Author: Kuncoro Wastuwibowo (Page 85 of 88)

Last Lecture Day

Celebration of the Last Lecture Day. Cuman ketemu bareng-bareng, Coca Cola non stop, dan ngobrol gantian sama rekan-rekan. Soal project, politik, travelling plan. Semacam itu lah. Kenn yang selama ini acuh bener, tumben ngasih apresiasi personal :).
Tapi yang patut dirayakan adalah hari kepulangan yang makin dekat. Cuman tegang juga nih sama thesis.

Park @ Birmingham


Park itu penuh pohon yang rindang. Mirip oasis di tengah Birmingham yang sedang disengat matahari tanpa ampun. Manusia-manusia berbagi cerita, di samping danau kecil dengan ratusan angsa hitam dan bebek mungil. Ada Mas Sony dan Mas Arisman dari New Castle yang sibuk jadi provokator buat kegiatan beasiswa dan penyaluran buku. Ada Mas Yusron yang lagi kampanye PPI UK. Ustadz Cholid berbincang asyik dengan Bambang Widjoyanto dari LBH. Ahmad Sofyan (a.k.a. Fade2black) malu-malu jadi konsultan web designing. Teh Nizma berkeliling ambil foto (kali-kali kita mirip pengungsi). Harry Sufehmi … duh kemana sih itu anak …

C++ dari O’Reilly

Kirim surat ke O’Reilly, iseng nanya kali ada buku C++ yang baru. Dua buku punya mereka juga ketinggalan zaman tuh, masih logat pertengahan tahun 1990-an. Jawabannya bikin tambah pesimis.


Hi Koen,
We were working on a C++ techniques book, but I’m afraid it was recently cancelled. We have a C nutshell book that we’ve been working on, but that’s currently in pending status with no projected release date. I wouldn’t hold my breath for that one. You may want to check with another publisher for more up-to-date coverage in this area.

Sorry I don’t have something more promising to report.

Antik juga. Masa disuruh cari ke kompetitor :). Kali maksudnya dia aku memang disuruh baca Stroustrup. Kenapa ya bukan O’Reilly aja yang nerbitin bukunya Stroustrup.

Terakhir aku beli buku O’Reilly di Birmingham. Internet Core Protocols. Abis aku bayar, ada yang baru masuk, nanyain buku Kernighan-Ritchie ke yang jaga. Si mbaknya bingung, buku apaan tuh. Jadi aku ambilin. Mereka kaget, “Wow, that’s fantastic.” Nggak fantastik padahal. Semua programmer C sebelum zaman C++ pasti pernah lekat sama buku K&R. Aku beli buku itu dua kali malahan. Dua-duanya …. (kan yang asli mahal). Sekarang satu di Griya Caraka, satu lagi kalau masih berwujud buku, ada di Malang.

Stratford-upon-Avon

Sungai Avon mengalir tenang. Segala spesies yang mengapung — ratusan angsa putih, angsa hitam, dan bebek yang terbang rendah — saling acuh menikmati kesibukan masing-masing. Mendung yang tebal pun terpaksa mengalah, menyingkir buat sekedar memberikan warna buat sepotong kota Stratford.

Dengan jarak hanya belasan kilometer dari Coventry, ada kota yang karakteristiknya jauh berbeda. Kalau Coventry kota pelajar dan industri, dan Leamington penuh nuansa seni, Stratford disiapkan khusus buat pelancong. Segalanya disiapkan buat orang yang mau meng-EGP-kan kehidupan barang sehari.

Balik ke Coventry lewat Leamington lagi. Di peternakan yang ‘itu’, ratusan kelinci masih berlarian sampai ke pinggir jalan raya, cuman berhenti buat menatap tajam pada bis yang melaju lambat-lambat. Errrrh, aku juga cuman jadi pelancong di bumi ini. Tinggal sebentar sekedar menghayati kefanaan, kemudian akan meneruskan pengelanaan ke keabadian dengan keindahan yang sempurna …

Ironiknya, aku ke Stratford-upon-Avon sekedar buat cari kartu telepon

Quark, Gell-Mann, dan Zweig

Quark dimodelkan oleh dua orang secara tidak bersamaan. Satu Murray Gell-Mann, ilmuwan yang sudah ternama karena risetnya di bidang spesifikasi materi subatom, yang darinya dapat disusun semacam sistem periodik untuk partikel subatom, plus beberapa prediksi. Dia menulis ide tentang “triplet” ini dengan malu-malu dalam paper yang hanya dua lembar, di tahun 1964. Yang bikin dia ogah adalah bahwa riset matematika dia menunjukkan bahwa quark bisa memiliki muatan 1/3 dan 2/3 unit muatan elektron, yang waktu itu dianggap tidak mungkin. Di paper itu dia malah nyaris menyangkal bahwa idenya itu ada dalam realitas. [Mirip kisah foton, relativitas, dll, yang mulanya oleh penemunya dianggap hanya model matematika]

Penemu yang lain, George Zweig, menyusun idea tentang “ace” dengan permodelan fisika, bukan matematika. Dia menerbitkan idenya di CERN (dengan berbagai kesulitan) pada tahun 1964, sepanjang 24 halaman, lebih rinci dari Gell-Mann. Tapi dia juga menulis bahwa hasil itu aneh karena pendekatan yang kasar.

Gell-Mann kemudian menamai partikel itu quark, bukan triplet atau ace lagi. Penelitian Gell-Mann yang berkelanjutan, membuat ia memperoleh hadian Nobel pada tahun 1969, untuk spesifikasi partikel subatom, tanpa menyebut soal quark. Waktu akhirnya konsep quark diterima sebagai bakuan, komite Nobel merasa tidak pantas memberikan Nobel kepada Gell-Mann dua kali untuk satu kali kerja, tapi juga tidak memberikan Nobel kepada Zweig karena artinya harus memberikan kepada Gell-Mann juga. Syukurlah, di kalangan ilmuwan itu pun Nobel tidak terlalu dihargai.

Birmingham Symphony Hall

Apa yang menarik di Birmingham? Simphony-hall yang megah, jelas. Tapi yang paling menarik adalah sepasang angsa hitam yang berenang di kanal berarir hijau, dengan tiga anaknya yang masih berwarna kuning. Di atas jembatan, kita dipaksa diam menyaksikan si angsa. Dan sadar, hidup itu indah sekali.
Tapi kapan aku boleh jadi angsa hitamnya lagi …

Eroica

Hampir tengah malam, di perpustakaan dengan segelas coklat hangat buat melawan dinginnya udara Westwood (coklat gratis hanya ada di perpustakaan ini –red).

Aku baru dari Warwick Art Centre, nonton pagelaran dari Berlin Simphony Orchestra yang memainkan Eroica dari Beethoven. Kayaknya ini hal terbaik yang pernah aku alami di Inggris, biarpun nggak terlalu berbau Inggris.

Memang Beethoven udah lama aku akrabi. Eroica, atau Simfoni Ketiga dari Beethoven, juga pasti pernah terpasang tiap minggu dari CD aku. Tapi menyaksikan simfoni dari Berlin, aku kayak baru pertama kali menyaksikan orkestra, dan kayak baru pertama kali ngedengerin Beethoven. Setiap detiknya jadi terlalu berharga.

Yang terbayang bukan Beethoven, atau Napoleon yang tadinya akan dipersonifikasikan di simfoni ini, atau Wagner yang nggak sempat didengar (soalnya telat). Yang terbayang hanya rasa syukur buat Allah yang Maha Kasih, yang berkenan menganugerahi makhluk kecil ini hidup yang indah.

Foto di atas itu hasil curi-curi di dalam hall, padahal dilarang, ssstttttt.

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑