Author: Kuncoro Wastuwibowo (Page 69 of 88)

Tentang Suhu

Yuk, sekarang cerita tentang suhu. Hiatttt. Eh, bukan suhu yang itu.

Sebelum Fahrenheit, orang sudah tahu bahwa panas mengakibatkan benda memuai, dan pemuaian itu bisa dijadikan penunjuk intensitas panas. Tapi Fahrenheit-lah yang pertama kali memberikan besaran angka pada intensitas itu, sebagai besaran bernama temperatur alias suhu. Fahrenheit, di Jerman di abad ke-16, masih doyan cara berhitung kuno. Jadi dia pikir, buat aja penskalaannya dalam derajat, biar kayak lingkaran. Tadinya dia mau hitung dari 0 sampai 360 derajat, kayak lingkaran. Tapi khawatir kekecilan, akhirnya dia bagi jadi 180 derajat. kayak setengah lingkaran. 180 derajat itu adalah selisih antara titik beku dan titik didih air. Tapi bagaimana kalau ada yang lebih dingin dari titik beku. Pusing nih si Fahrenheit. Trus dia punya ide yang kayaknya masuk akal. Ukur suhu yang paling dingin yang bisa diukur manusia, dan namai 0 derajat. Suhu terdingin yang bisa dia buat adalah campuran air dan amoniak yang membeku. OK, namanya 0 derajat. Terus titik beku air dihitung dari situ, ketemu 32 derajat. Titik didih air jadi 32 + 180, jadi 212 derajat. Selesai. Jadilah derajat Fahrenheit.

Di Swedia, Celcius merasa hitungan Fahrenheit itu lucu sekali. Hitungan yang wajar, menurut dia, adalah dengan membagi seratus derajat suhu antara titik didih dan titik beku air. Kenapa air? Soalnya gampang paling gampang dicari dan direkonstruksi perhitungannya. Jadi Celcius memberikan angka 0 untuk titik didih air, dan 100 untuk titik beku air, dan membagi suhu dalam derajat Celcius. Setelah orang Swedia eksentrik ini meninggal, orang mengubah skala Celcius: 0 untuk titik beku air, dan 100 untuk titik didih air.

Tentu jadi ada nilai negatif untuk derajat suhu. Tapi lama-lama orang terbiasa. Malahan akhirnya orang sering juga menemukan benda yang suhunya di bawah 0 derajat Fahrenheit.

Di akhir abad ke-19, saat para fisikawan asyik dengan termodinamika, ilmuwan William Thomson, a.k.a. Lord Kelvin, menyimpulkan suhu terendah yang bersifat absolut, yang tidak mungkin lebih dingin lagi. Kira-kira sebesar -273.15 derajat Celcius. Suhu itu dinamai 0 kelvin. Kelvin memakai skala yang sama dengan Celcius. Jadi air membeku pada 273 kelvin, dan mendidih pada 373 kelvin.

Model Matematika

Apakah relativitas hanya sebuah pemodelan matematika? Ya, tapi bukan berarti dia tidak nyata. Sama dengan 1+1=2 yang mustahil dibilang tidak nyata. Karena ada matahari dengan massa cukup besar itu, maka terjadi pelengkungan ruang-waktu, yang membuat gerakan bumi menjadi seolah mengelilingi matahari. Lho, itu kan karena gravitasi, gitu kali pikir kita.

Tapi gravitasi cuma penamaan dari sebuah gejala matematis juga :). Emang bumi pernah meratifikasi Hukum Newton IV, menanyakan massa matahari dan menimbang massa dirinya sendiri, kemudian membeli kalkulator, dan selanjutnya menghitung dengan jari-jari berapa dan kecepatan berapa dia akan mengelilingi matahari?

Bumi, kalau punya kesadaran, hanya memutuskan bergerak sesuai Hk Newton I saja, bergerak melalui lintas paling sederhana. Si lintas itulah yang oleh massa matahari dilengkungkan sehingga bumi berevolusi. Dan mekanisme itu kemudian dinamai gravitasi. Atau relativitas. Atau apa pun nama lucu lainnya.

Diameter Black Hole

Seorang rekan virtual :), memberikan komentar tentang matematika yang — akibat relativitas — jadi bersifat subyektif, kayak yang aku tulis di salah satu halaman di web ini (lupa yang mana): kalau nggak ada aku, 1+1=2, tapi kalau ada aku, 1+1=2.1 — semacam itu. Contoh yang lebih menarik, diberikan oleh Kip Thorne. Misalkan, katanya, ada sebuah lubang hitam (black hole, trou noir). Diketahui kelilingnya misalnya 30cm. Berapa diameternya? Dengan geometri Euklid, kita bisa menghitung dengan rumus sederhana d=k/?, jadi sedikit di bawah 10cm lah diameternya. Benar? Nggak juga, soalnya si lubang hitam yang kecil itu memiliki massa sangat besar, sehingga dimensi ruang-waktu di sekitarnya mengkerut luar biasa. Barangkali bisa berkeliling dalam 30 cm, tapi untuk melintasinya, kita akan menempuh sampai ratusan meter, atau ratusan kilometer, tergantung massa si luang hitam itu.

Bye, Cybersquatter

News of today: kuncoro.org dan kuncoro.biz is available to register. Visit your local domain registrant.

Hikmah dari runtuhnya dot-com pseudo-industry adalah mulai bubarnya benalu bernama cybersquatter. Belum sepenuhnya, memang. Tapi mulai ada tanda-tanda baik. Nama yang bagus kayak indonesia, bandung, atau telkom; memang susah diambil kembali, karena terlalu berharga buat siapa pun yang pegang. Tapi nama yang umum dan kurang berharga, udah mulai dilepas.

Domain favorit Anda masih dipegang registrant? Tunggu aja dengan sabar beberapa bulan. Mereka juga punya cash flow yang harus dipelihara :).

Weakly

Ini sambungannya, beberapa menit kemudian.
“Tapi tadi pantes Pak, kalau jabatannya diganti jadi Kabid Notwork.”
“Kenapa?”
“Dulu kan analisis trafik kita selalu monthly. Sekarang jadi weakly.”
“Terus?”
“Weakly, Pak. Bukan weekly.”
“Ha-ha-ha-ha-ha.”

Notwork

Tahu-tahu si beliau, Senior Manager Bidang Network, yang kali ini jabatannya ditulis soalnya relevan dengan cerita ini, udah bertengger di ujung kubikel-ku.
“Koen, saya sekarang bukan Kabid Network lagi.”
“Lho … pindah ke mana, Pak?”
“Sekarang saya jadi Kabid Not-Work.”

Eastern Chipmunk

Eastern chipmunk, a striped ground squirrel found mostly in eastern North America. Eastern chipmunks have five dark and two light stripes on their backs, extending from head to rump, and two stripes on their long, bushy tails. They are distinguished from other ground squirrels by the white stripes above and below their eyes.

Chipmunks often make their homes in sparse forests or farms, where they can build the entrances to their lodges in stone walls, broken trees, or thick underbrush. A lodge consists of a maze of tunnels leading to a large, leaf-lined nest. Chipmunks spend most of the daylight hours outdoors but head for their lodges before nightfall. Although they are excellent climbers, chipmunks live primarily on the ground.

Chipmunks eat nuts, seeds, insects, and occasionally birds’ eggs. Like all ground squirrels, they have large cheek pouches, sometimes extending as far back as their shoulders, in which they can store food. They collect and store nuts and seeds through the summer and fall. When the weather starts to get cool, all the chipmunks in a region suddenly disappear into their lodges, where they begin hibernation. On warm winter days one can often see chipmunk pawprints in the snow, as they will sometimes wake up and leave their lodges for brief periods when the temperature rises.

Mating season for Eastern chipmunks is mid-March to early April. The gestation period is 31 days, after which a litter of three to six is born. Baby chipmunks leave the lodge after one month and are mature by July.

The chipmunk most likely got its name from the noise it makes, which sounds like a loud “cheep.” You can occasionally see a chipmunk hanging upside down from a tree branch “cheeping” its call.

Source: C++ in a Nutshell, O’Reilly & Associates, Inc

Mengintip Mars

Akhirnya … tanpa iringan simfoni dari Holst … jadi juga kita ngintip Mars dari Bosscha. Kasihan juga sih, para bujangan2 itu Malam Minggu bukannya cari prospek, malah ikutan ngintipin planet di tempat gelap di pelosok Lembang. Tapi biar aja deh, biar hidup mereka jadi variatif, haha :).

Mars yang sekilas tampak merah kekuningan, dari teropong itu jadi lebih jelas warna merah kekuningannya. Lengkap dengan kutub yang putih cemerlang. Phobos dan Deimos nggak keliatan sama sekali. Terlalu kecil, kata mas yang jaganya.

Setelah tahun ini, baru 284 tahun lagi Mars dalam posisi cukup dekat dengan bumi.

Waktu kita turun, mendung menutupi langit lagi, kayak waktu berangkat tadi. Di Setiabudi, mobil disetop segerombolan polisi. Dari mana Mas? tanya salah satu polisi. Dari Bosscha, jawab aku, Lihat bintang. Dia belum puas, trus nanya, Bintang apa?. Kenapa tadi aku bilang bintang ya ?

JW Mariott

Lucu juga. Dengan 15000 poin, kita boleh nginep semalam di Santika. Dengan 57000 poin, kita boleh nginep semalam di Hotel JW Mariott. Emang secanggih apa sih Mariott?

Pingin iseng2 ngintip ke sana, pikir aku bulan kemaren.

Ternyata ada yang punya ide lebih jauh dari itu hari ini. Dan ternyata ide yang dia bawa sama sekali bukan ide yang lucu.

Kalau bukan lucu, apa? Ide konyol, goblog, dungu, bebal, suram, dan kufur sepenuhnya.

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑