Duh indahnya matematika. Aku lagi pingin punya Pocket-PC yang diinstal Maple. Kayaknya rada enak kalo kerjaan yang berbau matematika dibantu ama mesin, jadi kita bisa take off lebih cepat.
Page 171 of 180
Ceritanya masih kena post-ielts syndrome. Masih suka salah mikir.
Minggu diawali dengan ke acara menantuannya Pak Irwan di Cimuncang. Di sana sempat talk tentang future plan dengan Pak Adek Julianwar. OK, kayaknya masih harus berspekulasi panjang. Tapi emang apa sih yang dipertaruhkan? Telkom juga belum tentu berumur panjang. Ariawest barangkali malahan minggu depan udah bubar.
Minggu diakhiri dengan berhujan-hujan keliling Bandung. Dinginnya bikin badan menggigil dan gigi gemeretuk. Dingin kayak gini suka terkenang dalam waktu yang lamaaaaa sekali. Inget waktu KKM, inget jalan ke Gunung Bromo, inget malem pertama di Perros-Guirec, inget waktu Bintal, juga hari-hari pertama di GC.
The IELTS test has been finished. But there are many other things to do.
Pingin iseng bikin www.bakiak-rombeng.com. Enaknya diisi apa yah …
The result of feedback test: 7 for reading, listening, writing #1, and writing #2.
Today, the program is conselling with Lorna. But she said she doesn’t concern too much, as there’s nothing to worry about me. I think she played her role as a psycholog who tries to raise my confidence. But that’s what I really need now: confidence.
And vocabularies, as well.
Oh ya … net di TBC lagi dimatiin. Ruangannya direnovasi. Aku cuma punya waktu satu jam di sini. Tapi weekend ini bakal ada tes akhir, terus aku bisa ke Bandung lagi.
Sebenernya aku rada ragu sama tes akhirnya. Nilai-nilai aku berfluktuasi dengan liar. Writing bermain dari A- sampai B (7 ke 5), reading dari 8 ke 6, dan listening dari 7 ke 6. Speaking baru dicoba sekali, dan hasilnya antara 6-7.
Well, please wish me luck …
Feel down, Koen?
So did Wagner when he composed his masterpiece Der Ring des Nibelungen. Fled from his country after being involved in political movement, had no money but much amount of debts, and faced several personal problems. But his masterpiece is one of the best composition ever created on the Earth.
I have no suggestion. You may just have to try to ignore your feeling. Further, you could use that feeling to boost your performance.
Barangkali memang ada hal-hal besar yang harus dilakukan untuk mengisi kehidupan. Tapi sebagian besar waktu hanya kita habiskan untuk memecahkan fluktuasi masalah. Sebenernya memang kita tidak boleh memutuskan bahwa suatu hal itu kecil dan boleh diabaikan. Kita tahu, logika semesta tidak sesederhana sistem “pembulatan” (besar/kecil) kita. Tapi kadang aku terlalu lelah … dan memutuskan untuk mengabaikan semua.
God, I’m bloody tired …
Siegfried, Prelude to Part II. Bukankah deret kegalauan memang disusun sebagai hiasan dari sebuah keberhasilan besar? Atau sebaliknya, justru keberhasilan sebenarnya hanya riak yang berbeda warna dari sistem yang hanya berisi kegalauan?
Siegfried, Prelude to Part II. Alam semesta yang tersusun seindah ini pun barangkali hanya merupakan hasil dari fluktuasi kuantum. Salah satu dari sekian fluktuasi yang bisa berlangsung cukup lama — cukup untuk melangsungkan evolusi lengkap di dalamnya. Cukup untuk membangkitkan “kehidupan” yang riang di dalamnya. Tapi bagaimanapun, itu cuma riak. Riak yang bisa jadi lebih besar dari yang lain, bisa berwarna lebih menyolok, dan tampil lebih indah.
Tapi kemudian, di atas segalanya, dia cuma riak, cuma fluktuasi, di antara deretan fluktuasi yang lain.
Bukan berarti aku mengabaikan keindahan yang prima ini. Barangkali aku justru sedang memaksa diri mencari keindahan di dalam noise dan bentuk kekacauan lainnya.
