Hanya dari Allâh kita berasal,
dan hanya kepada Allâh kita kembali.
Dunia hanya kefanaan semu belaka.
Page 125 of 180
Anton Chekhov bercerita tentang seorang guru yang menerima gajinya. Si tuan rumah, orang tua muridnya, semena-mena menurunkan gajinya, menambahkan potongan-potongan yang tidak masuk akal, dan menuntut ganti rugi atas berbagai hal. Akhirnya si guru hanya diberi sepersepuluh gaji yang seharusnya. Si guru jadi pucat, tidak berani melawan, tetapi sempat mengucap merci.
Si tuan rumah marah atas kelemahan guru itu. Ia mengaku hanya becanda, lalu membayarkan seluruh gaji guru itu, penuh. Di akhir cerita, si tuan berpikir mudah sekali menghancurkan orang kecil.
Di buku yang lain, Chekhov menulis bahwa cerita yang baik harus dipotong paragraf awalnya. Barangkali di cerita yang ini, Chekhov juga memotong paragraf akhirnya. Barangkali di paragraf akhir yang tidak ada itu, Chekhov mau menulis bahwa manusia-manusia kecil itu memandang sesamanya sebagai manusia kecil, mengasihaninya, tetapi sering lupa bahwa dirinya sendiri rentan terhadap ketidakpastian. Tidakkah sama mudahnya bagi zaman untuk mempermainkan si tuan rumah itu seperti ia mempermainkan si guru?
Boss: Why should I hire you as my consultant ?
Dogbert: I’ll use my special process of cognitive dissonance to improve employee morale.
Boss: How does it work ?
Dogbert: When people are in an absurd situation, their minds rationalise it by inventing comfortable illusion.
Boss: Okay, go for it.
Then …
Dogbert to an employee: Isn’t it strange that you have this dead end job when you’re twice as smart as your boss ? The hours are long, the pay is mediocre, nobody respects your contributions, and yet you freely choose to work here.
Employee: It’s absurd! No, wait. There must be a reason. I must work here because I love the work. I love this job.
Dogbert: OK, next.
Akhirnya, paket-paket yang ceunah tiba dalam 6 hari itu sampai setelah mengarungi lautan sekitar 25 hari. Bea cukai berbaik hati membebaskan pajak untuk barang-barang pindahan yang sebagian besar berisi buku itu (tip: harus dilengkapi surat pengantar dari kedutaan). Si paket kecil tiba nyaris sempurna. Beberapa CD hancur boxnya, tapi CD-nya sendiri aman. Si paket besar yang kotaknya kuat udah nggak berbentuk kotak lagi, dan tanpa penutup. Isinya utuh, tapi dua buku rusak covernya. Alhamdulillah, yang lain bisa dibilang sempurna.
Selamat tinggal deh buat sejarah. Box-box langsung melayang ke kotak sampah. Dan segala isinya langsung didistribusikan ke tempat yang benar.
Tapi rak buku barangkali jadi perlu direkonfigurasi. Hmmm, pekerjaan yang menarik.
Boss: From now on, I’ll be using the chaos theory of management.
Dilbert: ? ? ?
Wally: And this will be different how ?
Boss: Now there’s a name for it.
Apa aja ya … kacamata … pindahin data dari Tristan&Isolde ke Crescent … buka account ISP (kayaknya ke Elga lagi aja) … cari SIM card (belum memutuskan enakan Simpati apa Mentari apa sekalian IM3) …
Juga soal-soal dengan SDM :) :).
Greatbach memiliki 140 paten, dan semuanya tanpa subsidi pemerintah. Selain
alat picu jantung, temuannya meliputi dari baterai bertenaga tritium hingga
mesin yang menggunakan alkohol untuk kloning tumbuhan sebagai upaya pembentukan
sumber energi biomass. Tentu tidak semua risetnya berhasil. Tapi ia selalu
mencoba lagi menembus segala batas. “Kegagalan bukanlah sesuatu yang patut ditakuti,” katanya.
“Jika kita tidak pernah gagal, artinya kita kurang keras bekerja dan mencoba.”
“Kegagalan kita di mata Tuhan adalah keberhasilan, yang barangkali baru tampak
nilainya setelah berlalunya masa hidup kita.”
Ia menambahkan, “Sebaliknya, keberhasilan juga tidak perlu diagungkan. Kalau kita
pernah mengharapkan penghargaan dalam bentuk apa pun atas hasil kerja kita, artinya
kita minta dibayar untuk sesuatu yang dianugerahkan sebagai kasih sayang. Penghargaan
sendiri sebenarnya telah tersimpan di dalam pekerjaan kita itu.”
Tentu, ini masih ada hubungannya dengan soal jantung. “Rumah-rumah sakit dipenuhi
oleh orang-orang yang tidak mampu mengatasi baik kegagalan maupun keberhasilan.
Saya sih tidak peduli. Yang penting terus belajar, bekerja keras, dan hidup
dengan itu. Tidak ada ketakutan atas kegagalan dan kebanggaan atas keberhasilan.
Semuanya dinikmati saja.”
Lalu ia menutup, “Tuhan akan tersenyum pada kita, dan kita jadi orang paling
bahagia di dunia ini.”
Waktu, kata Hercule Poirot, diukur bukan dengan detik arloji, tetapi
dengan detak jantung. Detak jantung sendiri dipicu oleh sinyal elektrik
dalam skala milivolt yang dibangkitkan oleh titik syaraf di ruang-ruang
atas jantung. Sinyal ini memberitahu ruang-ruang bawah jantung untuk
berdenyut memompa darah ke seluruh tubuh.
Pacemaker, alat picu jantung, membantu kasus gagal jantung dengan
memberikan pulsa elektrik pengganti sinyal alami itu. Ini adalah temuan
Wilson Greatbach di akhir 1950an. Alat picu jantung sebelumnya selalu besar
dan dipasang di luar tubuh, sehingga rawan infeksi di bagian yang masuk
tubuh. Greatbach memadukan alat itu, termasuk catu daya, ke dalam tubuh.
Percobaan pertamanya mampu memperpanjang usia anjing hingga 4 bulan. Greatbach
memperbarui alatnya dengan transistor (yang waktu itu masih baru) dan berbagai
pilihan baterai. Di tahun 1960, dilakukan penanaman pada 10 manusia yang
memiliki harapan hidup sangat tipis akibat gagal jantung. Pasien pertama
meninggal 24 bulan kemudian, tetapi yang terakhir meninggal 30 tahun
kemudian. Inovasi Greatbach sendiri dilakukan tanpa henti di waktu-waktu
sesudahnya, bahkan sampai ia pensiun 12 tahun lalu, bahkan sampai hari-hari ini.
Yang termasuk di dalam risetnya adalah alat pendenyut jantung itu sendiri.
Ini lebih rumit daripada pengirim sinyal. Baterai yang bisa dipakai mengirim
sinyal selama 20 tahun, hanya akan kuat bekerja 20 menit untuk mendenyutkan
jantung. Namun alat yang dinamai LVAD (left-ventricle assist device) ini
terus dikembangkan.
Keliling Bandung. Menikmati kemacetan Bandung di sebuah malam Selasa. Gasibu, Dipati Ukur, Dago, Merdeka. Tapi semuanya penuh canda.
Ujungnya … tersesat ke Lembong 11. Teu sangka euh, bisa-bisanya juga aku sukarela ke sini, di satu-satunya waktu semacam ini di mana aku nggak perlu ada di sini. Udah tertulis di atas sana barangkali, bahwa bagaimana pun aku harus menyentuh lantai Lembong 11 juga di waktu kayak gini.
Kenapa sih Internet dinamai Internet?
Tahun 1968, ARPA (badan proyek riset tingkat lanjut milik dephan AS) menerbitkan RFQ (request for quotation) untuk perancangan jaringan komunikasi yang tersambung ke 20 universitas. Jaringan ini dipersyaratkan untuk bisa bertahan menghadapi saluran yang buruk atau putus sekalipun, untuk alasan pertahanan. Tender dimenangkan Bolt, Baranek, and Newman. Node ARPAnet pertama dipasang di UCLA tahun 1969, berupa sebuah IMP (interface message processor), yang menjadi cikal bakal router dan switch masa kini. ARPA meneruskan penelitian ke komunikasi radio bergerak dan komunikasi satelit di tahun 1972.
Secara terpisah, para engineer sedang mengembangkan komunikasi antar komputer lokal. Salah satunya adalah Ethernet. Para ahli kemudian berpikiran bahwa nantinya jaringan- jaringan ini pasti akan disatukan. Pasti akan timbul masalah antar jaringan (internetting problem). Protokol-protokol selanjutnya disusun dengan memperhatikan masalah internetting ini, sehingga secara informal protokol-protokol itu mulai disebut internet protocols. Nama resminya adalah Protocol for Packet Network Interconnection, diterbitkan tahun 1974, dan kemudian dikembangkan menjadi kumpulan protokol yang membentuk TCP/IP suite.
Sejarah lengkapnya nantinya masuk komunikasi·org. Tapi sekarang masih belum punya waktu luang untuk menyentuh site itu.
