Page 127 of 211

79046855

Runtutan karuniaMu melengahkan aku dalam bersyukur padaMu

Limpahan anugerahMu melemahkan aku dalam memuji namaMu

Deretan ganjaranMu menyibukkan daku dari memuliakanMu

Inilah kami, orang yang mengakui limpahan rahmatMu

Tetapi membalasnya tanpa terima kasih

Sambil menatapi kelalaian dan kealpaan dirinya

Sementara Engkau Mahakasih Mahasayang

Takkan mengecewakan para pencariNya

Takkan menolakkan para pendambaNya

Doa Ali Zaynal Abidin

Ramallah

ISP Palnet di Ramallah (Palestina) didatangi sekelompok tentara rezim rasialis zionis. Server dimatikan. Para pegawai ditangkap. Gedung disegel. Dan ribuan orang Palestina tidak lagi memiliki akses Internet.

Lebak

Dua belas jam dilewatkan di jalan panjang pulang pergi ke Lebak.
Dimulai waktu gerimis Bandung membelai muka yang menggigil jam 2 pagi.
Melesat menembus kabut tebal Sindanglaya menjelang fajar.
Menjumpai cerah matahari di atas kerasnya tol Jagorawi.
Menembus jalan dikelilingi padang rumput ke arah Serang.
Menatap penduduk Banten yang mulai mengisi hari di Pandeglang.
Dan kembali menemui keramahan orang-orang Rangkasbitung.
Selebihnya adalah kerja lagi.
Dan menyusuri jalan yang sama lagi balik ke Bandung.
Deras hujan jadi gerbang kota Bandung.
Masih juga gelap dan dingin, seperti tak tersentuh cahaya selamanya.
Aku belum tidur.

78932509

Tapi apa berarti Revolusi Perancis jadi salah? Seperti juga Faust yang terjepit,
dan mengikut Mephisto, revolusi juga jadi keniscayaan: sebuah jalan setan yang
harus diambil sebagai satu-satunya kemungkinan lepas dari kejumudan, sang iblis
besar. Dan seperti Mephisto yang mengambil korban satu demi satu, revolusi juga
memakan satu per satu anak-anaknya, rakyat yang innocent, para pahlawan. Segalanya
terbakar membakar dalam api menghitam; dan sekian generasi kemudian baru
menciptakan masyarakat yang jernih, dinamik, ramah, dan … selalu sinis.

78932493

Bastille diserbu. Kenapa bukan Versaille dulu? Atau Louvre? Yang penting
mulanya bukanlah menghancurkan apa yang mereka punya, tapi mengambil kembali
kearifan yang terkurung dan terhinakan. Tapi apa kearifan bisa dibangun kembali
dari simbol?

Kearifan tidak pernah bisa dikurung, dan tidak ada hubungannya dengan label
dan simbol. Maka orang yang lebih kecewa mencari nilai baru dengan membersihkan
yang lama. Istana dijarah. Bangsawan dipancung. Sampai ukuran imperial pun diganti
jadi sistem metrik. (Juga satu minggu diubah jadi 10 hari, tapi urung).

Kearifan tidak bisa disusun dengan pengrusakan. Maka yang terjadi adalah kekacauan.
Teror berkuasa. Dan untuk mengembalikan bentuk masyarakat, diktator baru harus
diangkat. Napoleon memasang mahkota di kepalanya sendiri.

Wellington’s Victory

Wellington’s Victory — rentetan panjang dentum-dentum canon nyaris tanpa henti mengiringi orkestra Beethoven. Setelah mengganti judul simfoni ketiga dengan Eroica, menolak Napoleon yang memahkotai diri sendiri, Beethoven melangkah dengan gagah menjatuhkan pasukan Napoleon. Pasukan yang separuh ragu dan separuh penuh semangat kekanakan, dijatuhkan di depan pasukan yang sekedar menjalankan tugas dari kanjeng sultan di seberang lautan. Trus God Save The King yang lembut dialunkan beriringan dengan fugue yang dinamik.

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑