Page 84 of 211

On Atheism

Dari sekian banyak bukti tentang skenario yang menyusun semesta ini, dari skala terkecil, hingga skala terbesar, kenapa atheism masih jadi mode di kalangan ilmuwan?

Aku nggak mempermasalahkan kalau atheism jadi mode di kalangan para ignoramus, baik yang sok cuek maupun yang sok keren — mereka tetap ignoramus dan induhvidual.

Atheism pada para ilmuwan didorong kenyataan penting bahwa tokoh tuhan tidak bisa dibuktikan dengan sains. Benarkah? Ha-ha :). Aku pikir memang benar. Allah begitu adilnya pada manusia dari berbagai bangsa dan berbagai era: Allah selalu memberikan hanya tanda-tanda yang jelas tapi tidak pernah berupa pemaksaan “ilmiah”, agar manusia dari era manapun selalu sama-sama bisa memilih untuk merasakan atau untuk tidak merasakan kehadiran-Nya, tapi juga sama-sama tidak bisa melihat dengan cara apa pun kehadiran-Nya. Tapi … sambil menyusun keadilan itu sebagai skenario, Allah juga tidak pernah membiarkan manusia percaya diri akan apa yang disebut “kebenaran ilmiah”. Setiap era, selalu ada yang diragukan dari kompilasi metafora yang kita namai sebagai “metode ilmiah” itu. Bahkan ilmu fisika pun belum selesai mendefinisikan diri secara pe-de.

Hmmm, aku tahu Stephen Hawking bilang “memang belum selesai, tapi framenya jelas, dan tinggal perlu sedikit detail lagi”. Tapi kalimat serupa juga abad lalu diucapkan Maxwell, dan di abad sebelumnya diucapkan Newton, dan entah barangkali pernah diucapkan Aristoteles sekalian :). Feynman lebih jujur, dan selalu mengatakan “masih jauh dari solusi tunggal”, dan karena itu bukunya jadi tidak selaris Hawking :), biarpun Hawking belum pernah memperoleh hadiah Nobel.

Tentang tanda-tanda sendiri? Adanya skenario pengaturan semesta akan terbaca kalau kita mau mengamati semua ilmu-ilmu sekaligus tanpa melakukan pra-asumsi atheistik (yang sering mengaibatkan filtering fakta dengan menganggapnya invalid). Trus apa yang mau kita lakukan, btw? Memulai gerakan mnyusun wacaran lengkap untuk membuat orang-orang terbuka untuk mengenali tanda-tanda itu, lalu mengakui kehadiran Tuhan, lalu memeluk agama, dan mulai saling membunuh dengan mengatasnamakan agama? Kayaknya nggak deh. Kalau Allah berkehendak, semua orang di dunia akan beroleh hidayah. Tapi ternyata bukan itu yang dikehendaki-Nya.

Well … rayakanlah kehidupan apa adanya :).

Analyst

Well … akhirnya SK yang nggak diharapkan itu turun juga. Aku harus keluar dari IS department, dan beralih fungsi jadi semacam infocom business analyst. Tadinya sih aku bersuka cita aja dipekerjakan di tempat baru ini, dengan posisi masih di tempat lama — kayak yang dijanjiin salah satu senior yang mencalonkan aku masuk tempat ini. Tapi memang kayaknya kita belum terbiasa menghargai kata-kata kita sendiri.

OK, barangkali itu tugas pertama kita di sini :).

Dan kayaknya aku nggak bakal satu senti pun menjauh dari dunia IT. Business analyst punya tool yang berkait erat dengan customised database di tempat yang databasenya masih raw gini. Aku justru bakal harus sering2 jadi programmer lagi, kayak waktu belum masuk IS. Diambil hikmahnya aja deh, dan kelucuan-kelucuannya.

Jangan-jangan, kapan-kapan aku ketawa mendadak dan lama sekali, waktu akhirnya baru sadar bahwa aku paling nggak produktif nulis program justru waktu aku di IS.

Bantal Amazon

Dan buat kita-kita yang punya kegiatan tambahan waktu nerima paket buku dari Amazon — i.e. main-main bantalan plastik berbagai ukuran yang kayaknya dimaksudkan sebagai bonus — kali ini terjawablah salah satu yang bikin kita penasaran: bantalan-bantalan udara itu bukan dipasang oleh mesin, tapi oleh si ‘mbak yang tugasnya seharian (rada sok tau, biasa) masangin bantal buat pengganjal buku yang bakal dikirim ke seluruh penjuru dunia.

Tau nggak ya si ‘mbak, itu bantal-bantal yang dia pasang udah kita apain aja di sini :).

Gudang Amazon

Lagi asyik-asyik window-shopping di Amazon, tau-tau seorang rekan nyeletuk: Amazon kan bukan toko beneran — nggak punya gedung, nggak punya gudang.

Nah lo, abis baca majalah loakan di mana tuh?

Waktu Jeff Bezos mendirikan Amazon, dia memang cuma modal notebook dan uang secukupnya. Istrinya nyetir mobil kayak para pionir penjajah Amerika mengejar harapan di dunia baru di barat, sementara Jeff terus-menerus merancang business case di notebooknya. Dengan business case itu, dia memulai toko buku yang barangkali jadi toko buku pertama di web-world. Sejarah dimulai.

Tapi dengan jumlah customer yang mencapai puluhan juta sekarang, dari seluruh pelosok dunia, udah nggak mungkin Amazon beroperasi tanpa gedung. Ada beberapa gudang buku Amazon di beberapa negara di AS aja, belum yang di cabang-cabang Eropa dan Jepang.

My Blogger Code

Kurang kerjaan amat, malah bikin Blogger Code yang nyontek Geek Code itu. Ini hasilnya: B9 d++ t k+ s- u- f i- o+ x- e l- c-. Geek code masih tersimpan rapi di CV. Dih, CV kok pake Geek Code.

Para Pionir C++

Website para pioneer dalam (pre- dan) post-standard C++ :

Bjarne Stroustrup: www.stroustrup.com
Nicolai Josuttis: www.josuttis.com
Scott Meyers: www.aristeia.com
Herb Sutter: www.gotw.ca
Andrei Alexandrescu: www.moderncppdesign.com
Daveed Vandevoorde: www.vandevoorde.com/Daveed
Stanley Lippman: staff.develop.com/slip

Ada yang mau ditambahkan? Nama Anda misalnya?

Simpang Jalan

Di simpang jalan … pada hari yang tepat untuk berada di simpang jalan. Bukan untuk memilih jalan yang terbaik buatku … tapi untuk memilih jalan di mana aku akan bisa memberikan yang terbaik. Semua jalan masih berbentuk labirin (atau jalan setapak bercecabang, dua-duanya mengutip Borges).

Sementara segala kata-kata beracun masih terus menggaung di udara, dengan aroma inDUHviduokrasi yang kental.

Garis Kabut

Jarang-jarang aku mengarah ke timur di Bandung sepagi ini. Kilau matahari tajam menusuk mata. Aku geser penutup kepala ke depan. Debu, asap, campur kabut tipis berpendar sepanjang Cicadas. Pepohonan berdaun jarang-jarang menapis sinar matahari, memola gemaris bersudut pada kabut jalan. Kendaraan segala dimensi berdesing tanpa ampun sepanjang jalan yang belum sempat macet.

Seorang lelaki setengah baya, berhenti dan memunguti sisa-sisa sampah di pinggir jalan. Segenggam kulit jeruk dan sisa isinya. Didekatkannya ke mulutnya, lalu sambil meneruskan berjalan, ia mulai mengeratnya. Bajunya tidak terlalu kotor — mungkin belum terlalu lama menggelandang.

Hmmm … aku bener-bener masih di Bandung.

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑