Malaysia

Thu 27 August 2009, 11:08 UTC

Malaysia

Kita bukan cuma serumpun. Kita bersaudara. Ada masanya persaudaraan itu manis, saat kita berbincang hangat, saat kita saling mendukung, saat kita tertawa renyah menertawai nuansa budaya kita. Namun ada pula saat dimana kita saling menyakiti. Dan — kita paham — yang ternyeri dari segala sakit adalah tusukan dari kata dan perilaku saudara kita sendiri. Tapi kita sudah sama dewasa. Kita paham bahwa persaudaraan memang harus berhias kehangatan dan kebekuan, kesejukan dan bara panas, kata manis dan pekik makian menusuk. Kita paham bahwa itu tidak akan merusak persaudaraan kita.

Tak ada gunanya mengenang kesalahan generasi sebelum kita, generasi yang pernah dan mungkin kini tengah memimpin kita. Itu bukan kita. Kita adalah generasi baru yang siap membawa bangsa dan tanah air kita maju menjadi pusat kemajuan dunia. Yang penting bagi kita adalah kerja sama, berbagi sumberdaya, bertukar dukungan, memperkuat jabat erat, melupakan segala remeh-remeh yang hanya akan melalaikan kita. Ambalat bisa kita bincangkan sambil becanda. TKI bisa kita seriusi sambil bertukar aroma kopi pagi. Batik, dan segalanya, bisa kita pecahkan sambil bergurau. Makianku di Twitter dan Facebook — lupakan sajalah. Dan pelesetan Indonesia Raya-mu yang berselera rendah itu, kita lupakan juga. Seperti kata kami: Bhinneka Tunggal Ika — kita memang berbeda, tetapi kita sama. Atau kata kalian: Bersekutu Bertambah Mutu — kita akan bawa sinergi kita memajukan negeri-negeri kita.

Jadi, untuk Saudara-Saudariku di Malaysia: SELAMAT MENYAMBUT HARI MERDEKA. Ha, merdeka — kata yang menyemangati dan membanggakan, kata yang hanya dimiliki Bangsa Indonesia dan Bangsa Malaysia. Bangga memiliki Malaysia sebagai saudara dan tetangga kami. Majulah Malaysia, Jayalah Indonesia, Malaysia Bisa, Indonesia Boleh!

RSS feed | Trackback URI

Trackbacks:

104 Comments

Comment by isp
2009-08-27 14:29:42

Hidup itu kompleks pak kuncoro, yang saya sendiri ga tau anda orang mana? Malay or indonesian.

Intinya klau orang tua anda diplesetkan dan diperkosa apa yg menjadi miliknya apakah anda bisa dengan mudah menerima???

Karena bagi saya indonesia adalah tempat saya dilahirkan dan indonesia adalah negara yg ditakdirkan saya untuk hidup diatasnya, karena indonesia adalah ibu pertiwi yg menjaga saya, dan akan saya jaga apa yg ibu pertiwi punya karena saya anak bangsa cinta indonesia.

Comment by antimaling
2009-09-02 06:57:48

betul bung isp,saya dukung bung,kun coro ini org mana sh?seolah2 hny berpangku tangan melihat negara kita kemalingan.kenapa sy mengatakan anda berpangku tngn?krn anda tdk melakukan satu apapun utk mengendalikan maling.coba anda bayangkan,bila dirumah anda istri anda digerayangi tetangga sendiri dan istri anda melapor ke anda tp anda hny bilang “kita tetangga,gak papa lah??”so,jaga omongan anda bung

 
Comment by ezet
2009-09-04 01:39:50

dengan kasus ini hendaknya kita ambil hikmahnya , agar lebih cerdik dari malaysia

 
Comment by reno
2009-09-07 13:54:08

sejujurnya saya malah agak bertrimaksih atas pengklaiman malaysia tapi juga keceya berterimakasihnya karena atas pengklaiman budaya indonesia pemerintah indonesia lebih menjaga nebudayaan indonesia lebih baik dari sebelumnya dan juga masyarakat indonesia makin bersatu untuk mempertahankan harga diri bangsa indonesia yang memang kaya akan perbedaan ras suku dan budaya tapi kecewanya mengapa pemerintah malaysia seperti acuh atas ini smua mengapa tidak ada permohonan maaf agar qt saudara yang bertetanffa bisa berdamai lagi tanpa ada cacimakian antar kubu saya sungguh menyesalkan hal itu…

 
Comment by arman
2009-09-17 03:31:52

saya cinta indonesia, tapi tanpa perlu memaki bangsa lain… bung, di dunia ini mana ada yang namanya perampokan budaya… budaya itu berkembang bung, semua orang berhak melakukan praktek budaya apa saja…

 
 
Comment by Bara
2009-08-28 06:22:52

Salam,

Saya stuju dengan bung isp, klo udah hal yang sangat mendasar yang terdapat dalam kehidupan kita yang di lecehkan, apalagi yang anda punya???

Sudah ga ada,….!!!

Ingat bung Kuncoro, sabar,…… itu ada batasnya!
Memang mungkin kita bersaudara, tapi,… klo saudara kita yang satu ini emang udah dari awalnya KURANG AJAR, apa ga sebaiknya sesekali kita kasi “PELAJARAN”.

Memang di ajaran agama manapun, mengajarkan kesabaran bagi umatnya, tapi kita ini manusia biasa, bukan Nabi. Jadi apa salahnya jika kita mempertahankan “HARGA DIRI KITA SEBAGAI WARGA NEGARA RPUBLIK INDONESIA”??

Apakah itu salah, klo kita mempertahankan harga diri bangsa?

Saya dari dahulu,…. tidak pernah suka dengan MALAYSIA.
Mereka dari dulu selalu berusaha “menguasai” apa yang ada di Indonesia, mereka maniak!

“KAMI HANYA INGIN MENJAGA MARTABAT BANGSA INDONESIA”

Comment by Prima
2009-09-03 00:57:47

kita tidak bisa terima begitu saja . ini soal harga diri bangsa indonesia . malaysia diibaratkan sebagai kawan yg sewaktu waktu menusuk dari belakang . seandainya presiden menyerukan perang melawan malaysia , maka saya siap berperang melawan malaysia. saya yakin rasa nasionalisme warga indonesia lebih besar dibanding org malaysia . untuk itu , kawan kawan marilah kita serukan GANYANG MALAYSIA.

 
 
Comment by dhodie
2009-08-28 06:45:03

Mantap Mas Koen… semoga perseteruan dua bangsa ini ini secepatnya dihentikan.. entah di mana makna kata `serumpun` itu sekarang

 
Comment by Affan
2009-08-28 06:48:39

Ah kita nya aja yg bodoh, mau diprovokasi ama orang2 nggak jelas.

Mestinya kita sadar, 60-70-80-100 tahun yang lalu, gak ada itu batas antara Indonesia dan Malaysia, karena kita itu satu wilayah Nusantara. Semenanjung itu namanya Malaya, Singapur itu namanya Tumasik. Kita mau pergi ke Malaka nggak perlu cop paspor, gak ada itu imigrasi. Imigrasi itu kan bikin-bikinan penjajah Belanda/Inggris aja.

Coba kita tanya orang2 Malaysia, kakek atau buyut mereka asalnya dari mana. Pasti jawab : Dari Jawa, alias dari Indonesia. Aku kenal profesor dari UPM, kenal dari ikut conference, dia seneng banget kalau rombongan orang Indonesia ini pada ngomong Jawa, karena kakek dia itu asalnya dari Jepara.

Sudahlah, gak usah dibahas2 lagi. Kalau memang Indonesia itu bangsa yang kaya dan besar, ambil aja semua kekayaan kita. Toh kita gak rugi. Malaysia penduduk cuma 30 juta, gak bakal mereka bisa ngurus kekayaan seluas Indonesia, toh nantinya mereka juga yang minta tolong ama kita :) Kalau gak percaya, tanya aja orang Malaysia siapa itu yang dulu bikin Petronas Twin Tower, jawabnya orang Indonesia yang bikin, karena pekerja Malaysia gak ada yang berani kerja di ketinggian segitu :P

Nasionalisme boleh saja pada batas tertentu, tapi apakah harus membabi buta seperti itu, sehingga nggak ada wacana bagi kita utk berpikir kritis, dan coba melihat sejarah Nusantara minimal 100 tahun yang lalu.

Satu hal lagi, orang Indonesia dan Malaysia itu terkenal sebagai umat Islam yang paling baik akhlaknya. Coba lihat rombongan haji Indonesia dan Malaysia di Mekah, pasti kelakuannya sopan-sopan dan jaga adab. Apakah gak kepikiran, kalau urusan “konflik-konfilik”an Indonesia-Malaysia ini hanyalah taktik utk mengadu domba umat Islam dari kedua negara yang paling beres sedunia ini, karena mereka gak tahan melihat kita bekerjasama ? Termasuklah ini satu pake ama terorisme di Indonesia ini.

Katanya kita disuruh kritis, tapi kalau urusan Malaysia, urusan terorisme, urusan Islam, kenapa kita kok membabi buta ? mana kritisnya ?

 
Comment by Novi Muharrami
2009-08-28 07:09:11

Biarkan hidup bersama … saat saling mencaci, kita yg cuma rakyat jadi bingung, apalagi jika anda punya keluarga yg terpisah hanya karna kesepakatan garis perbatasan

Comment by lily
2009-09-02 03:32:52

rakyat dalah kekuatan negri ini bukan mereka yg selam ini dan sampai saat ini kita cap sebagai korup (pemerinatah). kitalah yang menentukan masa depan bangsa ini. militer kita tdk mungkin sanggup menghadapi kekuatan gabungan inggris malaysia, australia. rakyat harus turun berjuang brooo

 
 
Comment by ai
2009-08-28 07:11:37

gw bales malingsia yang melecehkan indonesia raya… Negaramu Tanah tempatnya malingku, Rakyat hidup mencuri dan maling indonesia bahagia kami takrelakan, Rakyat kita selamat mencuri, indonesia bahagia rakyat curikanlah Raja kita budaya tetangga fuck malingsia…..

 
Comment by alisyah
2009-08-28 07:11:45

Ya, semuanya bisa diperbincangkan. Tapi kalau kejadiannya selalu berulang dan berulang, sudah sepantasnya kita bertindak tegas. Sama-sama dewasa iya, tapi terkadang anak kecil malah lebih paham mana yang baik dan mana yang buruk ketimbang orang dewasa. Jadi tegas itu harus, anak kecil maupun orang dewasa juga bisa gila otaknya kalo tidak tegas dibimbing dalam hidupnya.

 
Comment by ajengkol
2009-08-28 07:17:14

Kalau tidak ada kerikil rasa kebangsaan ini tidak muncul

 
Comment by Yayu
2009-08-28 07:20:13

Pak Kuncoro Yth. Kalau dari nama sepertinya Indonesia/Jawa, tapi benar tidaknya tidak tahu, seperti juga Malaysia yang sukanya pinjam juga mengambil milik Bangsa Indonesia. Jadi bisa juga P. Kuncoro sebenarnya Malaysia, memakai nama Indonesia untuk menulis comment seperti tsb tujuannya supaya Bangsa Indonesia berantem sendiri. Itu mah taktik Jadul. P. Kuncoro sudah sangat jelas, bahwa didalam aturan, baik Negara atau agama, bahwa memperlakukan tetangga dan keluarga kita, apalagi berkaitan dengan Ibu kita sangat berbeda secara significan, kalau tetangga kita selayaknya silahturahmi bila tetangga nya baik, tetapi bila tetangga yang memutuskan silahturahmi karena sudah melecehkan martabat Ibu kita ya sudah, kita tidak masalah, karena yang tidak baik adalah yang melecehkan kita, memutuskan silahturahmi itulah tetangga kita, tapi jika Ibu kita yang melahirkan kita, membesarkan kita, menjaga kita siang dan malam tidak kenal lelah, diserang/dilecehkan/dihinakan oleh tetangga yang tidak tahu diri, sok kaya, angkuh, jiwanya penuh dengan dengki, alangkah durhakanya kita sebagai anaknya tidak membelanya. Jadi P. Kuncoro jika memang anda dilahirkan oleh Ibu Pertiwi/Bumi Indonesia, itulah gambaran Bapak sebagai anak Indonesia yaitu “Durhaka” dan anak ini tidak ada manfaatnya bagi orang tuanya, hanya merugikan orang yang melahirkan dan membesarkannya, sebagai sampah masyarakat, karena hanya doa anak yang sholeh yang bisa menghadirkan Surga bagi orang tuanya. Harapan saya P. Kuncoro yang disini adalah Malaysian ” Malingsia ” Malingnya di Asia, buka P. Kuncoro Indonesian. Wass. Terima kasih

 
Comment by Pradna
2009-08-28 08:02:05

wuah…posting seperti ini nih yg bikin adem…

Karna kalo Indonesia – Malaysia berantem…jelas yg paling seneng “negaranya si bos” itu ;)

Comment by Nadiah Alwi
2009-09-03 13:31:05

Akhirnya ada yang berpikir sama…bahwa akan ada yang seneng kalo 2 tetangga ini berantem…di luar bahwa kita juga harus menghargai kebudayaan kita ya.

 
 
Comment by Jana Pradana
2009-08-28 08:42:25

Indonesia adalah tanah airku, dimana aku dan seluruh leluhurku di lahirkan, tempat dimana aku hidup dan mencari penghidupan bagi seluruh keluargaku.

Oleh karena itu hati ini merasa tersayat-sayat kala melihat hampir semua unsur yang ada di negeri tercinta ini di injak-injak oleh bangsa yang mengaku sebagai “Saudara Serumpun”

Bayangkan saja mulai dari pasir, laut,teluk,batik, tari,kesenian lain, TKI,dan bahkan sekarang Lagu Kebangsaan”. Kesabaran ada batasnya bung Kuncoro, apakah kita pernah mengusik “Saudara Serumpun” kita itu, kenapa selalu kita yang di usik??????????????!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Kalau Anda orang Indonesia saya mau bertanya ” Dimana rasa Nasionalisme anda???????????????”
Kalau Anda orang Malaysia saya mau bertanya ” Dimana Hati Nurani Anda?????????!!!!!!!!!

Anda tidak perlu menjawab pada saya Bung, coba jawab dengan jujur pada hati kecil anda sendiri.

Buat Saudaraku Orang Indonesia, mari kita gelorakan kembali “GANYANG MALAYSIA”
HIDUP iNDONESIA…………………..

 
Comment by ichwan faril
2009-08-28 09:34:44

asal jangan masuk rumah n ambil barang rumah tetangga sembarangan aja…emang siapa die….

 
Comment by UdinGan
2009-08-28 10:24:04

Malaysia negara yang tidak punya rasa terima kasih… negara miskin ide, miskin kreativitas…

Comment by Aldi
2009-09-03 12:21:03

kalo miskin ide itu udah lama! gue punya usul gimana lagu kebangsaanya kita tuker aja dengan lagu “KUCING GARONG” kayaknya lebih cocok deh dari pada lagu “TERANG BULAN”

 
 
Comment by geblek
2009-08-28 10:40:46

indonesia tetep indonesia
eh sepintas kok pasrah :)

 
Comment by ndoro kakung
2009-08-28 11:32:45

kita? elo kali koen, gue enggak :D

 
Comment by Koen
2009-08-28 12:16:52

Hello. Ini aku, Kuncoro, a.k.a. Koen. Sorry, baru sempat approve comment rekan2 semua. Maaf, masih harus pakai moderasi. Banjir spam euy.

Aku orang Malaysia atau Indonesia? Jelas Indonesia donk. Kenapa orang Malaysia mencuri budaya kita? Sebagian dari mereka memang tidak berbudaya. Pola pergaulan mereka, di satu sisi adalah mengejek, mencaci maki, saling membalas, membual, dan mengakui milik orang sebagai miliknya. Di sisi yang lain ada yang malah mengangkat radikalisme agama. Betul2 ciri bangsa rendah diri. Orang Indonesia, beranikah menampilkan ciri yang berbeda? Tunjukkan budaya yang tinggi. Tunjukkan agama dengan ketinggian batin. Jangan terganggu oleh hal-hal kecil. Kejahatan cukup dibalas dengan keusilan: “LOE NGGAK SEKELAS GUE, BO.” Orang berbudaya seperti aku, jelas orang Indonesia.

Buat teman2 yang tak ikut melihat diskusi soal ini di Twitter, dan mendadak melihat pesan seperti di atas, pasti kaget. Syukurin, hah hah :).

Dan buat saudari-saudaraku nan jauh di mato namun dekat di hati: INILAH CARA INDONESIA MEMBALAS PERLAKUKAN KALIAN. KAMI KEREN. KAMI BERKELAS.
Satu lagi:
Kami mengerti mengapa tuan dan puan meng-claim “Batik belongs to Malay, Ambalat belongs to Malay, Keris belongs to Malay, All Indonesian Creativities belong to Malay.” Tidak apa-apa. Kalau semua habis, kami hanya akan membalas satu kali saja: “ACTUALLY, MALAYSIA BELONGS TO INDONESIA.”

Sekarang, mohon hentikan semua kebodohan, kegoblogan, ketololan, kedunguan kalian. Kita punya tantangan nyata. Mau bekerja, atau mau mengurusi soal-soal sepele macam ini? Maaf, aku cuman sempat meluangkan beberapa menit untuk gossip tetangga ginian. Banyak kerja yang harus dilakukan untuk memenuhi sumpahku untuk negeriku.

Comment by TAN MALAKA
2009-08-28 13:15:23

eh kuncoro, lo gak ngerti juga ya.. malaysia itu udah nyolong apa yg jadi hak negara lain, jangan ngebela dia. lo sendiri ngakunya INDONESIA tapi coba loliat lagi comment lo sama saudara lo sendiri. pantes gak si? demi menyanjung malysia lo ngeluarin kata2 kaya gitu “KEBODOHAN,KETOLOLAN, KEGOBLOGAN,KEDUNGUAN KALIAN” bukan begitu perlakuan seorang saudara!! gue bacanya aja sampe muak. kalo mereka ngeritik lo, itu semata-mata karena mereka cinta negara dan bangsanya… cinta budaya, kesenian dan kepulauannya. lo ngak punya rasa sensitifitas terhadap itu. bagi mereka dan gua cinta dan kehormatan negara diatas segalanya… termasuk semangat “persaudaraan” yg lo maksud.. kecewa gw ada orang yang ngakunya INDONESIA tapi GAK INDONESIA…!! PAHAM LO

Comment by Koen
2009-08-28 13:38:56

Aku marah melihat orang2 berotak cemerlang membuang2 waktu di forum, mail list, dll, bahas ginian tanpa solusi. Cuman memenuhi emosi. Sementara Tuhan mengamanahi kecerdasan itu untuk bekerja keras mencemerlangkan negeri.
Orang marah mudah khilaf. Mohon maaf.
Tapi mudah2an inti pesanku sampai. Jangan mengikuti budaya rendah. Kita punya negeri yang keren, rakyat yang pejuang tangguh. Kita sinergikan untuk maju.

(Comments wont nest below this level)
Comment by rudy azhar
2009-08-28 15:30:43

Saya kok masih belum mengerti cara berpikir Anda???

 
Comment by Mikayla
2009-09-05 09:28:53

betul sekali pak KOEN… ada caranya berbicara untuk mengkritik…
Anda ternyata 100% manusia yang mampu berpikir sehat, bukan dengan emosi yang menggebu2…
Ini pujian bukan hinaan…
Karena banyak sekali manusia tapi kelakuannya seperti binatang, seperti: mencuri, menghujat suatu negara dengan kata2 kasar, membakar bendera, mengambil hak orang tanpa izin, dsb2….

Saya cinta Indonesia dan Saya tidak suka sama MALAYSIA yang sudah mencuri kebudayaan kita berkali2…

Tapi saya tidak mau bertindak dengan emosi yang menggebu2 dan mengeluarkan kata2 kasar yang menyakitkan sampai2 smua kata2 binatang dan kata2 kotor keluar dari mulut saya…
PERCAYALAH, hal itu gak akan menyelesaikan masalah

Dan saya pun sadar bahwa saya ini MANUSIA yang diberi akal sehat dan logika…
bukan BINATANG yang menyelesaikan masalah dengan marah, marah, dan marah…

Kemarahan gak akan menyelesaikan masalah…

Berdiskusi jauh lebih baik daripada berdebat dengan mengeluarkan kata2 kasar… yea, itu sangat rendah sekali…

 
 
 
 
Comment by rudy azhar
2009-08-28 15:29:32

mungkin ini menurut anda hal seperti ini tidak perlu diperdebatkan dikarenakan kita masih serumpun. hemmm Anda belum lihat diberita-berita hari ini bila TKI kita diperlakukan tidak manusiawi…
Saya masih bingung dengan cara berpikir Anda???

Comment by Koen
2009-08-28 15:50:37

Nggak pa-pa. Masih banyak yang harus diperbincangkan. BTW, sampai saat ini rakyat Timor Leste masih terus menyalahkan rakyat Indonesia karena kemiskinan dan keterpurukan mereka. Pandangan konyol. Bahkan di masa orde baru pun, bangsa Indonesia dijajah rezim Soeharto. Tapi mereka nggak mau tahu. Yang penting, memaki Indonesia membuat mereka lega — biarpun mereka tidak bekerja untuk memecahkan masalah mereka sendiri.

OK. Malaysia. Apa sih maunya Pemerintah Malaysia? Tentu saja ingin meningkatkan bisnis negeri mereka: menarik investor, partner bisnis, turis. Mengklaim budaya merupakan satu langkah untuk ini. Langkah lain adalah memaksakan stabilitas; misalnya dengan melakukan opresi terhadap rakyatnya sendiri (etnik non Melayu misalnya, juga tingginya kekangan terhadap press dan blog). Dan tentu langkah yang amat penting: menciptakan citra tidak stabil pada negara2 yang menjadi kompetitor bisnis, i.e. negara tetangga.

Entah mereka serius mau merebut Ambalat (setelah mencuri SIpadan & Ligitan) dan sekian ratus (lebai) budaya kita. Tapi mereka memang ingin dunia melihat Indonesia yang berisi orang2 marah, demonstran emosional, hacker pembobol situs, rakyat anti peran asing, pendukung teroris (yang diekspor entah sengaja atau tidak dari Malaysia). Sialnya, citra yang ingin mereka bentuk itu sedikit banyak berhasil. Kenapa? Karena bangsa Indonesia yang sebenarnya cerdas dan keren itu juga emosional: mudah dibikin marah, kesal; ogah mengendalikan emosi.

Entry blog seperti di atas direncanakan di Twitter dengan satu tujuan: mencoba menunjukkan bahwa kita tak terpancing. Bahwa kita memang keren dan berkelas.

Sorry, tampaknya tak berhasil.

Dan mudah2an kita tak berusaha untuk saling mengerti. Aku menyukai perbedaan.

 
 
Comment by nf
2009-08-29 02:53:32

:)

Comment by Koen
2009-08-29 05:14:08

:D

 
 
Comment by mr.bambang
2009-08-31 07:01:33

Loh.. malaysia udah merdeka toh.. kirain masih jadi persekutuan inggris :D

 
Comment by Syarif
2009-08-31 22:21:29

Salam buat Mas KOen dan semua komentator diatas, apapun pendapat yang diberikan oleh para Komentator diatas merupakan rasa kekesalan yang alamiah dan hal tersebut wajar, tetapi apa yang dikatakn mas KOen pun ada baiknya, kita sudah dewasa dan kitapun sering mendengar kalimat classic “Segala sesuatu sebaiknya diselesaikan dengan kepala dingin”.. dan kali ini tidak ada salahnya apabila kalimat tersebut kita gunakan dalam menghadapi masalah terhadap Malaysia…. permusuhan dan kekerasan bukanlah hal yang tidak baik..?? oleh karena itu kenapa kita tidak menggunakan cara dan strategi lain yang lebih mencerminkan Indonesia yang Sopan dan Berpendidikan…. :-)

Comment by Syarif
2009-08-31 23:12:47

maaf ada kesalahan pengetikan pada kalimat “permusuhan dan kekerasan bukanlah hal yang tidak baik..??” seharusnya “permusuhan dan kekerasan bukankah hal yang tidak baik..??” :D

 
 
Comment by imam kuncoro
2009-09-01 10:08:47

Kaum yang minder atau yang mencoba dewasa kadang jadi serba tanggung dengan berbagai prilaku. Dari bule dianggap dewa hingga diri disepertikan mereka.

Sepertinya prilaku kompensasi rasa minder yang sama dianut bangsa kita, tapi beda keluarannya. Cuma ya perlu direspon sewajarnya supaya tidak membahayakan…

Semoga proses terus berjalan dan kita semua sama-sama merdeka dari rasa minder dan berani tegak dengan apa adanya.

 
Comment by -GoenRock-
2009-09-01 15:29:04

Selamat merayakan kembali menerima hadiah kemerdekaan :lol:

Comment by Koen
2009-09-12 06:51:35

Maaf ya. Message ini ketemu di spam box. Baru dikeluarkan dari sana barusan :(

 
 
Comment by zain
2009-09-01 16:06:46

sepakat dengan mas koen

 
Comment by PUTRA PERTIWI
2009-09-01 22:16:31

Malay negara tak punya jati diri. budaya orang laen di claimnya pnya dia, dimana otak lo malay

 
Comment by PUTRA PERTIWI
2009-09-01 22:18:05

MAKAY TAK PUNYA JATI DIRI

 
Comment by Nopa_Nopi
2009-09-02 01:49:22

Semoga dengan adanya forum ini.. kita dapat mengetahui kekurangan2 pada diri kita. Saya kagum banget dengan rasa nasionalisme temen2 semua, aku juga menerima cara berpikir bang koen yang menghadapi masalah tidak selalu dengan emosi.. Coba kita leburkan menjadi satu cara berfikir kita, insyaALLAH solusi akan kita dapatkan… BERSATULAH INDONESIAKU…!!!

 
Comment by adex
2009-09-02 02:01:10

Malaysia Memang negara Yang Bodoh,… Karena suka mencontek Budaya Negera lain,… Fuck you Malaysia

 
Comment by BUKAN SIAPA-SIAPA
2009-09-02 02:37:55

OK…
Lepaskanlah inggris, cemerlangkanlah pikiranmu, bangunlah negerimu sendiri, jangan hanya mengambil milik orang, pupuklah persahabatan hyang indah. Dimana semua orang hidup makmur…
Saya sudah capek mendengar kabar malaysia, yang bahkan dimaki menjadi “malingsia”. Terbukti kan? Kalau mau bersahabat, oke silahkan boleh! Asal jadilah negeri tetangga yang baik seperti Brunei Darrusallam. Insyaallah bisa…. Tolong dibalas yah puisi ini…

Comment by Koen
2009-09-12 06:52:46

Maaf juga. Akismet menyembunyikan pesan ini ke spam box. Baru saja ditemukan, dan langsung dikeluarkan.

 
 
Comment by ngantuk
2009-09-02 04:53:00

waaaaaaaaaaahhh ngantuk dah
ngomongin ini itu sama saja
nyari sensasi ato konpirasi
dibummbui banyak sikap sok nasionalis dan skeptis
mending tidur sambil dengerin lagi mbah surip
trus pergi sore buat ngabuburit
hoaammm

Comment by Koen
2009-09-02 15:59:16

Terserah mau ngantuk mau bobo. Aku sih udah beberapa malam lupa bobo, dan udah lama mengurangi bobo. Negara ini perlu orang berpikiran muda yang mau kerja terus menerus, lupa siang malam, melupakan cita2 hidup nyaman dan umur panjang, mengingat amanah untuk menjaga dan memajukan negerinya. Sorry ya. Kita memang beda.

Comment by Ajeng
2009-09-02 23:11:55

Di beberapa hal saya setuju banged dengan pendapat pak Koen, mengenai bagaimana menyikapi pelecehan2 sebagian orang malay, kita jauh lebih bermartabat dari mereka yg sukanya hanya melecehkan bahkan mengambil serta mencuri milik kita,

tapi menanggapi tulisan:
“Terserah mau ngantuk mau bobo. Aku sih udah beberapa malam lupa bobo, dan udah lama mengurangi bobo. Negara ini perlu orang berpikiran muda yang mau kerja terus menerus, lupa siang malam, melupakan cita2 hidup nyaman dan umur panjang, mengingat amanah untuk menjaga dan memajukan negerinya. Sorry ya. Kita memang beda.”

Saya rasa pak Koen terlalu sombong,
kita kan satu Indonesia, Saya bisa menangkap bahwa semua komentator di sini bertujuan 1, dan wujud kecintaannya terhadap Ind.

SEMANGAT semua, dimulai dari diri kita sendiri, kita bikin malu Malaysia dengan Keberhasilan2 kita…

(Comments wont nest below this level)
Comment by Koen
2009-09-03 01:33:47

Ah, sekedar menyentak anak muda biar bangun tidur. Anak2 muda kan kalau dihalusin malah kayak dininabobokkan :).
Nggak usah bikin Malaysia malu. Fakta bahwa mereka terus menerus mencontek kita sudah menunjukkan bahwa mereka malu pada apa yang mereka punya. Kasihanilah, sayangilah, lestarikanlah, jangan sampai mereka punah. Apa coba.

 
 
 
 
Comment by AMER
2009-09-02 05:40:35

kuncoro lo bloon banget, lu yakin dengan yg lu tulis,,, lu kuncoro asli indonesia ape blasteran malaysia?????

Gue, si Anak Betawi Indonesia

Amer

Comment by Koen
2009-09-02 16:03:21

Amer. Gue emang bloon, gue sakit melulu, gue pelupa, dll, dll. Semua juga udah nyaho. Tapi apa yang tersisa di badan ama pikiran, gue pakai buat memajukan negeri. Gue nggak pingin disetujui loe, nggak pingin diiyain loe, nggak pingin punya temen kayak loe. Gue Kuncoro, anak Indonesia, nggak urusan soal etnik betawi, jawa, sunda, dll. Blasteran Malaysia pun, orang Malaysia asli pun, kalau mau mencintai Indonesia dan mau bikin maju Indonesia, gue jadiin temen, sahabat, saudara. Yang kayak loe mah, gue nggak pingin kenal. Ngerti nggak? Sono pergi.
/* Nggak bakat ya nulis kayak ginian. Kaku amat gaya bahasanya. */

Comment by aira
2009-09-09 08:28:33

:D | bang koen yang sabar ya.. orang kita juga beda2 koq, ada yang keras ada yang lemah lembut.

(Comments wont nest below this level)
Comment by Koen
2009-09-10 04:11:46

Iya :). Itu juga cuman becanda kok. Maaf ya :)

 
 
 
 
Comment by soekarnoisme
2009-09-02 06:02:57

Ini dadaku, mana dadamu?

Kalau Malaysia mau konfrontasi ekonomi
Kita hadapi dengan konfrontasi ekonomi

Kalau Malaysia mau konfrontasi politik
Kita hadapi dengan konfrontasi politik

Kalau Malaysia mau konfrontasi militer
Kita hadapi dengan konfrontasi militer

Soekarno, 1963

TUNDUK TERTINDAS ATAU BANGKIT MELAWAN… KARENA DIAM ADALAH PENGHIANATAN!! TIDAK ADA KATA MERDEKA UNTUK MALAYSIA… JIKA SUKA MENCURI MILIK TETANGGA!!!! MALAYSIA (MALing budAYa indoneSIA)

 
Comment by eka
2009-09-02 07:35:58

huuummm~~ sepertinya semuanya udah terlalu membenci malaysia yaahh.. tapi mungkin sebaiknya rasa kebencian itu di limpahkan menjadi sesuatu hal yang berguna.. meningkatkan kepedulian kita terhadap segala sesuatu yang ada di Indonesia, misalkan untuk para hacker mungkin daripada cape” hack situs malaysia kenapa kepandaiannya itu dimanfaatkan untuk membantu kenegaraan saja?? mari kita buktikan secara nyata dan terkendali bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang bermoral tinggi.. ^_^

 
Comment by Koen
2009-09-02 16:14:28

Eh, yang maki2 Malaysia :). Awas kalau nabung di Bank CIMB Niaga. Atau pakai XL. Atau beli bensin Petronas. Harus konsisten ya! Tunjukkan ketidaksukaan kamu dengan berani memboikot produk Malaysia. Lalu buat karya yang lebih bagus buat negeri ini. Maki2 itu buang2 waktu, dan bikin kita lalai memanfaatkan kecerdasan kita (untuk tidak menyebut kata2 yang bakal kusesali lagi).

Comment by aira
2009-09-09 08:47:06

setuju bang koen,,, info nih buat barang2 yang punya barcode 955 diawal , perusahaan yang bikin di malay tuu… tapi bang koen yah, kayaknya yang maki-maki pun pake processor intel produksi malay deh.. wakakakaka; makanya orang indonesia mendingan bikin iklim investasi yang stabil, aman, tentram dan damai biar intel bisa bikin pabrik di indonesia: biar g usah pake processor yang ada tulisan malay nya..:: gak usah bakar ban ato teriak2 ganyang2 terus , cukup sisihin tabungan buat ikutan reksa dana ato beli saham2 dalam negri biar stabil gituu.. *pasti di-comment gak enak nih.. * :)

urusan nabung aq di bni dong bang koen..^_^

 
Comment by aira
2009-09-09 08:54:02

setuju bang koen! info nih barang2 yang punya barcode awal 955 perusahaannya registered di malay tuh *kalo pengen boikot* tapi bang, jangan2 yang maki2 diatas juga pake processor intel yang diproduksi di malay lagi. hmm.. :: menurut aq si daripada cape2 teriak ganyang ganyang.. terus mendingan sisihin tabungan buat beli saham2 lokal ato ikutan reksa dana.. yaaa… biar gak terlalu ambruk kalo tiba2 pemodal asing pada hengkang karena pengen nyelametin keuangan bangsanya sendiri.. gimana tu ide q?

 
Comment by Koen
2009-09-10 04:12:29

Ide cemerlang. Ditulis donk di blog. Nanti kita sebarkan deh.

 
Comment by tony
2009-09-11 04:21:12

hmmm…
itu semua barang2 mereka???
bener2 ga level.

Maaf ya, saya pikir ga perlu ada xl, petronas, cimb, proton, dsb di negeri ini. Bisa kok.
Kenapa kita disuruh buat karya yg lebih bagus ?
Kesannya kok karya mereka yg lebih bagus. Kalo mereka lebih bagus, kenapa masih hrs nyolong???

Semua org yg berbudaya, berakal, dan berbudi pasti tidak mau dimalingin.

 
 
Comment by enggar
2009-09-02 17:15:48

hehehe ;-)

Comment by Koen
2009-09-03 01:35:03

Duuuh, foto Pipi dibawa2. Bandel :)

 
 
Comment by Ari
2009-09-02 18:15:53

Betul kata Pak Koen…mari kita boikot Product Malaysia, kembalikan TKI kita ke Indonesia, kalau mereka meminta TKI nggak usah dilayani deh, masih banyak koq kerjaan di Indonesia, ada di Papua, Sulawesi dll…

Comment by Koen
2009-09-03 01:37:34

Nah, itu yang kumaksud. Ayo kreatif bikin ide, kreasi, dan bisnis yang bisa maju dan menyerap tenaga kerja. Biar saudara2 kita yang kurang terdidik tidak tertipu jadi TKI hanya untuk dihina dan disia2kan di Malaysia. Ayo kreatif, sesuai bidang kerja dan ilmu masing2. Jangan berhenti di kegiatan rutin kita sekarang. Eksplorasi, ekspansi, cari inovasi apa yang bikin tanah air kita makin OK.

 
 
Comment by ruston
2009-09-02 18:47:12

selayaknya tetangga mestinya harus saling menjaga,saling menghargai dan menghormati.orang boleh melakukan kesalahan tapi tentu tidak melakukan kesalahan yg sama untuk kedua kali sebagaimana malaysia yg kembali dengan sengaja melakukan kesalahan yg sama untuk kesekian kali…..kasian sekali malaysia demi kejayan bangsanya dia rela merobek harga dirinya sendiri yg dengan sengaja ingin merampas sesuatu yg bukan menjadi haknya.oke, kita adalah negara serumpun,kita adalah bersaudara,kalau memang malaysia membutuhkan sesuatu kenapa harus mencuri barang saudaranya sendiri?

 
Comment by anto
2009-09-02 23:08:38

walah, pak SBY aja teriaknya g begitu2x amat, kenapa kita malah saling teriak.

toh, teriak2x gitu jg g bikin malaysia kapok…

pengin tau cara mudah bikin kapok tetangga sebelah…???
BOIKOT semua produk malaysia,
pulangkan TKI,
KEMBALIKAN NURDIN M. TOP (biar dia bs berkarya disono)
pulangkan orang2x malaysia,

KASIH HADIAH LEBARAN (BOM+NUKLIR klo perlu,)
kirim sampah, tai, keple, germo, gigolo, bencong, wong edan, ke sana…..
kirim para KORUPTOR buat jd TKI
biar tambah ancuuuuuuuuur…..

biar indonesia bebas dari PEKAT…..
biar indonesia bs bersih dari korupsi…..

jgn cm teriakin malaysia, TERIAKIN pemerintah INDONESIA jg dong, biar bpk2x yg duduk santai di jabatannya mulai berfikir indonesia kaya, dan perlu di junjung tinggi harkat&martabatnya….
g cm pinter ngapusi+KORUPSI
=))=))

Comment by Koen
2009-09-03 01:38:55

Begitulah yang aku tulis tadi. “Tak ada gunanya mengenang kesalahan generasi sebelum kita, generasi yang pernah dan mungkin kini tengah memimpin kita. Itu bukan kita. Kita adalah generasi baru yang siap membawa bangsa dan tanah air kita maju menjadi pusat kemajuan dunia.”

 
 
Comment by Prima
2009-09-03 01:19:53

kita tidak bisa diam begitu saja . sebagai anak bangsa yang dilahirkan ditanah air ini , kita harus membela tanah kelahiran kita , supaya harga diri bangsa kita tidak diinjak injak oleh malaysia . sepertinya kata serumpun sudah tak berlaku lagi saat ini , malaysia hanya diibaratkan sebagai kawan yang menusuk dari belakang . jangan karena kita serumpun seenaknya saja kau mengambil harta kekayaan negeri kami . kami siap berperang melawan malaysia . saya yakin kawan kawanpun pasti bersedia untuk berperang melawan malaysia . boikot segala bentuk yang berhubungan dg malaysia mulai dari lagu, budaya, film, dan produk mereka . kita jangan mw kalah dari mereka masih banyak film film dan produk negeri kita yg berkualitas .

 
Comment by hukamak
2009-09-03 05:44:10

gue setuju ama mas koen.. kita bangsa indinesia itu sangat-sangat kaya, negara dengan pulau terbanyak, negara dengan budaya terbanyak, negara dengan suku terbanyak, negara dengan bahasa terbanyak. TAPI kita juga negara yang NGGAK menghargai kekayaan kita sendiri.KALAU anda geram BATIK diambil malaysia, anda marah REOG/PEDET diklaim juga, PULAU kita dia ambil anda marah juga. KENAPA???????? kenapa marah, geram..??
1. kapan terakhir kali anda pakai batik, apa batik itu, motif apa saja batik itu??? dari mana sih batik itu?? china juga punya batik bung….
2. sejak kapan anda tahu dan mengerti kisah reog atau tari pedet mungkin wayang. KAPAN terakhir kali anda menontonnya atau peduli dengan mereka????
3. kapan terakhir kali anda menyanyikan lagu indonesia raya, garuda pancasila, hafalkah anda dengan sumpah pemuda. KAPAN terakhir kali anda ikut UPACARA 17 AGUSTUS untuk memperingati hari kemerdekaan negara kita???

COBA KALIAN RENUNGKAN WAHAI PEMUDA BANGSA…..

Comment by Koen
2009-09-03 23:01:39

Nah lo. Yang tukang marah2 nih yang harus jawab :).
Kalau aku sih, memang sengaja menjawab ini hari Jumat. Jadi jawabnya sambil sedang pakai batik. Dan aku masih bisa main gamelan (sebelum pindah ke Jakarta masih doyan pentas). Dan aku masih rajin Upacara 17an (biarpun sebenernya gaya militeristiknya menyebalkan).
Entah kalau para tukang marah2 di sini. Tarohan deh: Pasti sebagian besar doyan bolos upacara, malu pakai batik, suka ganti channel kalau TV menyiarkan budaya lokal. Satu lagi: gemar mengklaim budaya amok yang khas Malaysia itu jadi budaya mereka.

 
 
Comment by rein
2009-09-03 06:42:32

Indonesia tanah airku tanah tumpah darahku bukan hanya tempat dilahirkan tak kan pernah rela bangsa ini terjajah lagi oleh bangsa manapun dimuka bumi ini.
sekali kesalahan masih bisa ditolerir tapi jika sudah berkali-kali apalagi sampai dicaci maki kita tidak boleh berdiam diri.

 
Comment by alek
2009-09-03 07:36:26

jangan mau diperbodoh malayshit! apa mreka jg beranggapan sama spt mas kuncoro?!
cinta tanah airnya kurang ni si mas ini!
emang betul sesama muslim jgn saling bertengkar, tapi muslim sendiri harus membela saudaranya yg tertindas dan itu tentu saja mreka yg tidak mau menghormati kita, coba liat bangsa mreka yg tinggal dsini, apa kita memperlakukan mreka spt mreka memperlakukan kita?!
dan ingat kita itu bersaudara sesama muslim, apa yg seperti mreka itu bisa dsebut muslim? apa itu muslim?

 
Comment by Gadjah Mada
2009-09-03 08:41:11

Kalo mau bangsa Indonesia dihargai malaysia, JANGAN PERNAH LAGI MENGIRIM TENAGA KERJA KE LUAR NEGERI KALO HANYA UNTUK MENJADI BABU DAN KULI DISANA!!!!!

JANGAN ORANG LAIN SURUH HARGAI NEGARA KITA, TAPI KITA DULU HARUS MENJAGA HARGA DIRI BANGSA.

SAMPE KAPANPUN KALO BABU DAN KULI MASIH DIKIRIM KE MALAYSIA….YA TETAP AJA KITA MENJADI NEGARA BABU DIMATA MALAYSIA.

 
Comment by ice_fine
2009-09-03 08:46:41

jklo memang saatnya tiba,bila malaysia sudah bner” parah mengklaim budaya kita saatnya perang pasti harus siap

 
Comment by enggar
2009-09-03 08:47:45

Hidup Antartika… Hidup ikan hering.. Hidup Pipi ;-) ;-)

Comment by Koen
2009-09-10 04:13:07

Duuh, si pinguin bandel beraksi kembali. Ada intervensi dari negara Antarktika lagi :D

 
 
Comment by Gadjah Mada
2009-09-03 08:53:54

MALAYSIA TRULY INDONESIA

 
Comment by Aldi
2009-09-03 12:25:06

gue ada usul nih temen2 gimana kalo lagu kebangsaa malaysial kita tuker aja sama lagu “KUCING GARONG” kayaknya lebih cocok deh! daripada nyontek lagu terang bulan!

 
Comment by hendry
2009-09-03 16:33:49

malaysia merdeka nya dikasih sama inggris, beda dengan indonesia merdeka hasil dari perjuangan, merdeka

 
Comment by anang
2009-09-04 01:41:51

ambil hikmahnya agar kita lebih cerdik.

 
Comment by upik
2009-09-04 04:47:30

MERDEKA!!!!!!!

 
Comment by Dedong
2009-09-04 07:49:46

Udeehh Perangi teruz Malaysie….
Bisee Apeee Diee…..
Merdeka Indonesia….
jAngan Kea MALaysial….

 
Comment by Suparman
2009-09-04 10:11:54

Sayang saya tidak sependapat dengan saudara Kuncoro, karena solusi yang ditawarkan anda itu kalau salah faham atau kesalahan yang benar-benar tidak disengaja, tapi kalau kapal perang bulak-balik melanggar perbatasan itu sama saja tetangga anda masuk rumah anda tiap hari tanpa izin.Mau?

 
Comment by Ali
2009-09-04 10:14:09

Cobain aja perang dulu siapa yang babak belur.

Comment by laskar tuhan
2009-09-09 06:03:02

setuju omm….

 
 
Comment by neng
2009-09-05 04:01:58

gue paling sebel sesama serumpun nggak akur…tapi gue lebih sebel lagi kalau bangsa gue dibodoh-bodohi

 
Comment by neng
2009-09-05 04:04:04

gue paling sebel sesama serumpun saling nggak akur tapi gue lebih sebel lagi kalau bangsa gue di bodoh-bodohi….

 
Comment by arum
2009-09-05 04:05:09

aduh pusing….

 
Comment by Mikayla
2009-09-05 09:10:51

Pak Koen, hari kemerdekaan Malaysia tanggal 31 Agustus 1957 atau tanggal 16 September 1963 ya pak?

Comment by Koen
2009-09-10 04:11:02

Soal tanggal sih, terserah mereka aja lah :).
Soal mana yang kita akui, terserah kita juga. Tanggal kan cuman simbol.

 
 
Comment by pecinta indo
2009-09-05 14:13:12

malaysia copo ae blagu amt,,

 
Comment by pecinta indo
2009-09-05 14:15:01

malaysia jgn2 namany nyolong jg..

 
Comment by pecintaindoe
2009-09-05 14:15:44

malaysia jgn2 namany nyolong juga.. wkwkwkwk

 
Comment by ahmad
2009-09-07 10:14:39

benar serumpun, tapi apa kalian mau tahu dimana kata serumpun itu hilang ? kata serumpun itu hilang bersamaan dengan hilangnya kesadaran dari bangsa malaysia yang merampas hak negara lain

 
Comment by Yuka
2009-09-08 05:40:07

Indonesia jauh lebih bermartabat ketimbang Malaysia. Contoh dasarnya ; Indonesia merdeka dengan perjuangan menumpahkan darah dari pejuang2 kita ” Kita memperjuangkan kemerdekaan ini, dengan darah, Bukan mengemis! dan kita jauh lebih terhormat dari malaysia. Lihat dasarnya malaysia mereka merdeka karena belas kasih Inggris, lihat malasnya mereka, mereka cm terima jadinya doank. Pasti karena terbiasa hidup dari belas kasih negara lain mencuri dan memfotocopy kepunyaan negara lain. Itu biasa bagi negara Malaysia.
KALO MEMANG HARGA DIRI BANGSA INI TERUS DI INJAK-INJAK LAGI, SAYA PRIBADI TIDAK KEBERATAN KALAU ADA WAJIB MILITER UNTUK PERANG MELAWAN MALAYSIA!

 
Comment by Boy
2009-09-10 03:55:34

Ganyang malingsìa…
Gk da gì kta srumpun…

Tetap ganyang malìngsia…

Jgn bnyak 0m0nng ka0 b0s…

 
Comment by dodi
2009-09-10 05:22:50

“AKU BENCI MALAYSIA SETENGAH MATI”

KEMERDEKAAN dikasih Ingggris,
lagu KEBANGSAAN jiplakan,
“suci dalam debu” aja dijadikan lagu kebangsaan. kan asli buah karya anak mallingsia

“yahudi Ambil tanah Palestina, malaysia ambil tanah/Kebudayaan Indonesia”
msh bisa bilang kita satu nenek moyang.

aku ga percaya

 
Comment by Ayoe Tan
2009-09-13 10:29:24

Enak aja bung bilang kita harus bangga memiliki malaysia sebagai saudara kita. Saudara tidak akan menjelekkan dan mengambil budaya saudaranya sendiri, juga tidak akan menyiksa bangsa saudara sendiri.
Itu masih dibilang saudara???
Bung bilang kita harus dewasa.. Bung ingin kt memaafkan perbuatan mereka. tapi apakah mereka dewasa? Apakah bung tidak marah budaya kita direbut, bangsa kita dihina, lagu kebangsaan kita yang diperdengarkan saat kemerdekaan kita dirubah menjadi hinaan.
Itu merupakan hinaan terhadap harkat dan martabat kita sebagai suatu bangsa. Kita sudah berjuang untuk kemerdekaan kita dari belanda dan jepang. Apakah sekarang demi embel2 dewasa kita mau diam saja saat diri kita dipermalukan seperti ini???
Bung jawab sendiri

 
Comment by arman
2009-09-17 03:30:27

di dunia ini mana ada yang namanya ‘perampokan budaya’, atau ‘klaim budaya’… lucu ah… jangan mau ditipu media… budaya itu universal… kita make sarung (budaya india), ngerokok (budaya suku indian), make gitar (budaya spanyol), bikin kubah mesjid (budaya irak dan turki)..

 
Comment by chiil
2009-09-17 13:11:36

waduh.. panas ni disini :D
saya org Indonesia dan CINTA bgt sm indonesia.
jadi gini,bagaimana kalo rasa marah kita, rasa benci, emosi,dll kita KONVERSI jadi sesuatu yang berguna buat pembangunan indonesia? kita dukung&cintai produk dalam negri, kita buka lapangan kerja baru (ok,susah..tp ga ada salahnya kan kita mencoba?), kita eksplorasi dan promosikan pariwisata dalam negri (daripada ke malaysia yang cuma gitu2 aja, mending kita ke Bangka Belitung, Padang, Makassar, dll). dgn begitu kita secara langsung turut memberi pendapatan dan (syukur2) menyejahterakan masyarakat indonesia. dan yang paling penting :
KENALI BUDAYA KITA SENDIRI
malu kan kalo teriak2 “wayang punya indonesia!!!” tapi ga ngerti apa2 ttg wayang?

be smart,guys.. ^^

Comment by Koen
2009-09-17 17:29:32

Loh, justru sebagian dari kita mempraktekkan budaya wayang. Bergerak beramai2 tanpa mau berpikir independent. Mengikuti apa kata khalayak, kata media, kata dalang. Hihi :). Hush.

 
 
Comment by Joko
2009-10-24 14:43:55

Malaysia……..Malaysai

 
Comment by noer
2009-11-18 06:11:50

gimana mau bersatu nglawan malesia…orang indonesia aja ngabdinya ama malesia!!!mencar kemana mana,cuma bela-belain biar bisa jadi babu,kuli n buruh diMalaysia?!?!kalo dah gitu,kpn malingsia ngemis2 lagi kaya jaman dulu?!?

 
Comment by ianegx
2010-01-10 08:46:04

Manusia, tak ada yang sempurna..berbagai ego dan kearifan adalah milik kita namun kedewasaan belum tentu milik semua, hanya sebagian dari mereka yang mengerti. gue setuju dengan maksud dan tujuan pak Kuncoro ini, tidak lain adalah mari kita tunjukkan siapa Indonesia bukan hanya pada Malaysia namun juga pada dunia. Bukankah bangsa ini sangat hebat, sebuah bangsa yang memiliki berbagai macam kebudayaan yang bahkan sampai dicuri oleh bangsa lain. Bayangkan jikalau tidak ada kasus pencurian budaya ini, apakah penerus bangsa kita akan ingat kebudayaan besar bangsa ini nantinya? apakah cukup dengan “label” sebuah kebudayaan akan tetap utuh? tidak..!! tapi dengan melestarikannya baru kita bisa menjaga kebudayaan2 kita tetap utuh dan tidak tercuri pada akhirnya. So, hentikan pertengkaran sekarang juga mari kita tingkatkan kualitas dan kuantitas pelestarian kebudayaan kita. caranya?? tentunya kita semua yang harus berfikir dari sekarang atau tidak sama sekali. Trims.

 
Name (required)
E-mail (required - never shown publicly)
URI
Your Comment (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.