Malam sebelum Rangkas, kita ke Plasa Mandiri. Ngobrol dengan sekelompok hacker-businessman. Aku memposisikan diri sebagai interviewer aja. Cukup seru mengorek solusi-solusi terpadu mereka untuk database perusahaan berskala sedang dan besar (in this case, telecommunications operators), termasuk … khususnya … billing (yang memang diciptakan agar jadi rumit, haha). Tapi jadi lega juga ngebayangin bahwa ada orang-orang semacam itu, yang siap mengawal bisnis infokom kita tanpa selalu berpaling ke seberang lautan. Cafe-nya sih berkesan latin dan klasik. Tapi rasanya kayak abis dari cutting-edge technology conference ajah ;).
Page 119 of 180
Rangkasbitung juga adalah kota yang punya jalan dengan nama Kuncoro :)
Syukurlah, akhirnya aku sampai Rangkasbitung. Tadinya, ini satu-satunya Kandatel di Divre 3 yang belum pernah aku kunjungi. Suasana yang berbeda udah kerasa dari pasar Balaraja, wilayah Banten di luar tol. Memang ada nuansa yang beda dengan negeri pasundan.
Kakandatel Rangkasbitung sendiri orangnya kalem bener, tapi terbuka dan kreatif. Di belakang Kandatel, dibangun sebuah masjid. Di situ, rutin ada jamaah Dhuhur dan Ashr, dengan kakandatel yang jadi imam, plus memberikan kuliah beberapa menit setelah shalat (plus adzan juga, kadang-kadang).
Rangkasbitung itu ibukota kabupaten Lebak. Bupati Lebak tinggal di eks rumah Douwes Dekker a.k.a. Multatuli, kolonis Belanda yang mendadak jadi humanis itu. Nggak ada yang khas di bangunan itu, selain klasik dan terpelihara seperti aslinya. Kita talk beberapa saat tentang e-government dan infrastrukturnya. Tapi konsentrasi suka terpecah ke interior klasik di dalam gedung itu.
Buku-buku berjajar panjang di rak panjang, dengan penjaga
yang tampak bosan. Buku-buku turut bosan, menggumamkan
diskursus yang tak juga berubah, betapapun kita berteriak
“reinvent! reinvent!” dan semacamnya.
Aku tanya ke cermin, siapa yang bikin hikin reinvent jadi
kata usang, dan cermin menampakkan wajah yang itu-itu lagi.
Dengan rambut yang rada lucu, memang.
Setidaknya proses reinventing pun bisa punya rambut.
Pikiran Rakyat 27 April 2002, Bandung Raya.
KONDISI jalanan yang rusak, khususnya di kota Bandung, terus menjadi topik pembicaraan. …. Dalam sepekan terakhir ini, topik jalan rusak ini jadi guyonan menarik di beberapa milis. Salah satunya di milis bandung-raya¤yahoogroups·com. … ynugraha¤yahoo·com usul kepada Dinas Pariwisata Kota Bandung untuk bikin “Paket Wisata Off Road Kota Bandung”. Karena prasarananya sudah tersedia.
Sementara itu, kuncoro¤online·fr punya usulan unik lain. Menurutnya, mumpung lagi musim ganti nama jalan, jalan yang paling jelek itu diganti saja namanya dengan Jl. AA Tarmana, Jl. H Nuriana, dsb. Maksudnya, biar pemerintah memberi perhatian serius. Usulan itu kontan ditambahi guyonan lainnya. “Jalan yang bagus namanya Jl. AA Gymnastiar,” komentar made¤telkom·co·id. Sedangkan, “Jalan panjang berliku-liku namanya Jl. AWI (Aria West International, red),” canda djokobs¤divre3·telkom·co·id.
Kayak apa sih Sigit itu? Gitu tanya temen yang konon suka ke site ini. Heh, taunya ada juga foto Sigit di archive. Ini jaman kita masih rada proletar. Sekarang Sigit agak gemukan, dan udah nggak bertanduk.

All truths that are kept silent become poisonous. –F W Nietzsche
![]() |
Lautan tanpa batas dan membekukan.Karang tegar terhujam tajam.Barangkali memang kekuatan itu anugerah. Tapi justru nilai kehidupan terletak pada kemauan kita menghadapi segala rintangan dengan berbekalkan kelemahan dan keterbatasan kita.
K2001 |
Weekend ini IEEE Indonesia Section menampilkan Ezio Biglieri di Bandung, untuk short course bertema Coding and Modulation for Wireless Channels. Pas bener sama hobby baru aku ;). Lokasi di Bandung pula.
Tapi mahal :) :) :) :) :).
Decision … decision … decision.
Dirac bercerita tentang Hilbert:
Hilbert bertemu rekannya sesama fisikawan, Franck. Dengan tak sabar, ia menceritakan kekesalannya tentang istrinya. Franck heran, ada apa sih?
Lalu Hilbert cerita. “Pagi ini tanpa sengaja saya sadar bahwa istri saya tidak memberi telur untuk sarapan. Hanya Tuhan yang tahu sudah berapa lama hal itu terjadi.”

