Tahun 1998 dulu aku pernah bikin acara sumbang buku di Telkom Kandatel
Bandung. Cuma 1 kantor, dan temanya dibatasi pada buku pelajaran anak
SD-SMP. Tapi hasilnya lumayan banyak sekali. Kebetulan aja waktu itu
aku masih di DKM, BAZIS, dan Dalnet (yang berlokasi di sebelah masjid
dan punya gudang). Jadi buku-buku ditaroh di masjid. Kalau aku kebeneran
ke kantor (waktu itu lagi agak sering kerja di luar kantor), aku pindahin
buku dari masjid ke gudang Dalnet. Abis bukunya banyak, aku pinjem mobil
kantor a.n. Bazis buat bawa buku-buku itu ke pesantren anak-anak di
atas gunung, di Ciwidey.
Sebenernya pingin juga mengulangi acara yang sama. Kalau tema nggak dibatasi,
pasti buku yang masuk bisa lebih banyak. Apalagi kalau tawarannya dibuka
ke beberapa kantor. Tapi terus di mana buku itu harus disimpan sementara,
dan gimana cara distribusinya ke tempat-tempat tujuan (yang kayaknya udah
harus lebih dari satu).
Perlu rada serius nih, cari companion dulu ;).

N6510, si bungsu dari Nokia seri 6. Konon ideal untuk eksperimen dengan GPRS dan HSCSD melalui koneksi inframerah. Pengguna dipaksa untuk berkoneksi dengan inframerah, tanpa pilihan koneksi lain. Hal-hal yang lucu dari ponsel Nokia, kayak editor gambar dan tone, dipindah ke PC suite yang hanya bisa berinterface dengan pesawat ini melalui inframerah. Pas buat kaum nerd yang nggak mau segalanya disederhanakan, dan nggak peduli dengan hal-hal yang fancy. Pilihan warna, kayak logam-logam yang kena korosi.

