Page 133 of 211

76708487

Tahun 1998 dulu aku pernah bikin acara sumbang buku di Telkom Kandatel
Bandung. Cuma 1 kantor, dan temanya dibatasi pada buku pelajaran anak
SD-SMP. Tapi hasilnya lumayan banyak sekali. Kebetulan aja waktu itu
aku masih di DKM, BAZIS, dan Dalnet (yang berlokasi di sebelah masjid
dan punya gudang). Jadi buku-buku ditaroh di masjid. Kalau aku kebeneran
ke kantor (waktu itu lagi agak sering kerja di luar kantor), aku pindahin
buku dari masjid ke gudang Dalnet. Abis bukunya banyak, aku pinjem mobil
kantor a.n. Bazis buat bawa buku-buku itu ke pesantren anak-anak di
atas gunung, di Ciwidey.

Sebenernya pingin juga mengulangi acara yang sama. Kalau tema nggak dibatasi,
pasti buku yang masuk bisa lebih banyak. Apalagi kalau tawarannya dibuka
ke beberapa kantor. Tapi terus di mana buku itu harus disimpan sementara,
dan gimana cara distribusinya ke tempat-tempat tujuan (yang kayaknya udah
harus lebih dari satu).

Perlu rada serius nih, cari companion dulu ;).

76708437

Akhirnya, berhasil juga aku ke Pondok Buku Arcamanik. Jl Kano 1. Ini
adalah hasil gagasan Teh Ida Sitompul yang ingin menyediakan infrastruktur
pendidikan buat masyarakat segala golongan, yang artinya tentunya buat
kalangan yang kurang mampu secara ekonomi (tapi sering lebih mampu
secara intelektual).

Ruangannya masih sewaan. Ruang utama berisi buku anak-anak muda, dan
di pinggir ada buku yang lebih dewasa. Di ujung yang lain ada dua komputer
yang bebas diakses (laku keras tuh). Banjir Arcamanik tahun lalu menenggelamkan
beberapa komputer dan puluhan buku lainnya. Di ruangan lain ada komputer
yang diap dirakit ulang. Plus scanner yang bagus tapi belum ketemu drivernya.
Yeah, PR buat minggu depan.

N6510

N6510, si bungsu dari Nokia seri 6. Konon ideal untuk eksperimen dengan GPRS dan HSCSD melalui koneksi inframerah. Pengguna dipaksa untuk berkoneksi dengan inframerah, tanpa pilihan koneksi lain. Hal-hal yang lucu dari ponsel Nokia, kayak editor gambar dan tone, dipindah ke PC suite yang hanya bisa berinterface dengan pesawat ini melalui inframerah. Pas buat kaum nerd yang nggak mau segalanya disederhanakan, dan nggak peduli dengan hal-hal yang fancy. Pilihan warna, kayak logam-logam yang kena korosi.

Nokia menyebutnya human technology. Di website ini, kami menyebutnya nerd technology, why not?.

Faust by Chirikov

Faust, by Chirikov. Hah, orang Russia nulis tentang Faust? Hmm, apa sih yang nggak ditulis orang Russia :) :).

Ivan Mikhailovich yang hidup dengan kerutinan tak terpemanai, serta biasa acuh pada keluarganya; dan istrinya, Xenia Pavlovna, yang mulai terbiasa dengan ketidakhadiran suaminya. Xenia ingin sesekali ke teater, tapi Ivan selalu mengingatkan bahwa 9 tahun sebelumnya mereka sudah pernah ke teater. Tapi waktu Faust dimainkan di kota itu, Ivan membeli dua tiket, dengan jengkel.

Kejengkelan juga mewarnai perjalanan mereka ke teater. Bahkan sampai jeda pertama, keduanya saling tidak puas atas kehadiran pasangannya ;). Bagian berikutnnya membuat mereka merasa terjebak dalam hidup. Tapi siapa yang menjebak. Barangkali seperti Faust juga yang terjebak dalam impian yang menjauh dari realita tapi ke arah kesuraman. Bentuk impian yang salah, sungguh aneh.

Tapi selalu bisa diperbaiki.

Di akhir pertunjukan mereka minum orange juice, tanpa rasa permusuhan lagi. Dan dengan kebanggaan yang terus berkembang pada pasangannya.

Dan begitulah, mereka jadi saling menyayangi lagi. Dan hidup mereka berubah sama sekali.

76430433

Bisnis memang nggak sesederhana itu ;). Bukan sekedar bisa melakukan sesuatu,
jadi layak melakukan sesuatu. Bukan sekedar punya web service terus bikin
e-commerce. Bukan sekedar punya ISP terus bikin IP-telephony. Bukan sekedar
punya modal terus bikin IT business.

Kelayakan bukan sekedar dihitung dari ROI. Dilbert pasti tahu itu :).

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑