


Cerita apa ya … Masa sih harus cerita tentang pekerjaan ?
N6510, si bungsu dari Nokia seri 6. Konon ideal untuk eksperimen dengan GPRS dan HSCSD melalui koneksi inframerah. Pengguna dipaksa untuk berkoneksi dengan inframerah, tanpa pilihan koneksi lain. Hal-hal yang lucu dari ponsel Nokia, kayak editor gambar dan tone, dipindah ke PC suite yang hanya bisa berinterface dengan pesawat ini melalui inframerah. Pas buat kaum nerd yang nggak mau segalanya disederhanakan, dan nggak peduli dengan hal-hal yang fancy. Pilihan warna, kayak logam-logam yang kena korosi.
Nokia menyebutnya human technology. Di website ini, kami menyebutnya nerd technology, why not?.
Bisnis memang nggak sesederhana itu ;). Bukan sekedar bisa melakukan sesuatu,
jadi layak melakukan sesuatu. Bukan sekedar punya web service terus bikin
e-commerce. Bukan sekedar punya ISP terus bikin IP-telephony. Bukan sekedar
punya modal terus bikin IT business.
Kelayakan bukan sekedar dihitung dari ROI. Dilbert pasti tahu itu :).
Ada khabar-khabar bahwa auctions.yahoo.co.uk
mau ditutup. Pengunjung akan disarankan meneruskan bisnis melalui
www.ebay.co.uk.


Alkisah, kita bermimpi selama tujuh tahun. Waktu serasa
melaju. Tapi waktu kita bangun, kita sadar bahwa kita
belum berubah, segalanya belum berubah.
Masalahnya kemudian, kita akan meneruskan hidup di titik
akhir mimpi itu, atau di titik awal sebelum kita tidur?
Tapi IITELMIT menunjukkan bahsa industri telekomunikasi Indonesia masih ogah menggeser paradigma (haha). Duet Telkom (termasuk Telkomsel) dan Indosat (termasuk Satelindo) masih mencoba menunjukkan bahwa mereka yang terbesar, dengan tampilan gemebyar, display keren, dan seperangkat alat musik. Yang lain dipasang di pinggir, menampilkan alat-alat. ISP bagi-bagi brosur tentang jasa akses mereka. Dan sekali lagi, cuma perusahaan asing dengan marketer asing yang bisa diajak melakukan kajian atas solusi telekomunikasi dan IT dengan sederhana, to the point, bersahabat. Kapan ya orang-orang Indonesia mau bener-bener melihat infokom sebagai infokom, bukan tipuan gemebyar atau bisnis kacangan?
Jalan ke pameran telekomunikasi dan IT, IITELMIT, di Senayan. Not too bad, terutama kalau kita sadar bahwa industri telekomunikasi dunia sedang berada di masa kusam tahun-tahun ini. Orang nggak tahu harus pasang GPRS apa nunggu UMTS, jadi industri selular macet di jalan. Orang nggak tahu harus pasang (G)MPLS dan WDM atau meneruskan ATM dan SDH, jadi industri broadband macet. Kemacetan ini justru menguntungkan kita di Indonesia. Jadi nggak tertinggal-tertinggal amat. Dan IITELMIT jadi masih meriah, dan terasa relevan, biarpun teknologinya nggak beda jauh dengan tahun 1998.
© 2026 Kuncoro++
Theme by Anders Noren — Up ↑