati Also Sprach Zarathustra dengan melupakan ide-ide Nietzsche, tapi dengan ide-ide fauna yang berkejaran riang, dan mengingatkan kita untuk mengisi hidup kita sesuai keindahan hari ini yang kita rasakan. Apa artinya übermensch untuk dunia fana ini? Kefanaan di atas kefanaan yang lain lagi?

Ah … mendung.

92770653

Seorang warga Amerika keturunan Arab ikut berdemo di Washington. “BIG LIAR“, gitu tulisan di plakat yang dibawanya. Lalu ia meneriakkan: “Big liar! Civilian slaughter! Election cheater! Evil conspiracy! Nepotist! Shame! Shame! Shame!” begitu berulang-ulang. Tapi FBI tak kalah sigap. Orang itu segera digiring ke kantor. Dibiarkan di ruang pengap beberapa jam. Dan akhirnya diinterogasi.

“Untuk siapa kamu berdemo?”

“Untuk saya. Untuk rakyat Irak. Untuk kemanusiaan.”

“Tahi anjing! Kamu tahu kamu bisa dihukum berat karena bersikap tidak patriotik?”

“Saya percaya pada kebebasan berpendapat.”

“Tapi tidak untuk menghina kepala negara.”

“Kepala negara yang tidak sah dan harus digulingkan. Pembunuh. Mempermainkan hasil Pemilu.”

“Anda tidak akan bisa membuktikan fitnah Anda.”

“Memang tidak bisa. Tapi mana ada pemilu menghasilkan suara nyaris aklamasi untuk memilih dia jadi presiden.”

“What the hell are you talking about?”

“Saddam! The bastard. The murderer.”

“Saddam?”

“Yeah, Saddam. Don’t you know him? What the heck did you think I was talking about?”

92694082

Well, berusahalah untuk duniamu seperti kamu akan meninggalkannya
besok pagi. Dunia macam apa yang kamu tinggalkan? Dunia yang
lebih baik? Wujudkan saat ini juga, dan jangan pikirkan resikonya.
Kan seolah-olah kamu akan meninggalkannya besok pagi. Trus
apa yang bisa jadi resikonya?

Dan kalau pernyataanku bikin sebel lagi, mengganggu hati nurani lagi,
bukankah itu artinya aku udah jadi aku lagi?

Siegfried’s Funeral

Bawa hasil foto x-ray siang ini. Masih cakep juga paru-parunya. Tapi dokternya masih memaksakan istirahat. Sekaligus ngasih valium buat maksain istirahat kalau bener-bener nggak bisa istirahat. Errh, kayaknya aku nggak mau cari masalah baru dah. Dokternya memang canggih, tapi kan manusia juga :).

Masalahnya, memang dokternya bener. Pikiran masih lincah berkeliaran di antara kotak-kotak berwarna bersusun, dan nomor-nomor RFC, plus mainan-mainan lain. Hmmh :). Gimana bisa bobo yang lama dengan pikiran kayak gini?

Heh, trus inget: kayaknya udah lama juga nggak masang serial “Der Ring”.

Kayaknya Siegfried bisa pas buat malam ini.

Coba deh menemani Siegfried merenungi kekuatan besar manusia yang tersimpan rapi dalam kelemahan esensialnya di depan formulasi takdir. Mudah-mudahan cukup buat bikin bobo. Asal ntar nggak berisik angkat-angkat pedan “Notung”-nya aja. Hmmmm :). Jadi ragu nih. Apa langsung pasang Götterdammerung aja ya, biar Siegfriednya cepet mati, trus musik pemakamannya bisa menghantar tidur yang pulas, mengantar seorang manusia dalam kompleksitas kelemahan dan kekuatannya, sekedar menjalankan apa yang harus dijalaninya dalam hidup.

92279311

Bukan cuma TELKOM yang sedang sibuk dengan pensiun dini karyawan-karyawannya. BT juga sedang mempensiunkan Piper, si peniup terompet yang baru 12 tahun bekerja sebagai logo BT. Abad berganti, BT nggak merasa sreg lagi dicitrakan sebagai manusia polos yang harus menggunakan terompet (teknologi suara) untuk berkomunikasi. Komunikasi sekarang lebih beraneka raga, terdiferensiasi dengan cantik, penuh warna, penuh gaya.

TELKOM, yang suka nggak sengaja berkiblat ke BT, kira-kira bakal ganti logo nggak ya.

92216570

Emang kamu nggak pernah nyontek, West?

Ha-ha :). Aku udah lama ngambil resiko dicap jadi makhluk aneh
dan menyebalkan. Aku nggak pernah nyontek di ujian, di kuis,
dan di tempat-tempat legal. Biariiiiinnnnnn!

Fyi: aku nggak pinter-pinter amat, jadi IP-nya nggak
bagus-bagus amat. Aku boleh nyalahin dosen sialan yang nggak
bisa ngajar dan berani-beraninya ngelamar jadi dosen, atau tugas
yang kebanyakan yang dirancang tanpa strategi yang bikin aku nggak
sempat belajar, atau sakit panjang (kayak sekarang) yang mengurangi
waktu dan intensitas belajar, atau sistem penilaian yang nggak adil.
Salahin aja yang memang salah. Tapi nggak ada satu pun yang bisa
jadi pembenaran buat cheating. Kesalahan sistem, kesalahan orang
lain, kesalahan takdir, nggak pernah bisa jadi alasan untuk ikut
melakukan kesalahan.

92203492

Bayangkan kalau kita bukan jadi tipikal pelajar dan mahasiswa Indonesia!

Percayalah, kita akan muak melihat pelajar dan mahasiswa Indonesia
melakukan perbuatan curang dalam ujian: mencontek! Muak sekali, percayalah.
Mereka sebal melihat mahasiswa Amerika melakukan pergaulan bebas, tapi
mahasiswa Amerika dijamin bakal jijik dan mual melihat betapa liberalnya
mahasiswa Indonesia melakukan pencontekan, tanpa rasa dosa sama sekali,
baik dosa transendental maupun dosa sosial.

Menurut Anda mencontek itu dosa kecil? Haha :). Lalu setelah mencontek,
Anda berani melawan para koruptor yang menurut Anda melakukan dosa besar?
Hahaaaaa :). Kalau Anda tipe mahasiswa kayak gitu, Anda benar-benar bikin mual.

Coba lihat, apa yang dipakai berbagai perusahaan untuk menyaring kandidat
karyawan baru dari ribuan pelamar yang lain? IP! IP palsu Anda telah memungkinkan
Anda memperoleh gaji dengan merampas hak orang lain.

Apa yang dipakai project menager untuk memilih rekanan? Kualifikasi pendidikan
para profesionalnya! Dan kualifikasi palsu Anda telah memungkinkan terjadinya
manipulasi nyata bagi proyek miliaran rupiah.

91888064

I Stand for Peace and Justice

  • I stand for democracy and autonomy. I don?t think the U.S. or any other country should ignore the popular will and violate and weaken international law, seeking to bully and bribe votes in the Security Council.
  • I stand for internationalism. I oppose any nation spreading an ever expanding network of military bases around the world and producing an arsenal unparalleled in the world.
  • I stand for equity. I don?t think the U.S. or any other country should seek empire. I don?t think the U.S. ought to control Middle Eastern oil on behalf of U.S. corporations and as a wedge to gain political control over other countries.
  • I stand for freedom. I oppose brutal regimes in Iraq and elsewhere but I also oppose the new doctrine of “preventive war,” which guarantees permanent and very dangerous conflict, and is the reason why the U.S. is now regarded as the major threat to peace in much of the world. I stand for a democratic foreign policy that supports popular opposition to imperialism, dictatorship, and political fundamentalism in all its forms.
  • I stand for solidarity. I stand for and with all the poor and the excluded. Despite massive disinformation millions oppose unjust, illegal, immoral war, and I want to add my voice to theirs. I stand with moral leaders all over the world, with world labor, and with the huge majority of the populations of countries throughout the world.
  • I stand for diversity. I stand for an end to racism directed against immigrants and people of color. I stand for an end to repression at home and abroad.
  • I stand for peace. I stand against this war and against the conditions, mentalities, and institutions that breed and nurture war and injustice.
  • I stand for sustainability. I stand against the destruction of forests, soil, water, environmental resources, and biodiversity on which all life depends.
  • I stand for justice. I stand against economic, political, and cultural institutions that promote a rat race mentality, huge economic and power inequalities, corporate domination even unto sweatshop and slave labor, racism, and gender and sexual hierarchies.
  • I stand for a policy that redirects the money used for war and military spending to provide healthcare, education, housing, and jobs.
  • I stand for a world whose political, economic, and social institutions foster solidarity, promote equity, maximize participation, celebrate diversity, and encourage full democracy.
  • I stand for peace and justice and, more, I pledge to work for peace and justice.

To sign the statement, click here: http://www.zmag.org/wspj.

91843336

Peter Arnett, wartawan kesohor yang pernah meliput dari Perang Vietnam (sebagai wartawan AP) sampai Perang Irak I (sebagai wartawan CNN), diwawancarai TV Irak (sebagai wartawan NBC). Dalam wawancara itu, Arnett menyatakan bahwa strategi pemerintah US telah gagal, dan mereka harus menyusun strategi lagi. Dia juga menceritakan bahwa pemerintah US terus menutupi fakta bahwa mereka telah menjadi pembunuh massal dengan mengebomi sasaran sipil. Alih-alih, mereka menuduh bahwa pihak Iraq lah yang mengebomi instalasi sipil — hal yang kemudian terbukti bohong lagi.

Untuk wawancara ini, direktur NBC dan National Geographic menghadiahi Arnett dengan pernyataan pemecatan. Ini Amerika bung. Pers misti patriotik. Boro-boro wawancara: weblog aja mesti disensor, haha. Arnett cuma bilang: There’s a small island in the South Pacific I’ll try to swim to — I’ll leave.

Nggak lama, Arnett udah dapat pekerjaan lagi. Kali ini di Daily Mirror, di UK. Dengan bangga, Mirror memberi tajuk untuk bergabungnya Arnett ini: Fired by America for telling the truth — Hired by to carry on telling it.

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑