Page 84 of 211

Analyst

Well … akhirnya SK yang nggak diharapkan itu turun juga. Aku harus keluar dari IS department, dan beralih fungsi jadi semacam infocom business analyst. Tadinya sih aku bersuka cita aja dipekerjakan di tempat baru ini, dengan posisi masih di tempat lama — kayak yang dijanjiin salah satu senior yang mencalonkan aku masuk tempat ini. Tapi memang kayaknya kita belum terbiasa menghargai kata-kata kita sendiri.

OK, barangkali itu tugas pertama kita di sini :).

Dan kayaknya aku nggak bakal satu senti pun menjauh dari dunia IT. Business analyst punya tool yang berkait erat dengan customised database di tempat yang databasenya masih raw gini. Aku justru bakal harus sering2 jadi programmer lagi, kayak waktu belum masuk IS. Diambil hikmahnya aja deh, dan kelucuan-kelucuannya.

Jangan-jangan, kapan-kapan aku ketawa mendadak dan lama sekali, waktu akhirnya baru sadar bahwa aku paling nggak produktif nulis program justru waktu aku di IS.

Bantal Amazon

Dan buat kita-kita yang punya kegiatan tambahan waktu nerima paket buku dari Amazon — i.e. main-main bantalan plastik berbagai ukuran yang kayaknya dimaksudkan sebagai bonus — kali ini terjawablah salah satu yang bikin kita penasaran: bantalan-bantalan udara itu bukan dipasang oleh mesin, tapi oleh si ‘mbak yang tugasnya seharian (rada sok tau, biasa) masangin bantal buat pengganjal buku yang bakal dikirim ke seluruh penjuru dunia.

Tau nggak ya si ‘mbak, itu bantal-bantal yang dia pasang udah kita apain aja di sini :).

Gudang Amazon

Lagi asyik-asyik window-shopping di Amazon, tau-tau seorang rekan nyeletuk: Amazon kan bukan toko beneran — nggak punya gedung, nggak punya gudang.

Nah lo, abis baca majalah loakan di mana tuh?

Waktu Jeff Bezos mendirikan Amazon, dia memang cuma modal notebook dan uang secukupnya. Istrinya nyetir mobil kayak para pionir penjajah Amerika mengejar harapan di dunia baru di barat, sementara Jeff terus-menerus merancang business case di notebooknya. Dengan business case itu, dia memulai toko buku yang barangkali jadi toko buku pertama di web-world. Sejarah dimulai.

Tapi dengan jumlah customer yang mencapai puluhan juta sekarang, dari seluruh pelosok dunia, udah nggak mungkin Amazon beroperasi tanpa gedung. Ada beberapa gudang buku Amazon di beberapa negara di AS aja, belum yang di cabang-cabang Eropa dan Jepang.

My Blogger Code

Kurang kerjaan amat, malah bikin Blogger Code yang nyontek Geek Code itu. Ini hasilnya: B9 d++ t k+ s- u- f i- o+ x- e l- c-. Geek code masih tersimpan rapi di CV. Dih, CV kok pake Geek Code.

Para Pionir C++

Website para pioneer dalam (pre- dan) post-standard C++ :

Bjarne Stroustrup: www.stroustrup.com
Nicolai Josuttis: www.josuttis.com
Scott Meyers: www.aristeia.com
Herb Sutter: www.gotw.ca
Andrei Alexandrescu: www.moderncppdesign.com
Daveed Vandevoorde: www.vandevoorde.com/Daveed
Stanley Lippman: staff.develop.com/slip

Ada yang mau ditambahkan? Nama Anda misalnya?

Simpang Jalan

Di simpang jalan … pada hari yang tepat untuk berada di simpang jalan. Bukan untuk memilih jalan yang terbaik buatku … tapi untuk memilih jalan di mana aku akan bisa memberikan yang terbaik. Semua jalan masih berbentuk labirin (atau jalan setapak bercecabang, dua-duanya mengutip Borges).

Sementara segala kata-kata beracun masih terus menggaung di udara, dengan aroma inDUHviduokrasi yang kental.

Garis Kabut

Jarang-jarang aku mengarah ke timur di Bandung sepagi ini. Kilau matahari tajam menusuk mata. Aku geser penutup kepala ke depan. Debu, asap, campur kabut tipis berpendar sepanjang Cicadas. Pepohonan berdaun jarang-jarang menapis sinar matahari, memola gemaris bersudut pada kabut jalan. Kendaraan segala dimensi berdesing tanpa ampun sepanjang jalan yang belum sempat macet.

Seorang lelaki setengah baya, berhenti dan memunguti sisa-sisa sampah di pinggir jalan. Segenggam kulit jeruk dan sisa isinya. Didekatkannya ke mulutnya, lalu sambil meneruskan berjalan, ia mulai mengeratnya. Bajunya tidak terlalu kotor — mungkin belum terlalu lama menggelandang.

Hmmm … aku bener-bener masih di Bandung.

Telkom di Business Week

Business Week edisi 23 Juni 2003 (yang mulai beredar) menampilkan 100 perusahaan IT terbaik. 10 besar: Nextel, Dell, Samsung, Telkom, Nokia, Western Digital, IBM, Hon Hai, Vodafone, dan HP.

Kenapa Telkom (NYSE:TLK) bisa ada di sana, jadi satu-satunya perusahaan IT di Asia Tenggara yang masuk daftar itu? Well, sementara ini bukan aku yang harus memberikan ulasan. Ntar katanya nggak obyektif :).

100% Anglicised

On the other hand, hasil kuis minggu kemaren (di site yang aku lupa lagi alamatnya), menunjukkan bahwa aku sebenernya 100% anglicised. Hah-hah-hah :). Coba kalau kuisnya bersifat lisan, dengan penguji Rob White, lengkap dengan dialek Manchesternya. Hah-hah-hah :).

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑