Page 164 of 180

Beaver

Di sekitar-sekitar sini kira-kira ada berang-berang nggak ya ? Kayaknya enak kalau weekend gini cari danau yang ada berang-berangnya, terus seharian mengamati berang-berang. Ato nggak, berang-berangnya yang mengamati manusia pengangguran yang duduk di danau seharian.

2321590

Propinsi Banten kebanjiran, gunung Merapi meletus. Kalau pulau Jawa itu jadi perahu, bagian tengahnya lagi terbakar, dan anjungannya lagi bocor. Nahkodanya sibuk menyelamatkan kedudukan.

2310813

Abis Jumatan, iseng-iseng ke Herbert Art Museum. Lagi ada pameran seni pahat. Biasanya sih, di museum orang nggak boleh pegang-pegang. Tapi yang ini unik. Pahatannya dimasukin kotak. Kalau kita mau mengapresiasi, kita harus ngeluarin dari kotak, terus kita pegang-pegang seluruh permukaanya (potongannya, teksturnya, dan juga beratnya yang beraneka macam) sampai merasakan sensasi yang mentransferkan ide yang mau disampaikan si seniman.
Si seniman (yang tumben aku bisa lupa namanya) berasal dari Afrika Selatan. Aku jadi punya kesan aneh. Kali-kali dia bikin karya seni macam gitu, soalnya dulu di negaranya orang dinilai berdasarkan warna kulit, berdasarkan penglihatan sekilas. Mungkin dia pikir seharusnya orang-orang harus dimasukkan ke kotak, dan untuk mengenalinya diperlukan pendalaman atas karakteristik pribadi per pribadi yang bebas dari prasangka penglihatan.
Kali sih, biarpun mungkin sebenernya maksud dia bukan gitu. Soalnya di atas tiap kotak nggak ada tulisan latin. Yang ada huruf Braille.

2306001

Setiap penemuan yang merupakan revolusi, adalah cetusan dari sekumpulan penemuan yang barangkali tidak langsung berhubungan. Tahun 1940-an, Avery menemukan bahwa DNA berkaitan dengan reproduksi sel, tapi tidak bisa mengkaji lebih jauh. Hampir bersamaan, Shannon menemukan bahwa informasi adalah korelasi atas entropi. Hampir bersamaan juga, Turing menggagas ide bahwa sekumpulan bilangan (informasi) bisa dipakai untuk mengolah bilangan (informasi) lainnya. Ide-ide yang terpisah kemudian membentuk diskursus bersama, dan baru orang menyadari bahwa keteraturan DNA itu membawa informasi genetik, dan informasi di dalam DNA bisa dipakai untuk mereproduksi dirinya sendiri dan organisme yang diinformasikannya.

2296785

Hari ini ngebahas teori Shannon soal informasi dan entropi. Udah lama nggak mainan ginian. Tapi aku jadi inget debat seru dengan JH tahun 1997 kemaren, waktu dia ngebelain NS di list is-lam. JH menggugat istilah propaganda yang dikenakan pengurus Isnet pada NS, dan lebih suka memakai istilah penyampaian informasi. Aku sendiri lupa persisnya aku jawab kayak apa. Di site Catatan Multidimensipun udah nggak ada, soalnya aku hapus bagian-bagian yang bisa bikin orang mengenang pertentangan-pertentangan. Tapi aku inget, aku iseng bikin kamus dadakan. Bahwa nilai informasi itu berkait dengan perubahan. Kalau setiap pagi kita bilang “Hai”, maka kata “Hai” kita nggak punya nilai informasi lagi. Dan itulah yang dilakukan NS: mengirim pesan dari perspektif yang sama setiap hari, tanpa mau mendengar umpan balik. Nilai informasi jadi nol. Itu cuman jadi propaganda.
Kalau Amien Rais mengkritisi Durahman, kalau orang PKB mengeluarkan pernyataan membela Durahman, kalau orang NU menghujat Amien Rais, kalau mahasiswa mengeluarkan kata-kata kasar ke pemerintahan, itu semuanya nilai informasinya nol. Jadi hari-hari ini aku nggak dapet informasi apa pun dari Jakarta.
Entropi di Indonesia udah terlalu tinggi.

2282732

Kenapa Interpretasi Kopenhagen ciptaan Niels Bohr bisa bertahan sampai setengah abad dalam menafsirkan Teori Kuantum? Konon ini karena kesalahan fatal dari John von Neumann. Yup, matematikawan besar itu. Dan orang besar membuat kesalahan besar :). Salah satu pesaing Interpretasi Kopenhagen adalah teori karakteristik tersembunyi, yang menyatakan bahwa bagaimanapun partikel seperti foton maupun elektron punya sifat yang dipegang setiap saat, hanya mereka menunjukkan sifat itu sesuai dengan apa yang bisa dilihat pengamatnya. Salah satunya (lagi) adalah teori punya Louis Victor de Broglie yang mencoba menjelaskan bahwa setiap materi memiliki sifat seperti gelombang. Tapi Neumann memberikan hasil kalkukasi yang menunjukkan bahwa teori karakteristik tersembunyi itu salah. Sejak itu orang tidak lagi punya nyali untuk melawan Interpretasi Kopenhagen.
Baru tahun 1960-an, orang menemukan kesalahan fatal Neumann. Salah satunya, dia mengambil nilai rata-rata dari hasil pengamatan. Dengan tingkat variansi yang besar seperti itu, semestinya orang tidak boleh melakukan pemukulrataan. Justru seharusnya teori kuantum bermain juga di variansi *hihihi*.
Kemudian setelah itu orang-orang baru melongok tandingan Interpretasi Kopenhagen, yang antara lain diajukan David Bohm.

2282573

Nah lo, sore-sore malah ngeliat sepasang tupai main-main di lapangan rumput, sambil cari biji-bijian. Musim kayak gini dia cari biji apa yah ? *bertanya-tanya*. Aku jadi tambah iri aja sama si tupai. Pingin sekali bisa main-main berduaan di lapangan rumput.
Di Bandung lagi musim apa ya?

2256076

Ke Far Gosford lagi, mau kirim kartu pos bergambar pus lompat-lompat. Di pet shop, keliatan si pus gemuk itu lagi. Ngeliatin aku aja. Abis aku tau bahwa kantor pos Gosford jauh lebih dekat daripada city-centre, kayaknya aku bakal sering-sering lewat pet shop itu. Kali-kali lama-lama si pus gemuk itu apal sama aku. (Ralat: si pus belum bakal apal, soalnya waktu aku lewat sana dulu kan dia masih bobo. –Red)

2239670

Mana yang lebih dulu: DNA atau protein? Ini lebih rumit. DNA direplikasi oleh protein, dan protein direplikasi oleh DNA. Tapi DNA tidak lebih hanya pembawa informasi. Protein cuman zat kimia yang bisa jadi katalis. Jawabannya akhirnya: mungkin DNA. Tapi jawaban nggak boleh berhenti di sini. Soalnya sebenernya kita melupakan RNA.

Di kebanyakan makhluk hidup (selain virus), RNA seolah hanya kurir pembawa pesan waktu DNA membentuk protein, dan waktu DNA direplikasi. Padahal, barangkali justru biang dari segalanya justru RNA itu.

Kayak yang pernah didiskusikan di Isnet, ‘nenek moyang’ makhluk hidup adalah senyawa yang bisa bereaksi dengan katalisasi diri. Dengan sifat itu, senyawa ini menarik molekul di sekitarnya untuk membentuk senyawa yang mirip dengan dirinya, terus menerus. Mungkin ini RNA, atau setidaknya bentuk primitif dari RNA yang kelak memperbaiki diri menjadi RNA. Masalahnya umur RNA tidak panjang. Jadi mekanisme evolusi membuat salah satu RNA menemukan DNA yang bisa hidup lebih lama dan menyimpan informasi, sekaligus menemukan mekanisme replikasi DNA dengan protein, sehingga umur ‘organisme’ yang berupa siklus reaksi DNA-RNA-protein-RNA-DNA itu bisa panjang.

Bisa cukup panjang untuk meneruskan rantai evolusi membentuk kehidupan yang kompleks dan luas mengisi bumi.

Cukup panjang untuk menyimpan kecerdasan dalam organisme bernama manusia yang bisa memahami proses yang panjang itu — dan mungkin juga bisa memahami kasih sayang agung yang menyusun skenario yang indah itu.

« Older posts Newer posts »

© 2026 Kuncoro++

Theme by Anders NorenUp ↑