Page 128 of 211

Pleumeur-Bodou

Pleumeur-Bodou katanya terpilih dalam proyek Telstar akibat letaknya yang dekat pantai Atlantik dan lingkungannya yang tenang, mendukung kejernihan transmisi yang waktu itu sangat peka gangguan.

Sberapa tahun lalu aku sama beberapa cs berkelana di sekitar pantai Armorik sekitaran kampungnya Asterix, buat mencapai Pleumeur-Bodou. Sopirnya gantian, dan kayak biasa aku jadi navigator. Jalanan dikelilingi tebing berwarna coklat cantik. Dan bahkan sampai titik terdekat, kosmopolis bulat raksasa itu nggak pernah kelihatan. Baru di atas jam 1700 kubah raksasa itu tampak. Kayak bulan purnama yang terbit terlalu dekat. Planetariumnya tutup di musim itu. Tapi museumnya bisa dilihat.

Meneruskan pengelanaan jalan kaki, ternyata kampungnya Asterix juga hanya beberapa puluh meter dari situ, ditata sesuai aslinya, dengan atap jerami. Nggak ada patung Asterix, soalnya ini bukan taman ria. Sayangnya nggak ada menhir Obelix juga. Konon dibawa ke Roma semua buat menghancurkan mata uang Romawi dan bikin Caesar jadi senewen.

Pleumeur-Bodou

Today, 40 years ago, at the Radome in Pleumeur-Bodou, France received the first transatlantic transmission of a TV signal via the Telstar satellite. It illustrated the potential of a future world-wide satellite system to provide communications between continents.

The first Radome was only temporary, and was installed in order to house the construction site for the antenna. Both this temporary shelter and the final Radome measured 64 meters in diameter. The final Radome, installed in France in the summer of 1962, is now a museum. It is made of Hypalon coated Dacron and weighs over 30 tons.

78764485

Kalau amazon.com memerlukan waktu nyaris 2 bulan untuk mengirim buku ke Bandung (via pos, bukan DHL), amazon.co.uk cuma memerlukan 12 hari. Luar biasa? Yup. Tapi ternyata amazon.fr bisa memecahkan rekor itu dengan 10 hari.
Kapan ya ada yang mau bikin amazon.com.sg? :)
Atau amazon.co.id sekalian. Masa sih harus takut sama fraud? Tapi … berapa sih orang Indonesia yang mau bener-bener beli buku? Apa cukup prospektif untuk membuat toko buku online segede dan selengkap Amazon?

Faust dan Stagnansi

Faust. Di versi awal, yang aku tulis berulang-ulang dari tahun 1997, Faust melambangkan orang yang tidak menemui jalan lain selain stagnansi, kejumudan. Dan buat Faust, stagnansi adalah dosa manusia terbesar. Maka ia mengambil satu-satunya jalan yang mungkin diambilnya untuk keluar dari stagnansi, yaitu berkelana dengan Mephistopeles. Potensi dosa yang niscaya akan terjadi kalau seseorang berjalan dengan sang setan, buat Faust, adalah resiko yang mungkin terjadi, dan tetap lebih baik daripada dosa akibat menerima stagnansi.

Tapi yang kemudian berhenti aku tulis adalah saat manusia lepas dari stagnansi. Segalanya berkembang sesuai fitrah kemanusiaannya. Atau setidaknya begitulah tampaknya. Pada saat itu, sadarkah Faust bahwa ia masih berjalan bersama Mephisto?

Di awal langkah kita, memang barangkali tidak ada faktor Mephisto. Atau kita kira demikian, soalnya Mephisto tidak menemui kita seperti dia menemui Faust. Dia barangkali muncul bukan sebagai persona, tetapi sebagai idea. Tapi seharusnya, kita tetap menghindari kesalahan yang sama dengan Faust, yang asyik dengan dengan kemanusiaannya yang indah dan mulai lupa menilai kembali titik awal yang dia ambil.

78725089

Antisosial?

Pada masyarakat dimana mayoritas anggotanya melakukan tindakan-tindakan antisosial, orang yang tidak mau terlibat akan dituduh antisosial. Pada saat itu sebutan antisosial boleh jadi kebanggaan.

Ah, label lagi :). Dalam transportasi data paket, memang label benar-benar membantu untuk membentuk routing yang efektif dan sekaligus fleksibel. Tapi di luar bidang itu, label nyaris selalu disalahgunakan untuk meroutingkan perspektif kita ke kesan yang telah diarahkan (atau tepatnya disalaharahkan, baik sengaja atau tidak). Dan pada saat itu, label lebih baik digunakan sebagai paradoks.

Kesimpulannya … jadilah individu antisosial, yang bersama individu antisosial lain bersama-sama membentuk masyarakat yang lebih baik.

Terjemahan Mizan

Iseng baca Surely you’re joking Mr Feynman yang diterjemahkan Mizan sebagai Cerdas Jenaka Cara Nobelis Fisika. Beberapa cerita buku itu udah disadur bebas di site ini tahun lalu, misalnya soal Feynman dan Faust. Juga soal seminar Feynman yang pertama yang dihadiri Pauli, Einstein, Neumann, dll.

izan bisa punya beberapa motif sekaligus untuk menerjemahkan dan menerbitkan buku ini. Pertama, tentu, memperkuat posisinya sebagai media pembangkit kreativitas yang sehat. Hummm, yeah, sehat. Kedua, dalam misi itu, Mizan jadi punya wewenang menentukan bentuk terjemahan, termasuk mengedit bagian-bagian yang dirasa kurang pas dengan kreativitas sehat dalam visi Mizan. Petualangan Feynman yang vulgar menghilang dari buku itu.

Jadi ingat buku Mengenal Foucault yang diterbitkan Mizan juga. Buku aslinya banyak gambar vulgarnya sebenernya. Tapi gambar pun diedit Mizan, dipersopan dikit.

Peta Internet

Peta Internet, dibuat dengan visualisasi traceroute. Peta ini dibuat dari sebuah komputer di Bell Labs di New Jersey, ke 130000 host di Internet. Setiap titik ujung menunjukkan network lain, baik network kecil maupun network perusahaan besar; dan setiap titik temu menunjukkan router. Bell Labs juga menggambarkan apa yang terjadi pada network perusahaan yang mengalami merger dan sebagainya, termasuk juga network yang routingnya mengandung keanehan, baik yang disengaja maupun tidak. Cukup menarik. Konon gambar-gambar ini juga dijadikan poster dan dijual di http://www.peacockmaps.com/.

78634292

Majalah jilid 1 hingga 4 dicetak dengan ukuran A4. Edisi 5 dan 6 dijadikan jurnal berukuran B5. Terbitan ke 7 berbentuk buku, yang
cukup tebal. Edisi 8 mirip edisi 7, tetapi penuh warna, dan edisi 9 dilampiri CD multimedia. Edisi 10 hanya berbentuk CD multimedia tanpa buku, dan bentuknya seperti itu sampai edisi 15. Di edisi 15 ini sebagian besar isinya merupakan animasi video. Edisi 16 sepenuhnya merupakan video (VCD atau DVD), sampai edisi 18. Edisi 19 tidak lagi dijual, tetapi ditampilkan di TV, sampai edisi 23. Kemudian pindah ke radio sekali dengan alasan yang tidak disebutkan. Edisi 25 ditampilkan di panggung, sehingga di samping membatasi waktu juga membatasi tempat. Barangkali edisi 30 hanya ada di pikiran penulis.

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑