Jam 10 tadi jalan ke Biotest, Naripan. Checkup atas perintah Bu Yeyet of The British Council. Udah lama juga sih nggak berpose di depan kamera sinar-x. Mudah-mudahan hari ini paru-paruku lagi cakep. Nanti sore harus balik untuk konsultasi dokter.
Istirahat, harus nyimpen energi, biar nanti sore tensi nggak jatuh di depan dokter *haha*. Surfing Indonesian logger aja. Ada Toekangweb dan Bukrie yang masukin alamat kuno catatan ini. Ada juga Winda Octaria yang cerita tentang site rokok dan site ini.
Kemajuan yang pesat di bidang antariksa tahun 1960-an ternyata dipicu antara lain oleh Indonesia. Baik Nikita Khrushtchev maupun John Kennedy sama-sama ingin menunjukkan kepada dunia bahwa negerinya (dan ideologinya) adalah yang paling hebat dan paling mampu memberikan kesejahteraan bagi manusia.
Berbeda dengan di negara lain dimana perang ideologi dilakukan dengan pertikaian bersenjata, di Indonesia perang itu dilakukan dengan merayu Soekarno. Komunis dipropagandakan sebagai progressif dan ilmiah, ditunjukkan oleh gerakan pembebasan bangsa-bangsa dan juga oleh Sputnik dan Vostok. Soekarno bikin NEFO. Kennedy panik, dan menggeber dana luar biasa untuk proyek antariksa, diteruskan oleh Johnson dan Nixon.
Maka akhirnya manusia Amerika mendarat di bulan (secara ilmiah: untuk apa sih manusia didaratkan di bulan), tapi waktu itu Kennedy sudah wafat, Khrushtchev sudah dipecat, dan Soekarno sudah dijatuhkan.
Sejarah membuktikan: setelah berakhirnya perang Vietnam, tidak ada lagi keisengan manusia untuk mendarat di bulan.
Hari pertama ketemu Surya Tjandra, lebih dari 2 bulan lalu, kita talk tentang masa kecil. Aku dulu suka kucing, kata aku. Tapi Surya nggak suka kucing. “I hate cats. They are dishonest,” kata dia. I know, but I like them, haha. “Dogs are better,” tambah Surya.
Surya memang idealis sejati. Dia suka mengarahkan segalanya ke hal-hal yang baik, dan sempurna. Aku punya perspektif hidup yang barangkali berbeda. Aku mau memahami ketidaksempurnaan, dan mengamati keindahan di dalamnya. Aku bisa bersimpati sama orang yang menghabiskan waktu buat berbohong di Bazis. Aku mencoba belajar kebijakan dengan mempelajari hidup orang kayak Stalin. Dan aku memproklamirkan diri sebagai orang yang nggak bisa dibanggakan.
Soalnya justru bahwa mengarahkan kucing itu jauh lebih susah daripada mengarahkan anjing. Aku pikir itu tugas kita di dunia: mengurusi hal-hal yang tidak mudah. Tapi memang Surya itu lawyer yang menimbang baik buruk, dan memperjuangkan yang baik. Aku engineer yang tugasnya mengamati keburukan dan menciptakan perbaikan.
Apa sih yang istimewa dari Drosophila melanogaster, atau 3.14159265358979, atau 2.718281828, atau urutan H-He-Li-Be-B-C-N-O-F-Ne. Kenapa semua nerdity test maksa kaum nerd untuk apal benda-benda gituan. Itu kan pengetahuan umum biasa, nothing special, dan kita semua apal sejak SMA. Kenapa test-test itu nggak melacak proses berpikir aja, yang pasti lebih menarik.
Hé-hé, gitu aja dibahas.
Mulai bikin rancangan website buat Pesantren Al-Quran dan Teknologi Duriyat Mulia. Sementara ditempatin di http://duriyat.komunikasi.org. Tapi mood aku masih di warna ungu aja. Lucu nggak sih, ada site pesantren berwarna ungu ?
Kabar gembira: lubang ozon menciut. Bahkan diprediksikan lubang ini akan menutup dalam 50 tahun. Larangan terhadap bahan kimia seperti CFC yang menipiskan lapisan ozon ternyata berhasil. Mengomentari laporan itu, penemu lubang ozon kutub selatan tahun 1985, Brian Gardiner, mengatakan bahwa tindakan politis masih sangat dibutuhkan untuk mengatasi isu lingkungan yang dihadapi planet ini.
Siapa negarawan yang berani jadi komunis tapi sekaligus berani menentang Stalin di zamannya? Hanya Josip Broz Tito, pimpinan gerilyawan partisan Yugo yang ditakuti waktu melawan Nazi Jerman.
Bagaimana jadi gerilyawan yang bisa berhasil mengalahkan salah satu tentara yang paling jahat di dunia itu? Gerilya hanya bisa berhasil dengan dukungan rakyat.
Seorang petani mengadu ke Tito bahwa salah satu prajurit Tito merampas tanaman si petani. Tito mengidentifikasi prajurit yang bersalah, kemudian memanggilnya. Ia menanyakan, kenapa si prajurit merampas makanan. Jawab si prajurit dengan takut, “Saya lapar.” Tito menarik nafas dalam dilema yang berat. Hari itu ia memutuskan bahwa si prajurit harus dieksekusi.
Barangkali memang Tito itu atheist. Tapi setiap mendengar kisah Tito ini, aku selalu tercekat, dan hanya bisa menyebut nama Allâh. Jadi pemimpin sejati itu sungguh berat.
Perang Dunia II sendiri bukan soal mudah. Meninggalkan banyak pertikaian internal. Seusai perang, pertentangan Tito dan Stalin makin sulit dihindari. Seperti biasa, Stalin mengatasi hal-hal semacam ini dengan mendorong pemberontakan untuk menjatuhkan pemimpin yang tak sesuai kebijakannya, atau bahkan dengan melakukan pembunuhan. Berulang kali terjadi percobaan pembunuhan pada Tito.
Bosan dengan situasi semacam itu, akhirnya Tito menulis surat kepada Stalin: “Mohon hentikan mengirim orang untuk membunuh saya. Sudah tertangkap lima. Satu bawa bom, satu bawa senapan mesin. Kalau tak bisa berhenti, saya akan kirim satu pembunuh ke Moskow. Dan satu saja sudah cukup.”
Stalin menyimpan surat itu hingga akhir hayatnya. Ia tak mengirim orang lagi untuk membunuh Tito.