Baca site-site lama. Lucu juga yah, society system yang aku lewatin sama site-site itu. Jadi junker di Pusdata dan Bemonet, terus jadi tukang sentil garong di Isnet, sampai jadi sekum MSI, terus maen yang rada techie di IECI, dan balik ke komunitas junker di Bemo dan Blogger. Juga jadi inget temen-temen tempat berbagi simplicity in complexity. Dan juga ketangkep yang satu ini dari Nietzsche’s Zarathustra:
You bright star, what would your happiness be, had you not those for whom you shine.
La vie miraculeuse. Je Vous remercie ….
Page 199 of 211
Banjir besar di Banda Aceh. Duh, semakin besar iman seseorang, semakin besar pula cobaan yang dilimpahkan padanya. Mudah-mudahan mereka diberikan ketabahan iman yang luar biasa menghadapi cobaan yang tak putus-putus itu.
l.a. v.i.e. m.i.r.a.c.u.l.e.u.s.e.
Yeah, artikelnya rada chic juga. Tapi logonya nggak ada yang cukup chic buat dicuri *wink*. Kayaknya sementara ini sedikit dulu aja deh artikel Anti-Rokok-nya. Asal ada dulu. Ada banyak hal yang harus dikerjain sih. Koen dalam Pancaroba, hehe. Kali-kali beneran aku nanti mau bikin www.bakiakrombeng.com untuk menampung hal-hal yang nggak berhubungan dengan komunikasi.
Tahun 1997, seorang utusan PBB diminta menyelidiki kasus kebakaran hutan yang luar biasa di Indonesia. Si utusan menyusun daftar kota yang akan dikunjungi: Balikpapan, Pontianak, Palangkaraya, dan lompat ke Palembang.
Di Balikpapan, ia menerima laporan, “Kondisi kota terus memburuk akibat asep tebel !!”
Di Pontianak, ia menerima laporan, “Penduduk banyak mengungsi akibat asep tebel !!”
Ia gagal melanjutkan perjalanan ke Palangkaraya. “Bandara ditutup karena asep tebel,” kata pihak penerbangan.
Jadi ia ke Palembang. Di sana laporan yang serupa diterima. “Banyak penduduk mengalami gangguan kesehatan akibat asep tebel.”
Maka si utusan kembali ke New York. Di depan sidang, ia memaparkan laporannya: “I have visited several cities in Indonesia: Balikpapan, Pontianak, Palangkaraya, and Palembang. And the people in those cities reported the same conditions to me. So far, the conditions are acceptable.”
I tried to be optimistic that once the people will consider the importance of conserving the nature. But when the term “the people” is derivated into “persons”, one by one, my optimism went away. For example, even when knowing the real danger of smoking to their body and their family, some persons still insisted on smoking, and wished to the smoke that everything would be all right. Now I think that’s what we have done so far: destroying the nature and the society, while expecting everything to be improved.
Goodbye Tuvalu and Kiribati. Goodbye the Maldives and Florida. And goodbye Holland — an especially unfair end for the nation that is busy hosting the UN summit on global warming this week. Even if all the nations there reach agreement on reducing their carbon emissions it might already be too late to stop the melting of the Greenland ice sheet. That could be followed by a 10-metre rise in sea level and the disappearance of dozens of nations. Isn’t there are any good news about the world these days?

Serem mana sama punya kita?
Calling Bu Yeyet di TBC, soal invitation dari Rob White, dan juga iseng nanya hasil IELTS.
Hasilnya listening 7, reading 8, speaking 6, writing 7.
Yah, gitu deh. Mudah-mudahan post-ielts syndrome-nya berakhir deh.
Uji coba peluncuran site Anti Rokok. Rencananya site ini tempatnya bukan di sini, tapi di tempatnya MDAMT aja (haha). Tapi waktu cari bahan, aku gatel pingin nyusun dikit-dikit. Sama sekali nggak sempurna sih. Apa yang bisa diharapkan dari kerja beberapa jam?
Tapi di dalemnya ada beberapa artikel serius, ada juga beberapa humor, dan juga plesetan iklan rokok, hasil scanning dari Tempo.
Aku nggak punya ide buat bikin button yang bagus buat link dari site-site lain.
