Ini adalah kunjungan kelima di Batam. Dan kira2 10 tahun setelah kunjungan pertama. Entah kenapa, Nadim masih juga digantung.
Kunjungan pertama dulu adalah efek dari ‘open source’ – dalam tanda petik. Tahun 1995 itu, aku bikin software analisis trafik (in C) untuk sentral Lucent 5ESS. Dan berbeda dengan programmer Telkom masa itu (peninggalan zaman Perumtel -red) yang menganggap software adalah harta berharga yang wajib dipendam, aku membagikan software itu ke siapa pun yang berminat punya. Juga source-nya, untuk siapa pun yang pingin ikut memodifikasi. Orang2 Surabaya (Divre V) memang melakukan tak lebih dari sekedar mengganti nama pemrogram, lalu mengkompilasi ulang. Orang2 Medan dan Batam (Divre I) mau lebih serius. Tapi mereka ragu di tengah jalan. Jadi programmer asli diundang ke Batam (dan beberapa waktu kemudian ke Medan juga). Surprise buat aku adalah bahwa Sentral 5ESS di Batam sudah menggunakan versi 6, sementara Bandung masih menggunakan versi 5. Jadi memang perlu waktu untuk memodifikasi program. Ya, happy end sih, lengkap dengan acara mancing dll.
Kunjungan hari ini untuk bekerja dalam Workshop Produk Telkom 2007. Temanya cukup komplit: seluruh produk wireline, seluruh produk wireless, serta content & applications. Semua menarik buat aku. Sayangnya kita pasti ditempatkan di satu work group, nggak mungkin lompat-lompat. Cakupan meliputi branding, feature baru atas produk yang ada, paket2 dan kemasan2 baru, serta seluruh aspeknya: infrastruktur, performansi, komunikasi, charging, semuanya.
Workshop masih berlangsung sampai tanggal 15. Jadi kalau ada usulan, sila kontak2 di sini. Seandainyapun WiFi sulit diakses, Flexi selalu ada buat in touch dengan web ini. Tapi, kalau jadwal terlalu padat, dan usulan tak sempat terbaca dan tersampaikan, jangan buru2 mengganti tulisan Hang Nadim dengan Hang Koen. Improvement akan selalu dimungkinkan, pun setelah workshop berakhir.

Undangan kali ini datang melalui telepon. Jadi Senin malam itu (beberapa minggu yang lalu) aku menculik Jeffrey untuk melupakan kantor dan datang ke Starbucks BIP. Ada dua lagi yang coba aku culik sih, tapi kelihatannya mereka nggak bisa melupakan kantor :). Acaranya perkenalan produk untuk holiday session peiode ini. Tapi kayaknya bukan sekedar perkenalan, kalau kita lihat bahwa malam itu meja kecil kami jadi penuh berisi belasan gelas kecil dan dua gelas besar yang semuanya bisa dikosongkan tepat waktu :). Dan tentu tidak setetespun yang dekaf :). Suasananya serba merah, kecuali Kartu Undangannya yang berbentuk pohon dan berwarna hijau (kartu diambil di tempat).
[jawab]Mulai penghitungan dengan jam merah dan biru secara bersamaan saat telur mulai direbus. Setelah pasir di jam merah habis (=4 menit), balikkan jam merah. Setelah pasir di jam biru habis (=7 menit), balikkan jam biru. Setelah pasir di jam merah habis lagi (=8 menit), balikkan jam biru. Ingat, pada saat ini, pasir di sisi bawah jam biru menampung pasir berusia 1 menit saja. Setelah pasir di jam biru habis (=9 menit), angkat telurnya.
Beberapa buku buat mengisi kepala, akhir bulan ini:
