Page 176 of 211

3517027

Dulunya cuman dunia Unix yang suka bikin jokes dengan nama, termasuk nama Unix sendiri. Setelah proyek Multics (multified information and computing system, kayaknya) gagal, Ken Thomson iseng bikin sistem operasi mirip Multics sendiri. Bagus kok, kata dia. Dipamerin ke Kernighan. Kata Kernighan, itu sih bukan Multics, tapi Unix. Masa sih unified :). Tapi nama itu cute juga, jadi dipakai terus. Thomson nggak betah pakai bahasa BCPL, jadi dia bikin bahasa baru, penyederhanaan BCPL, jadi dinamain B. Udah singkatan, disingkat lagi. Ritchie ikutan mengembangkan Unix, tapi dia pikir enaknya bikin bahasa yang lebih bagus. Abis B, ya C deh. Kebiasaan ngawur dan malas ini keterusan ke dunia Unix. Buat apa nulis ‘copy’ kalau bisa ‘cp’. Ntar ketuker cc baru tahu rasa tuh. Mainan kata juga jadi kebudayaan. Ada ‘more’ ada ‘less’. Ada ‘whetstone’, disaingin ‘dhrystone’. Aku sempat kumpulin koleksi nama aneh kayak gini, dulu.

Borland kena penyakit yang sama. Mau bikin saingan Lotus 123, dipakai yang lebih advanced dari 123. Nggak jauh-jauh: 4. Dan 4 bahasa Italianya pastilah Quattro (kebalik sama Dewi yang malah pakai nama ‘000’). Bikin suite untuk Application Builder dengan Object Pascal, misalnya biar gampang berkomunikasi dengan Oracle. Jadilah Delphi (want to talk to Oracle, come to Delphi, kira-kira gitu lah).

Eh, lucu, ada bebek kecil lagi berenang di kolam di depan. Maen sama bebek dulu ah.

3516895

Ke site Borland. Maunya sih cari info upgrade C++Builder, tapi malah keterusan baca tentang Turbo C, trus bernostalgia. Produk Borland yang pertama aku pakai itu Sidekick a.k.a. si Ctrl-Alt. Itu dipakai buat editor, kalkulator, dan semacam scheduler. Aku berhenti pakai SK abis bisa bikin editor sendiri.

Mulai 1989, aku pakai bahasa C (thanks, Zig) dan lekat sama Turbo C. TC, versi IDE-nya mendahului zamannya di sini kemudahan. Tapi abis itu aku pakai TCC yang lebih kompak, dan pas buat urusan perhackeran, khususnya waktu hampir semua program aku berekstensi .com. TCC kebawa sampai zaman LEN dan Telkom. Di site Borland, compiler ini bisa didownload gratis, di bawah direktori museum. Sempat maen Turbo Assembler sebentar. Lebih enak nulis assembly sebagai inline di C, dan biar TCC yang manggil TASM. (Skripsi malah pakai assembler primitif). Turbo Basic, Turbo Pascal, Turbo Prolog, skip.

Trus jadi ketagihan Borland. Spreadsheet pakai Quattro. Tapi nggak keterusan pakai Paradox, Sprint, Turbo Lightning. Hehe, kok bisa masih inget yah :). Nggak pakai Sprint soalnya keburu jadi fanatikus WordPerfect (versi 5 for DOS), dan nggak pakai Paradox soalnya lagi doyan bikin data base sendiri pakai TC.

3506168

Konversi Elsa dari C ke C++. Sekarang semuanya berubah jadi kelas-kelas dengan kalkulasi otomatis. Memang perlu waktu beberapa jam buat melakukan konversi dan validasi. Tapi abis itu implementasi di program jadi gampang bener. Trial dengan bikin program ElsaWin buat Windows, terus dibandingin hasilnya dengan versi asli yang udah terbukti valid. Semuanya OK, keren. Alhamdulillah :).

Elsa dirancang dari sebuah mimpi (mimpi benera, sambil tidur), dan dimulai abis bangun tidur. Tapi nama Elsa baru diberikan abis 1 bulan. Dari 1994-1997, Elsa jadi modul yang disertakan di paket-paket analisis trafik (termasuk serial Trafkit). Versi Javascript yang merupakan penyederhanaan Elsa dibuat tahun 1997, dan dipasang di website yang nantinya jadi cikal bakal site http://komunikasi.org.

Versi Perl pernah dibuat tahun 1999, sebagai bagian dari proyek Savitri yang merupakan bagian dari NSCS. Tapi aku keluar dari proyek sebelum selesai, dan nggak bawa salinan versi Perl itu. Tapi nggak pa-pa, aku rada curang juga. Kode Perl itu mirip sekali dengan kode C yang asli.

Versi VB Excel juga pernah dibuat, entah kapan dulu. Tapi presisinya kacau, terutama kalau perhitungan floating-point-nya berat. Salah aku apa salah Excel sih? Yang enak sih nyalahin Microsoft, yang kualitas programnya memang umumnya payah. Tapi yang namanya engineer kan justru tugasnya memecahkan masalah dengan berbagai keterbatasan. Jadi aku cari-cari aja terus bug-nya. Nggak ketemu. Tapi nggak ngeganggu juga, soalnya versi Excel itu dipakai untuk hitungan yang sederhana aja, kayak buat PBX, WLL, dan semacamnya.

Setelah konversi ke classy C++, Elsa bakal dipakai buat analisis trafik frame, sel, dan paket. Tapi kayaknya nggak pakai nama Elsa lagi. Udah melekat sama trafik sirkit sih. Cari nama lain dulu yang berkesan imut.

3491626

Jadi inget jaman masih di LPK. Di laci atas lemari instruktur, kita punya kotak berisi balpen dari siswa yang ketinggalan, nunggu diambil yang punya. Aku paling rajin ngisi, soalnya kayaknya murid-murid aku sama pikunnya sama aku, haha.

Udah lewat tengah malam, aku sendirian di LPK, selesai bikin paper. Dengan LX-800, mencetak belasan halaman itu siksaan (di markas jamaah malah kita masih ngeprint dengan LX-80). Syukur deh, akhirnya selesai. Aku tinggal tanda tangan, trus pulang. Tapi aku nggak bawa balpen, jadi aku ke kotak balpen ilang itu. Ambil satu yang aku tahu hasil tulisnya bagus. Rada kesel juga, balpen sebagus itu, dan halus hasil tulisnya, dibiarin aja nggak diambil. Aku mulai nakal: daripada disia-siain, aku ambil buat aku aja deh. Dengan ide nakal gitu, aku balik ke komputer, dan mulai kesal lagi: Koen si pikoen, paper kamu di mana. Aku nggak ke mana-mana, jadi si paper pasti di situ. Aku cari-cari sambil dieja satu-satu, di kiri PC, di kanan PC, di atas layar. File not found. Seek to other directory. File not found. Aku udah gila kali. Mana bisa kertas sebanyak itu menghilang. Aku nggak mau ngeprint lagi sebanyak itu, waktuku udah abis.

Aku balik lagi ke laci instruktur, kali ketinggalan di sana. Nggak ada juga. Aku jadi mikir, kali-kali gara-gara aku punya ide nakal kali ya. Iya deh, kalau ketermu, aku tanda-tanganin, terus aku balikin balpennya. Terus aku bailk ke ruang komputer, dan si paper masih lengkap ada di atas keyboard PC. Aku tandatanganin, aku balikin balpennya, dan aku nggak mau tau lagi soal balpen. Lagian aku sebenernya jarang bener ketinggalan balpen kayak malam itu.

Well, to be honest, aku memang suka nakal, dan suka melanggar. Tapi kadang-kadang aku diingetin dengan cara yang nggak masuk akal, terus aku jadi malu. Pas aku lagi malu itu aku jadi dikit rada mirip orang alim. Padahal sih aslinya nggak.

Kadang-kadang aku nulis entry dengan terus terang kayak gini, tapi gagal disave (atau mirip dengan waktu nulis tentang Dr Faust, terus disambar listrik, haha). Yang ini aku coba aja, kali berhasil.

3491453

Akhirnya … berakhir juga komedi tukang obrol di kelas itu. Berapa puluh menit terbuang sia-sia nungguin mereka berceloteh (di jaman komunikasi elektronik ini) ? Langsung kebut aja ke musholla, hampir telat. Wudlu. Lega rasanya.
Jalan lagi ke SU (mushola-nya terlalu kecil untuk shalat Jumat –red). Di sebelah SU ada mesin ATM. Aku jadi inget, aku udah nggak punya uang. Telat Jumatan semenitan lagi nggak pa-pa deh. Memang sih perniagaan harus ditinggalkan. Tapi kan ambil uang dari ATM aja nggak pa-pa. Jadi belok bentar deh ke ATM. Antri satu orang, ambil uang, tapi cepet juag dia. Pas giliran aku, eh kartunya nggak bisa-bisa masuk. Dipaksa masukin, eh ngadat terus. Gagal deh, langsung aja ke aula. Dan Jumatan langsung dimulai.
Emang gitu kali ya yang namanya pengawasan melekat. Mau bikin dosa aja, bukan cuman diingetin, tapi dibikin gagal. Suka lho, rasanya ada yang merhatiin terus. Dasar …

3490089

Site yang ini wajib dikunjungi: Site Mas Dhani. Nothing less than excellent. Kalau aku punya semacam award of excellency, pasti hari ini ada yang dapet deh. Contents-nya luar biasa (itu kan yang kita cari dari website), dan tampilannya juga manis sekali. Congrats, bro!

Hasil curian dari site itu: The Sound of Music

The hills are alive with the sound of music.

With songs they have sung for a thousand years.

The hills filll my heart with the sound of music.

My heart wants to sing every song it hears.

My heart wants to beat like the wings

Of the birds that rise from the lake to the trees.

My heart wants to sigh like a chime

that flies from a church on a breeze.

To laugh like a brook when it trips

and falls over stones on its way.

To sing through the night

like a lark who is learning to pray.

I go to the hills when my heart is lonely.

I know I will hear what I’ve heard before.

My heart will be blessed with the sound of music.

And I’ll will sing once more.

3477130

Si lembut hati merasa kehilangan catatan ini sih, jadi deh, aku publish lagi secepat ini. Tapi masa sih, berhenti go publicnya cuman kurang dari seminggu? Ah, aku nggak care lah. Anggap aja inevitable fate. Maju tak gentar, khalifah berlalu, apa lah …

3468397

Ke site Mas Budi, aku jadi inget, kenapa site aku bentuknya nggak jauh dari kotak-kotak dengan desain seadanya. Gara-gara Mas Budi tuh, bikin aturan strict amat buat site Isnet, padahal waktu itu aku lagi rada bernafsu ekspansi, haha. Tapi aku jadi ngerti alasan-alasan mendasar kenapa site dibuat kayak gitu. Dan aku menerapkan terus di website-website yang (masih) aku pegang. Kali memang pola pikir ini aneh, weird, dan sok. Tapi kan memang aku juga orangnya aneh, weird, dan sok. Pas donk buat aku.

Bukan berarti aku selalu seide sama Mas Budi. Waktu aku bilang mau sekolah, Mas Budi malah bilang, “Ngapain sekolah sekarang? Udah, bantuin saya dulu. Ada banyak proyek nih.” Aku nggak nurut, haha. Mumpung hari Pendidikan Nasional, aku mau ngingetin Mas Budi ah, bahwa beliau pernah jadi satu-satunya orang yang nggak setuju aku sekolah, biarpun kayaknya sambil becanda. Ntar tahun depan saya bantu-bantu deh, Mas.

3468240

Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku,

sebagai prasasti terima kasihku untuk pengabdianmu.

Engkau bagai pelita dalam kegelapan,

engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan,

engkau patriot pahlawan bangsa, tanpa tanda jasa.

Tanggal 2 Mei hari apa, anak-anak?
tanya Mas Budi
.

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑