Author: koen (Page 38 of 123)

Vingt Francs

Aku rada tertarik dengan agenda tahun 1995 yang ada uang 20 franc-nya itu. Itu adalah tahun terakhir waktu aku (1) belum pegang credit card, yang berarti (2) belum berlangganan Internet sendiri dan (3a) belum daftar IEEE serta (3b) belum kenal ISNET dan (4) belum punya komunitas online. Tapi isi catatannya dinamik sekali. Tokoh yang sedang bikin serial program analisis trafik untuk menyatukan tugas di bidang network dan hobbi di computer programming, mulai asyik mengkoleksi dan membahas musik klasik (sebelumnya ikutan denger doank), masih menyentuh tapi mulai meninggalkan soal-soal psikologi praktis dan asyik dengan wacana postmodernisme, dan di akhir tahun melompat ke ibukota kaum postmodernist: Paris.

Tahun berikutnya agenda bukan lagi jadi hal serius. Ada Internet dan lain-lain. Mail-mail dan milis-milis dan web-web berkejaran. Trus suatu hari hampir semuanya direm. Ada kesadaran bahwa Internet bukanlah dunia nyata, tapi hanya tools dalam dunia nyata. Tapi ternyata nulis di kertas udah agak mustahil lagi :).

Jadi … di ujung cerita … adalah catatan lepas ini.

Plus catatan di bawah tanah. Tapi ini cerita lain :).

Hari ini aku ambil uang 20 franc dari agenda tahun 1995. Lemnya udah nggak sekuat dulu. Mau dipindah ke mana aja, asal nggak di dalam agenda yang mulai berjamur itu.

82589802

First, I stopped to write what I was really doing.
Now, I stopped to write what I am really thinking.
I guess it’s time to find another media.

Catatan-catatan gini, maksudnya catatan dengan tanggal-tanggal, sebenernya
bisa dilacak mulai zaman SD *ouch*. Aku kayaknya masih ingat beberapa
entry catatan semacam itu. Melaju ke SMP, dan mulai terbelah. Ada catatan
pendek kegiatan harian dan ada catatan panjang di buku yang lain.
Di SMA, catatan panjang diubah formatnya jadi surat-surat untuk seorang
sahabat fiktif, yang baru berakhir waktu aku mulai kuliah. Tapi catatan
agenda dipilih yang punya dua ruang: sebelah kiri buat kegiatan harian,
dan kanan buat omelan-omelan yang lebih panjang. Nggak setiap tahun
aku dapat yang kayak gitu :), jadi kadang omelan ditulis di dalam
catatan kegiatan. Atau di komputer, yang waktu itu mulai merasuk ;).
Lulus, dan dua tahun pertama kerja, agenda aku berubah format jadi agenda
besar, wow :). Coret-coret panjang masih menemani tulisan kegiatan harian.
Ditambah gambar-gambar, kliping, peta-peta, cuplikan program, dan
bahkan uang :) :).

Ande-Ande Lumut

At last, the “Ketoprak Ande-Ande Lumut” opera was performed, di Gedung Kesenian Rumentang Siang, Kosambi, Bandung. Kegiatan disebut dimulai sekitar jam 18:00, haha. Tapi pukul 18:00, penonton baru satu per satu berdatangan, dan panggung disiapkan. Baru sekitar pukul 21:00, opera dimulai, tetap secara informal.

Berbeda dengan latihan-latihan sebelumnya, aku malah gagak ikut menonton apa pun itu yang ada di atas panggung. Instrument bonang penerus yang aku pegang punya posisi yang unik, menghadap penonton, jadi aku nggak bisa lihat ke panggung, kecuali waktu bonang dalam posisi mute.

Tentu, beda dengan opera versi Eropa, opera versi Jawa ini lebih bersifat informal. Timing bisa diatur. Dialog bisa terus diimprovisasi. Musik latar bisa dimodifikasi kapan saja, bahkan waktu pertunjukan sedang berlangsung. “Sekarang srepegan sanga terus. Nggak jadi pakai pelog,” para pengiring
berbagi info di tengah adegan peperangan di panggung.

Dan begitu selesai, tanpa aba-aba penutup, semuanya dibubarkan. Tirai ditutup, penonton pulang, pemain gamelan lepas baju luar di situ juga, salam-salaman, pulang. Di luar udara dingin membekukan.

82462867

Joke kiriman Bang Ary

In a New York park, a young boy was attacked by a savage dog. A passer by happened to see that and came to the rescue.
Having tackled the dog, he strangled it to death.

A reporter for the New York Times was watching all this and took snap shots for a front page picture in the next days paper. Approaching our hero he says: “Your heroic feat shall be published in tomorrow’s paper under the headline – Brave New Yorker
rescues boy
.”

“I’m not from New York” replied our brave hero.

“Oh in that case we’ll change the headline – Brave American rescues boy from savage dog.”

“I’m not American either” replied our brave hero.

On being asked about who he really is, our hero replied “I’m an Indonesian”.

Well the next day the headline on the front page of The New York Times said:
Muslim Fundamentalist strangles dog to death in New York park. FBI investigating possible link to al-Qaeda.”

IEEE Renewal

Renew IEEE membership. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini lebih banyak media yang diambil dari Computer Society daripada dari Communications Society. Tapi sebenernya lebih banyak media yang aku ambil itu, disponsori salah satu society itu dengan co-sponsorship dari society satunya. Hidupku nyaris selalu di irisan itu kali ya, biarpun tahun ini di sisi yang berbeda.

Media favorit masih majalah Network, yang diterbitkan CS, Comsoc, dan sekaligus ISOC. Sayangnya terbitnya dua bulan sekali.

82404112

Diculik dari JawaPos:

ISNET layak berbangga lagi. Salah seorang warganya, M. Syamsi Ali, menerima penghargaan sebagai Ambassador for Peace dari the InterReligious Federation for World Peace, Senin malam di AS. Wartawan Jawa Pos melaporkan dari Washington DC, penyampaian anugerah tersebut dilangsungkan di New York Center dan dihadiri sekitar 500-an pemimpin dari berbagai agama. Syamsi Ali, pemuda asal Kajang Bulukumba, Sulawesi Selatan ini, memang sudah lama bermukim di New York. Dia juga salah seorang pendiri Imams Council of New York.

Kepada Jawa Pos, Syamsi mengucapkan syukur kepada Allah swt, sebab dia menerima penghargaan itu di tengah gencarnya Islam dipersepsikan sebagai agama kekerasan dan terorisme, serta di tengah gencarnya Indonesia dituding sebagai lahan teroris. “Saya merasa bahwa ini merupakan pengakuan orang lain terhadap kenyataan ajaran Islam yang sesungguhnya,” kata Syamsi, lelaki kelahiran 5 Oktober 1967 ini.

Ini menjadi semacam hadiah ekstra bagi Syamsi yang dua hari sebelumnya sukses menggelar Parade Tahunan Masyarakat Muslim New York. Setelah 1999, ini kali kedua Syamsi Ali menjadi ketua panitia pelaksana event tahunan muslim internasional New York itu. Dalam parade itu juga hadir kalangan dari agama-agama lain. Bahkan, tokoh-tokoh Protestan, Katolik, dan Yahudi juga ikut dalam acara parade yang diketuai Syamsi Ali ini.

82339360

The Top 10 Things Engineering School Didn’t Teach

  • There are at least 10 types of capacitors.
  • Theory tells you how a circuit works, not why it does not work.
  • Not everything works according to the specs in the data book.
  • Anything practical you learn will be obsolete before you use it, except the complex math, which you will never use.
  • Always try to fix the hardware with software.
  • Engineering is like having an 8 a.m. class and a late afternoon lab every day for the rest of your life.
  • Overtime pay? What overtime pay?
  • Managers, not engineers, rule the world.
  • If you like junk food, caffeine and all-nighters, go into software.
  • Dilbert is a documentary.

82296643

Backdoor: paranoia atau realita?

Waktu network komputer belum jadi sesuatu yang serius, backdoor bukanlah
kejahatan. Ken Thompson, si pencipta Unix, bahkan mengakui di depan
pertemuan ACM tahun 1984 bahwa ia punya
sebuah magic password yang membuatnya bisa login di sistem Unix
yang mana pun. Kedengarannya mustahil, soalnya Unix masa itu nggak mirip
program komersial masa kini: banyak yang bisa melihat source code-nya.
Gini caranya: Thompson, dengan kreatif, menempatkan Trojan Horse
bukan di source code sistem operasinya, tetapi di kompilernya.
Yang lebih menarik, dengan cara itu ia juga bisa menerobos sistem-sistem Unix yang lebih baru.

Eric Allman menempatkan backdoor juga di sendmail waktu sistem itu baru
dipakai di beberapa komputer, dan belum dihapus waktu sendmail tersebar
luas. Bill Joy, yang kemudian jadi salah satu pendiri Sun Microsystem,
memasang beberapa backdoor di sendmail; dengan salah satunya, yang dinamai
wizard, bisa memberikan root shell kepada siapa pun yang memiliki
password tertentu.

Tapi kemudian Unix diseriusi jadi sistem komersial yang handal, dan
mainan backdoor semacam itu tidak lagi dianggap pantas. Microsoft sejauh
ini selalu ketahuan menyimpan backdoor untuk lucu-lucuan, yang dinamai
telur paskah. Daftar telur paskah bisa dilihat a.l. di
http://www.eeggs.com/tree/279.html.
Tapi di luar itu, kalangan Microsoft tentu tidak akan membuka rahasia
backdoor mereka, tidak seperti kalangan akademisi Unix.

Jadi kalau mau berulah macam-macam ke pemerintah AS, ciptakanlah dulu
sistem operasi sendiri. Pakai open source software sih boleh
saja, tapi selain periksa source code program-nya, periksa juga
source code kompilernya ;).

82232150

Bener juga yang ditulis orang dari O’Reilly tahun lalu: jangan menahan nafas sambil menunggu O’Reilly menerbitkan buku baru tentang C++. Buku C++ in a Nutshell baru dijadwalkan terbit awal 2003 (dan berdasar pengalaman dengan Ruby, ini artinya pertenganan 2003). Penulisnya Ray Lischner.

Lischner menempatkan manuscript bakal buku itu di http://www.tempest-sw.com/cpp/ untuk direview para pejuang dan eksponen C++.

82232092

Al-Ghazali dalam bukunya Munqidz min al-Dhalâl, menulis: Ada empat
macam pencari kebenaran: (i) para theolog yang mengaku sebagai perintis
pemikiran dan spekulasi intelektual (ii) kaum rohaniwan yang mengaku
memegang autorisasi melalui para imam maksum (iii) para filosof yang mengaku
menjunjung logika dan pembuktian, serta (iv) kaum sufi dan mistikus yang
mengaku satu-satunya yang menerima kehadiran Tuhan dan mempunyai penglihatan
intuitif.

Tentu, tidak seperti kaum ilmuwan masa kini yang melakukan kategorisasi
dan berhenti di sana, Al-Ghazali menyatakan bahwa keempatnya tidak mesti saling
eksklusif. Banyak manusia-manusia yang melakukan beberapa pendekatan sekaligus
(di samping banyak yang tidak melakukan pendekatan sama sekali).

Jadi kenapa harus heran dengan manusia yang menerima kehadiran Tuhannya dalam
hidup real sehari-hari, tapi suka berasyik-asyik dengan soal-soal filsafat,
logika, dan dan kesemestaan?

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑