Page 168 of 180

1509403

Kata Bertold Brecht, “Kalau memang pemerintah tidak bisa akur dengan rakyatnya, kenapa pemerintah tidak membubarkan saja rakyatnya, dan memilih rakyat baru?”
Lucu yah ?
Realistik nggak ?
Kalau ngeliat kondisi Divre III sih, memang kondisi ini yang terjadi. Manajemen Ariawest yang [demi menghormati bulan Ramadhan terpaksa tidak dituliskan] bikin banyak rekan di sini berharap untuk dipindahkan.
Kenapa ironi Brecht harus jadi kenyataan sih ?

Korpri

Banyak orang berseragam Korpri hari ini. Heran, masih ada juga :) :). Duh, kebayang waktu masih jadi Korpri. Pakai batik biru untuk offset kabel di jalan (juga ikut tes Bahasa Perancis). Upacara bendera 2 kali setahun (tanda-tangannya sih at least 12 kali). Dan ikutan santiaji Golkar (yang berakhir dengan mencoblos PPP di kotak suara).

Korpri, Golkar, New Order. Setiap rezim ideologik memang selalu membutuhkan massa untuk legitimasi. Massa itu selalu disebut sebagai tonggak, biarpun sebenernya cuman penggembira yang dibayar murah. Kadang cukup dibayar semangat aja. Ekspresi para kaum Bolshevik pendukung Revolusi 1917 ini bahkan tidak menunjukkan semangat revolusi, tapi wajah ketidakpastian. Hari ini mereka jadi tonggak revolusi, menegakkan komunisme (atau Pancasila), kemudian ikutan perang melawan rakyatnya sendiri, dan mati (atau bertahan hidup) sia-sia.

Waktu awal-awal masuk Korpri, aku disuruh baca Sapta Prasetia Korpri. “Nggak bisa,” aku jawab, “Jangankan Sapta Prasetia Korpri yang tujuh biji panjang-panjang. Pancasila yang cuman empat aja nggak bisa hafal.”

Hadapilah kekonyolan dengan ironi. Setiap masalah punya setidaknya satu solusi yang sederhana, singkat, dan salah.

Влади́мир Ильи́ч Ле́нин

Siapa yang pantas jadi the man of the century abad ini? Dengan kepribadian tristanistik :), barangkali kita lebih baik pilih Vladimir Ilyich Ulyanov alias Lenin, dengan proyeknya yang bernama Uni Soviet.
Alasannya sederhana, Uni Soviet cuma ada di abad xx (tidak di abad xix dan tidak juga di xxi), tapi dia adalah biang kesumpekan dunia. Sambil melakukan agresi terhadap tetangganya, Soviet membantu bangsa-bangsa lain melepaskan diri dari penindasan asing. Kemudian ditanamkanlah apa yang disebut ideologi. Orang pun berperang dan saling membunuh demi omong kosong yang dinamai ideologi ini. Namun kemudian tampillah Mikhail Sergeyevich Gorbachev, dan bubarlah Uni Soviet. Situasi dunia kembali ke zaman sebelum pengaruh Soviet: saling membasmi demi ras dan bangsa, yang juga omong kosong. Lenin, dan Soviet, sebagai monumen abad xx, harus dicatat karena pernah memindahkan alasan untuk membunuh, dari suatu alasan omong kosong ke alasan omong kosong lainnya.
Salah satu karakteristik manusia adalah menyimpan ironi dan kekonyolan. Kita perlu mengenang Lenin untuk sisi kemanusiaan yang satu ini.

Coventry in Blitz

Perang … abad xx ini masih penuh warna perang. Buat apa sih perang ? Melayani fluktuasi pikiran manusia ?

Perang dan militerisme tidak pernah tampak sebagai lambang pembelaan yang patriotik, tapi lebih sebagai simbol kepengecutan manusia yang lebih suka memakai senjata daripada pikiran.

Oh ya, foto di sini adalah kota Coventry, kota imut di tengah-tengah England, yang luluh lantak di bawah serangan udara (blitz) dari Jerman, pada PD II. Sekarang Coventry menjadi kota industri dan engineering yang sibuk, dengan penduduk sekitar tiga ratus ribu.

Insya Allâh kita awali tahun pertama abad xxi di sana yach…

1474103

Marhaban Yaa Ramadhan. Masuk bulan Ramadhan tadi malam, rasanya semua kekusutan luntur. Hati kembali jadi jernih, bening, dan penuh kasih pada semesta. Langit mendung, tapi kami menjadi bintang-bintang yang kemilau gemerlapan di atas dinamika kehidupan yang mengalir deras.
Terima kasih, Ya Allâh, atas kasihmu yang tak berbatas tak bertepi.

1459973

Dapet gold medal “Apresiasi Mutu Telkom” untuk sumbangan di NSCS. Duh, lucu yah. Kayaknya aku dapet medali ini soalnya Kharisma atau Ferry bakal nggak enak ati ngeliat nama aku dicoret. Kayaknya aku juga nggak berani nolak medali itu soalnya kebayang mereka beneran nggak enak ati. Kayaknya medali itu jadi medali salah tingkah aja.

1449517

Baca site-site lama. Lucu juga yah, society system yang aku lewatin sama site-site itu. Jadi junker di Pusdata dan Bemonet, terus jadi tukang sentil garong di Isnet, sampai jadi sekum MSI, terus maen yang rada techie di IECI, dan balik ke komunitas junker di Bemo dan Blogger. Juga jadi inget temen-temen tempat berbagi simplicity in complexity. Dan juga ketangkep yang satu ini dari Nietzsche’s Zarathustra:
You bright star, what would your happiness be, had you not those for whom you shine.
La vie miraculeuse. Je Vous remercie ….

1448847

Banjir besar di Banda Aceh. Duh, semakin besar iman seseorang, semakin besar pula cobaan yang dilimpahkan padanya. Mudah-mudahan mereka diberikan ketabahan iman yang luar biasa menghadapi cobaan yang tak putus-putus itu.

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑