Page 179 of 211

3292854

Aku nggak tau cara pandang Wagner atas kemanusiaan. Semua tokoh-tokoh dia nasibnya tidak ditentukan oleh kekuatan diri dan kepahlawanannya (biarpun pelakunya para pahlawan). Tristan dan Isolde kena ramuan ajaib, Siegmund dan Siegfried kena konspirasi takdir Wotan dan keluarga Wotan kena kutukan peri Rheingold, dan Tannhauser dibelit oleh Venus. Juga para pelaut di Fliegende Hollander. Jangan lupa Dr Faust kita tersayang itu, haha. Jelas bahwa Wagner nggak layak dijadikan panutan buat filsafat kemanusiaan, haha. Wagner memang tidak menawarkan filsafat. Dia hanya menunjukkan fragmen-fragmen kemanusiaan yang paling menyentuh, dari kelemahan manusia (manusia yang terkuat) menghadapi unresolved love (Tristan), kewajiban tugas (Siegfried), dan kompleksitas pilihan (Faust). Kita pasti pernah menghadapi sesuatu yang menuntut lebih dari kemanusiaan kita, dan pada saat seperti itu Wagner menggambarkan diri kita. Atau barangkali sedang mengejek kita?

Barangkali itu juga yang aku lakukan di catatan ini. Bukan menawarkan sebuah jalan hidup, tapi …

Mild und Leise

Tristan & Isolde mengilhami hampir semua musisi setelah Wagner. Ceritanya sendiri aku aku pikir mengesalkan, kisah romantik yang salah asalnya dan kacau ujungnya. Nggak aplikatif buat aku kayaknya. Wagner yang konon anti asing itu mengambil cerita bukan dari bangsa Nordic, tapi dari Celtic. Kisah diawali dari kapal yang datang dari Irlandia ke Cornwall, dengan prelude yang bisa dipertimbangkan sebagai simponi terindah sepanjang sejarah. Cerita ini melibatkan ramuan ajaib, dan perkelahian, tapi justru tidak terlalu berfokus pada perebutan Isolde sendiri (khas Celtic ala Asterix). Cerita diakhiri waktu Tristan yang sudah terluka parah dan dibuang di Brittany (negerinya Asterix beneran) menunggu kedatangan Isolde dari kapal. Tapi keburu mati Tristannya. Dan Isolde cuma bisa menemui mayat Tristan. Mild Und Leise Wie Er Lachelt katanya dalam bahasa Jerman (abisan yang nulis Wagner sih) yang terjemahan Inggrisnya jadi how gently and quietly he smiles. Aku udah pernah ngebahas bagian yang dijuduli Liebestod ini. Prelude T&I nggak akan lengkap kalau nggak digabung dengan bagian ini.

Asterix bisa dendam nih kalau tahu bahwa kisah bangsa dia dibikin ngetop sama orang Goth yang suka jadi musuh bebuyutannya.

3277510

Supermie kayaknya punya kepribadian ganda (kayak aku yah, haha). Abis nulis mail yang bagus-bagus di Forum-Jumat, doi iseng kirim mail salah subject dan isinya sekenanya ke Bemo-Batavia. Dan Kukuh ngebales. Dan efeknya, satu hari ada 50 mail berjatuhan dari Bemo aja. Belum selesai tuh. kalau Bemo ngumpul, yang dilakukan pasti nyari orang-orang yang belum ikutan terus dipaksa subscribe (dengan alamat mail kantor). Jadi hari kedua 70 mail lagi masuk. Satu mail isinya cuman satu atau seperempat kalimat, plus cuplikan dari sekian puluh mail sebelumnya. Junk, dan celaan-celaan. Tapi ini junk istimewa lho, nggak ada yang pakai nama samaran, semuanya pakai nama asli dan resmi. So nggak ada Neko The Cruiser atau Zorro di Bemo.

Thanks, Mie. Memang hidup perlu keseimbangan kok. Serbuuuuuuuuuuu !!!

3273658

Apa jadinya kalau Imam Al-Ghazali dirampok? Gini ceritanya, kata Aa’ Supermie:

Ketika barangnya akan dirampas, al-Ghazali berkata, “Kalian boleh ambil semua barangku, tapi jangan yang satu ini.” Ia berkata sambil memegang sebuah bungkusan yang berisi semua catatan kuliah dari Birmingham, eh Naishabur.

Para perampok segera menduga bahwa barang yang dipegang itu pasti sangat berharga, sehingga mereka merampas dan membukanya. Tentu, isinya hanya segepok kertas kumal yang bertuliskan catatan yang tidak dimengerti oleh si perampok.

“Apa ini, dan untuk apa kamu menyimpannya?” tanya sang perampok. “Itulah barang yang tidak akan berguna bagi kalian, tapi sangat berguna bagiku,” jawab al-Ghazali. “Apa gunanya?” Ia menjawab, “Inilah hasil pelajaranku selama beberapa tahun. Jika kalian merampasnya dariku, maka sia-sialah jerih payahku menuntut ilmu selama ini.”

Perampok itu menukas, “Jadi macam ini ilmumu?” Al-Ghazali mengiyakan. “Ilmu yang disimpan dalam bungkusan dan dapat dicuri, sebenarnya bukanlah ilmu. Pikirkanlah nasib dirimu baik-baik,” kata si perampok itu sambil berlalu. Lama al-Ghazali termenung oleh kata-kata tersebut.

Sentakan sang perampok tadi membuat ia berubah sikap untuk mulai melatih otak lebih banyak, mengkaji, menalar, dan menganalisa lebih tekun dan menyimpan ilmu yang didapatnya di dalam otak. Seorang ilmuwan besar mengambil hikmah dari siapa saja, walaupun dari perampok.

3256208

Jajak pendapat di Tempo: Apakah pertemuan empat tokoh politik (Abdurrahman, Megawati, Amien Rais, dan Akbar Tandjung) dapat menjadi solusi akhir dari krisis politik dan ekonomi Indonesia?

Pertanyaan konyol. Apakah kita selalu akan melepaskan setiap permasalahan untuk diselesaikan orang lain?

3256194

Inget awal Desember 1990, aku ngobrolin seseorang dengan Sigit. “Kayak apa?” tanya Sigit. “Gimana yah,” jawab aku, “Sedikit mirip Goenawan Mohammad, tapi rada mirip Amien Rais.” Terus kata Sigit, “Siapa itu Amien Rais?” Siangnya Amien Rais menjenguk kami. “Sibuk dik?” tanya dia. Dan aku terus bilang ke Sigit: Itu tuh Amien Rais. Sigit berkeras: “Tapi Amien Rais itu siapa?” Oh, BTW, Sigit juga nggak tahu mukanya Goenawan Mohammad kok waktu itu. Engineer 100% dia.
Oh ya, waktu itu Gusdur bilang mau datang. Tapi kalau Gusdur bilang mau datang, artinya beliau nggak akan datang. Jadi badge nama Gusdur yang udah dicetak aku pakai aja seharian. Pernah jadi Gusdur ni yéééééé.

Menggugat Sejarah

Mungkin menarik untuk belajar sejarah dari sisi yang berbeda. Berbeda memang bukan berarti lebih benar dari versi mainstream, tapi setidaknya kita bisa menyusun perbandingan secara lebih bebas.

Contoh yang sangat klasik itu Ramayana, yang dari sisi lain merupakan gerakan nasionalisme bangsa Alenka (sekarang Shri Lanka) melepas diri dari pengaruh India. Perbedaan fisik antara bangsa Aria India, suku-suku Dravida India, dan bangsa Srilanka digambarkan di Ramayana dengan perbandingan manusia, monyet, dan raksasa. Keterlaluan juga orang India, masa sekutunya sendiri dilambangkan sebagai monyet.

Juga di PD II, selalu digembar-gemborkan kematian jutaan Yahudi, padahal etnik terbanyak yang mati adalah Russia, yang mencapai belasan juta (dan itu dijadikan alasan buat Stalin untuk membuat daerah buffer di luar Uni Soviet).

Tapi di luar itu, para fisikawan malah menyusun eksperimen untuk menentukan: apakah sejarah (history) itu ada? Ini tidak berkait langsung dengan pernyataan Bertrand Russel bahwa dunia baru diciptakan tiga menit yang lalu lengkap dengan manusia berjumlah sekian miliar dengan memori yang komplit di otak masing-masing. Ujikaji yang dirancang akan menentukan betulkah ada kontinuitas dalam interaksi. Kalau tidak ada kontinuitas, bahkan candaan Russel pun salah. Dunia yang sekarang tidak ada satu detik yang lalu ;). Setidaknya dalam artian yang bisa diandalkan.

Lalu pak tua Iosif Vissariodovich menggerutu: terlalu banyak yang dijelaskan tentang dunia — yang penting itu bagaimana cara mengubahnya.

3222145

Barangkali memang bangsa ini akan hancur. Ada peringatan tertulis bahwa suatu kaum yang tidak memegang amanah akan dihancurkan dan digantikan dengan kaum lain yang lebih baik. Austria yang ceria dicaplok Nazi. Libanon, surga Timur Tengah, jadi tempat paling hancur tahun 80-an dulu. Nggak ada jaminan bahwa ketenangan dan kedinamisan hidup hari ini menyangkal kehancuran besok pagi.

Tapi sebuah hadis qudsi menceritakan bangsa yang terselamatkan. Dikatakan bahwa kadang Allah telah memutuskan untuk menghancurkan suatu bangsa yang hingar bingar. Tapi di tengah-tengah bangsa itu ada orang-orang tua miskin yang terus beribadah sambil tertatih-tatih; dan terdapat anak-anak yatim yang berdoa memohon perlindungan. Dan Allah membatalkan penghancuran itu karena ibadah orang miskin dan doa anak-anak yatim itu. Allah lebih menyayangi kaum seperti itu daripada orang-orang seperti kita.

Selama di bangsa itu anak-anak yatim dan orang-orang miskin masih bisa bertahan untuk hidup layak, mempertahankan iman, dan terus berdoa buat bangsanya, maka bangsa itu belum akan dihancurkan. Menyelamatkan sebuah bangsa bisa dilakukan dengan proyek-proyek kecil untuk menghidupi orang miskin dan mendidik anak yatim, agar mereka imannya terselamatkan, dan bisa terus beribadah dan berdoa buat bangsa ini.

Mendelbrot barangkali akan bergumam: kalau tidak mungkin menyerang New York, kenapa kita tidak memelihara kupu-kupu yang indah saja, di Tokyo

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑