
Beberapa hari sebelumnya, mereka …

Beberapa hari sebelumnya, mereka …


Verbum sapienti: quo plus habent, eo plus cupiunt.
Post nubila, Phoebus.
Aeternum.

Hari pertama musim dingin. Waktu yang pas untuk mencampuradukkan perasaan (eh, masih punya yah). Kelegaan menyelesaikan proses yang panjang, keriangan bakal ketemu orang-orang tersayang di Indonesia, tapi juga ada kesedihan meninggalkan negara ajaib ini, plus orang-orang antik dari berbagai negara yang sama-sama terdampar di sini. Juga ada semacam keasingan menerima perasaan yang campur aduk. Gimana sih rasanya berbincang dengan manusia, saling memegang, dan sadar bahwa besok semuanya hanya tinggal bayangan.

Katanya yang ini humor favorit di Inggris:
Sherlock Holmes and Dr. Watson go camping and pitch their tent under the stars. The famed detective awakens during the night and says, “Watson, look up at the stars and tell me what you deduce.”
“I see millions of stars,” Watson replies, “And even if a few of those have planets, it’s quite likely there are some planets like Earth, and if there are a few planets like Earth out there, there might also be life.”
To which Holmes replied: “Watson, you idiot. Somebody stole our tent.“
Hampir hari Rabu. Then …
Yang bikin aku rada lega malahan di kampus. Waktu aku ke message board di depan Q-100, seorang mahasiswa berdiri tegang di depan pintu Q-122. Sia-sia berusaha mendorong pintu. Huh, primitif juga, udah tahu pintu dikunci :).
Waktu aku mendekat, mengeluarkan dompet, dia menatap lega. “You got the key! Thanks God!”
That’s the ultimate word for me. Somebody praises his God for what we have done. Thanks God, for letting somebody like that living around me.
Oh ya, aku bukan melarikan diri dari KL sebenernya, tapi dari pesta :).
Aku cuman datang sekedar biar sopan. Tapi tumpukan alkohol bau pipis kucing
di pojok ruangan itu udah bikin mual dari awal. Terus terlibat perbincangan
dengan Sharon McGuire, satu-satunya pengelola bidang akademik C&W yang
hadir di sana. Nggak jauh dari soal tesis dan wisuda.
Tapi terus dia bilang, “Wait a minute. I’ll be back and dance with you.”
Trus dia ngabur. Wow, sebelum dia balik, mendingan aku yang ngabur deh.

Tapi KL lagi-lagi bikin keajaiban. Makhluk serius yang disertasinya dinilai terbaik itu masuk ke ruang pesta malam ini dengan senyum lebar. Barangkali masih ingat betapa berisiknya aku di ruang kuliah setahun terakhir :). Berbincang sedikit tentang acara wisuda. Nego dikit sana-sini. Dan waktu aku berjingkat melarikan diri dari ruangan (eh, I never enjoy the party, sebenernya), dia menahan. “Thank you, Koen. I know what you have done.” Aku jadi gugup. “It’s nothing. It’s nothing.” Dia memaksa memeluk aku. Aku peluk balik, terus melarikan diri ke Faraday. Well, mon ami, just forget it.
© 2026 Kuncoro++
Theme by Anders Noren — Up ↑