Alfred Wight

James Alfred Wight sering disebut orang sebagai dokter hewan asal Skotlandia yang berpraktek di Inggris. Sebenarnya, Alf adalah orang Inggris, lahir di Inggris, dan memiliki orang tua Inggris. Ia lahir di Sunderland, Inggris Utara, lalu tumbuh di Glasgow, Skotlandia, hingga lulus kuliah. Tidak terlalu brilian, kata dosennya, tetapi memiliki daya juang luar biasa.

alfwight.jpgAlf lulus menjelang PD II, saat ekonomi tak terlalu baik, dan dunia peternakan sedang kolaps. Banyak dokter hewan menganggur dan terpaksa menawarkan diri bekerja sekedar bertahan hidup. Tapi ia beruntung. Donald Sinclair, seorang dokter hewan yang eksentrik dari Thirsk, York, secara tergesa menerimanya sebagai asisten, karena beberapa hari kemudian ia ke RAF untuk menjadi penerbang sukarelawan. Donald tak lama di RAF, dipulangkan karena terlalu tua :). Berpraktek berdua, ia merasa memerlukan mobil tambahan, dan membeli mobil bekas di Glasgow. Alf diminta mengambil mobil itu, sekaligus menjemput adik Donald: Brian Sinclair. Brian juga eksentrik, tapi di sisi yang berlawanan dengan Donald. Ia nyaris tak pernah menseriusi apa pun dalam hidupnya. Bertiga, mereka mengarungi ketradisionalan dunia peternakan di Yorkshire, dalam hidup yang sangat berat namun sekaligus sangat indah.

Alf, barangkali adalah contoh Wagnerian yang membumi. Masa mudanya dihabiskan untuk hidup di lapangan, di lumpur, di salju, di ujung tanduk sapi, kaki kuda, lubang kotoran babi. Sekaligus ia mencoba menikmati hidup dengan musik yang indah, dengan perjalanan ke kota kecil bertoko buku serta ke lereng2 bukit, dan dengan bacaan yang menantang intelektualism. Sekian puluh tahun bekerja, ia baru sadar bahwa yang ia kumpulkan tak lebih dari £20. Pun di masa itu, nilai ini sungguh mengenaskan untuk orang yang bekerja keras hingga malam dan kadang menembus batas akhir pekan, selama puluhan tahun.

Maka ia memutuskan untuk menulis sebuah buku. Itu Inggris akhir tahun 1960an, bukan masa kini dimana setiap detik terbit sebuah teenlit. Perlu beberapa tahun dan beberapa revisi mayor untuk membuat buku semi biografi itu dapat diterbitkan. Juga, mengikuti kode etik RCVS dan BVA yang melarang setiap dokter hewan melakukan reklame, maka ia mengubah nama2 tokoh dan tempat di bukunya. Kota Thirsk menjadi Darrowby. 23 Kirkgate menjadi Skeldale House. Ia sendiri mengambil nama James Herriot. Dan dua orang unik yang menjadi sentral cerita, Donald dan Brian, diberinya nama dari dua tokoh opera Wagner yang tentu saja powerful tetapi memiliki karakteristik yang berbeda: Siegfried dan Tristan.

If Only They Could Talk. Buku itu segera menjadi bestseller, dan tak lama menembus pasar Amerika. Bestseller selama berbulan-bulan, buku ini menjadi fenomena tersendiri. Daerah Yorkshire — yang tadinya terasing dari orang asing — menjadi salah satu tujuan favorit wisata orang Amerika. Bidang kedokteran hewan kebanjiran peminat dari kalangan mahasiswa baru. Sekuel kisah James Herriot ditulis hingga tahun 1980an, hingga Alf mendapatkan penghargaan OBE dari Ratu Inggris (penghargaan yang juga diperoleh Stephen Hawking, Wagnerian yang lain). Alf juga menjadi anggota kehormatan RCVS dan BVA, atas jasanya meningkatkan apresiasi masyarakat atas dunia kedokteran hewan.

Gramedia sempat menerbitkan terjemahan buku ALf pada tahun 1976. Seandainya Mereka Bisa Bicara. Sayangnya, penerbit ini tidak berminat menerbitkan sekuelnya. Entah kenapa. Kalau kekurangan tenaga penerjemah, aku lebih dari bersedia kok.

OK, udahan deh sekuel tentang para Wagnerian. Masih banyak sih Wagnerian lain. Nietzsche misalnya. Tapi udah dulu deh. Kalau doyan Wagner, bergabung aja ke friendster.com/wagnerian.

6 Comments

  1. neenoy

    koen, aku nemu ‘all things wise and wonderful’ dan ‘the lord god made them all’ :). cuma belum nemu buku-buku pertamanya, nih…

    sekarang lagi mulai dibaca…

  2. cat in the middle attack

    (konon) Tidak terlalu brilian, kata dosennya, tetapi memiliki daya juang luar biasa. (/konon)
    Salut. Hai .. kalau jadi ada proyek penerjemahan bukunya, aku ikut dwonk! :D

  3. @1: Congrats ya. Ke Bandung deh, ntar dipinjemin laennya.
    @2: Belajar Bahasa York dulu, hihi :).

  4. Shendhy

    maaf saya org awam soal kedokteran hewan
    tp saat ini saya sedang mengangkat kasus tentang profesi dokter hewan sbg bahan skripsi saya.saya mengalami kesulitan ketika mencari kode etik dokter hewan.apa sama yah ama dokter biasa n dokter gigi.ada yang tau tentang hukum yg belaku bwt para medisi (dokter hewan ini)
    butuh cepet nie kl isa hub 031-60354580 (sory publikasi bwt kepentingan yg sgt saya butuhkan)

  5. Alice

    Saya baru aja beli buku James Herriot.s Dog Strories.. Krn saya sangat menyukai binatang terutaman anjing. Ternyata saya ketemu blog ini.. Apakah ada buku2 lain dari James Herriot yang sudah diterbitkan di sini selain judul di atas ?.. thank’s a lot

  6. @Alice: Baca entry terakhir deh, 6 Mei 2010. Aku cerita lagi tentamg Herriot.

Trackbacks/Pingbacks

  1. Back to Coventry » Blog Archive » Alfred Wight - [...] tahun 2006, aku sempat menulis serial tentang tokoh dunia yang menjadi penggemar musik Wagner. James Herriot salah satunya. Berikut…
  2. Alfred Wight | Par Les Rues et Par Les Chemins - [...] perlu dipaparkan mengapa kami harus mengunjungi Thirsk. Syukurnya, aku pernah menulis tentang James Herriot, tokoh sentral yang membuat kami harus…
  3. York-Thirsk | Belajar Tiada Henti - [...] , Herriot menyamarkan kota Thirsk dengan nama Darrowby. Tentang James Herriot juga dapat disimak di sini. Saya sendiri mulai…

Leave a Reply

%d bloggers like this: