Ada Panduan VoIP gratis sebenernya, tapi harus diminta sebelum tanggal 27 November. Kali sementara ini aku nggak berfokus di VoIP dulu, lagi bikin risalah-risalah tentang penerapan IP dalam global communication dengan beban trafik yang tinggi dan heterogen.
Barangkali misinya kapan-kapan jadi kayak iklannya Nokia: Rewrite the rules. Forget the techno hype. Focus on the youth market.
Oh ya, thanks berat untuk URL-nya. Pasti beberapa bulan lagi library-library gitu bakal kepake.
Page 201 of 211
Ambil kacamata baru di Billah Optikal. Whew, belum berhasil membiasakan diri nih. Kayaknya harus berkeliling dengan kacamata hari ini, biar terbiasa. Jalan-jalan ke mana yah enaknya.
Tapi tensi aku dua hari ini turun terus. Aku udah dopping dengan banyak makan, tapi kayaknya belum bisa juga. Post-IELTS syndrome beneran kali yah. Meet dengan DIVNET harus ditinggal, gara-gara pusingnya nggak mau kompromi.
Duh indahnya matematika. Aku lagi pingin punya Pocket-PC yang diinstal Maple. Kayaknya rada enak kalo kerjaan yang berbau matematika dibantu ama mesin, jadi kita bisa take off lebih cepat.
Ceritanya masih kena post-ielts syndrome. Masih suka salah mikir.
Minggu diawali dengan ke acara menantuannya Pak Irwan di Cimuncang. Di sana sempat talk tentang future plan dengan Pak Adek Julianwar. OK, kayaknya masih harus berspekulasi panjang. Tapi emang apa sih yang dipertaruhkan? Telkom juga belum tentu berumur panjang. Ariawest barangkali malahan minggu depan udah bubar.
Minggu diakhiri dengan berhujan-hujan keliling Bandung. Dinginnya bikin badan menggigil dan gigi gemeretuk. Dingin kayak gini suka terkenang dalam waktu yang lamaaaaa sekali. Inget waktu KKM, inget jalan ke Gunung Bromo, inget malem pertama di Perros-Guirec, inget waktu Bintal, juga hari-hari pertama di GC.
The IELTS test has been finished. But there are many other things to do.
Pingin iseng bikin www.bakiak-rombeng.com. Enaknya diisi apa yah …
The result of feedback test: 7 for reading, listening, writing #1, and writing #2.
Today, the program is conselling with Lorna. But she said she doesn’t concern too much, as there’s nothing to worry about me. I think she played her role as a psycholog who tries to raise my confidence. But that’s what I really need now: confidence.
And vocabularies, as well.
Oh ya … net di TBC lagi dimatiin. Ruangannya direnovasi. Aku cuma punya waktu satu jam di sini. Tapi weekend ini bakal ada tes akhir, terus aku bisa ke Bandung lagi.
Sebenernya aku rada ragu sama tes akhirnya. Nilai-nilai aku berfluktuasi dengan liar. Writing bermain dari A- sampai B (7 ke 5), reading dari 8 ke 6, dan listening dari 7 ke 6. Speaking baru dicoba sekali, dan hasilnya antara 6-7.
Well, please wish me luck …
Afianto kayaknya suka pada ide bahwa orang yang disia-siakan justru bisa jadi bumerang..
Barangkali aku justru lebih suka mengamati bahwa orang yang karakteristiknya berbeda, sama sekali tidak kompatibel, justru bisa saling melengkapi untuk menyelesaikan pekerjaan besar. Fermi itu pemikir yang tekun, bekerja sistematis, dan mengharuskan semua orang bekerja dengan tangan di lab. Szilard sama sekali nggak suka bekerja dengan tangan. Tapi ide-idenya yang melompat-lompat itu memiliki ketepatan tinggi. Fermi, waktu berfokus menciptakan unsur transuranium, mengabaikan proses fisi nuklir yang diciptakannya. Szilard mempatenkan ide fisi terkendali, tapi tidak pernah benar-benar bekerja untuk mewujudkannya. Fermi mengatakan bahwa bom nuklir hanya bisa tercipta 25-50 tahun kemudian. Szilard berani menyurati presiden menyatakan kemungkinan bahwa Nazi Jerman bisa menciptakan bom nuklir lebih dulu.

Kamis kemaren aku ke kantor Ziggyt. Talk sebentar, terus kita terpaksa saling acuh. Aku jadi inget bahwa sejarah persahabatan kami memang kayaknya nggak banyak berbeda: saling diam aja, gara-gara minat dan kapabiliti yang bener-bener nggak kompatibel, kecuali kalau ada sesuatu yang dikerjakan bareng-bareng.
Barangkali keanehan kayak gitu yang bisa bikin persahabatan jadi abadi.
Weekend ini talk dengan Afianto soal nama anaknya: Enrico dan Fermiro. Lucunya, majalah SciAm juga membahas soal Enrico Fermi dan Leo Szilard, serta bagaimana dua tokoh yang pola pikir dan perilakunya sangat berlawanan itu bisa bekerja sama untuk menciptakan sesuatu yang hebat di zamannya.

Cerita ringkasnya: Tahun 1932 netron ditemukan. Tahun 1933, Fermi menggunakan netron untuk menciptakan elemen transuranium (sambil mengabaikan efek sampingnya berupa fisi nuklir). Tahun 1934, Szilard memaparkan ide tentang fisi terkendali. Kerasnya fasisme Eropa membuat mereka (dan juga Einstein) harus kabur dari Eropa ke AS. Tahun 1939 Bohr ke Amerika membawa khabar bahwa di Jerman Hahn dan Strassman berhasil membuat fisi terkendali.
Szilard merumuskan surat buat Roosevelt, ditandatangani Einstein, mengajukan usulan pembuatan proyek fisi nuklir. Roosevelt menyetujui, dan riset-riset dimulai di laboratorium metalurgi. Akhir cerita, justru para pelarian Eropa itu yang membuat AS memenangkan PD II.
